Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

KEMASAN TARI MAENGKET DALAM MENUNJANG INDUSTRI KREATIF MINAHASA SULAWESI UTARA DI ERA GLOBALISASI Kaunang, Ivan Robert Bernadus; Sumilat, Mareike
Jurnal LPPM Bidang EkoSosBudKum (Ekonomi,Sosial,Budaya, dan Hukum) Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji kemasan Tari Maengket dalam menunjang industri kreatif Minahasa, Sulawesi Utara di era globalisasi. Penelitian ini mengangkat realitas lapangan yang empirik berkaitan dengan permasalahan kemasan Tari Maengket Minahasa. Seni kemasan Tari Maengket Minahasa mengalami komodifikasi, komersialisasi, turistifikasi yang menghasilkan bentuk dan makna yang baru. Fokus penelitian seni kemasan Tari Maengket, dengan pertanyaan penelitian yang dibahas yaitu (1) Bentuk kemasan Tari Maengket Minahasa, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi (3) dan dampak seni kemasan Tari Maengket Minahasa, Sulawesi Utara di era globalisasi. Data terkait dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, diskusi fokus dan studi dokumen. Pada tahap analisis, digunakan teknik deskriptif kualitatif dan interpretatif. Sumber data dari sejumlah informan, yang dalam proses wawancara dilakukan dengan metode purposif. Sebagai sebuah kajian budaya, hasil akhir menunjukkan adanya proses bentuk seni kemasan Tari Maengket, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta dampak seni kemasan Tari Maengket dalam menunjang industri kreatif Minahasa, Sulawesi Utara di era globalisasi.Kata Kunci: Kemasan seni, Tari Maengket, Minahasa, Sulawesi Utara, Globalisasi
SEJARAH GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH DI DESA PINALING ( 1946 – 2012 ) Mewengkang, Elfirani; Thomas, Fientje; Sumilat, Mareike
JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI Vol 19 (2021)
Publisher : JURNAL ELEKTRONIK FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                               ABSTRAK     Penelitian ini membahas mengenai Sejarah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di desa Pinaling 1946-2012. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan awal masuknya GMAHK-7 di Pinaling dari tahun 1946-2012. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Metode Heuristik, Kritik dan Analisa, Interpretasi, dan Historiografi. Berdasarkan analisis yang dilakukan, simpulan dari penelitian ini yakni: dari latar belakang awal masuknya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh atau disingkat GMAHK-7 di desa Pinaling pada tahun 1946, tentunya Jemaat Tumpaan mempunyai peranan dan pengaruh penting dalam muncul Advent di desa Pinaling , karena Jemaat Tumpaan yang memiliki inisiatif membuat peribadatan cabang di desa Pinaling dan karena mereka melihat ada simpatisan, maka mereka mengundang Pdt. Walean untuk membuat ceramah 60 malam dan menghasilkan 3 jiwa pertama. Dan pekabaran berlanjut dengan dibuat ceramah oleh Pdt. Manemba dan menghasilkan 9 jiwa dibaptis dan akhirnya di desa Pinaling memiliki 12 anggota Advent pertama. Perkembangan Jemaat yang mengalami pemekaran dari Jemaat Pondang pada tanggal 5 April 2012. Jemaat Pondang yang sebagian besar anggotanya dari Jemaat Pinaling yang dimekarkan di Jemaat Pondang, dan pada saat itu juga lewat komite Jemaat Pinaling mengusulkan ke daerah Konferen Minahasa untuk mengubah nama dari Jemaat Pinaling menjadi Pioner Pinaling. __________________________________________________________Kata Kunci : Karya Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh,1946-2012                                                 ABSTRACT     This research discusses the history of the Seventh-day Adventist Church in Pinaling village 1946-2012. The purpose of this study is to describe the entry of the GMAHK-7 in Pinaling from 1946-2012. The methods used in this research are: Heuristic Method, Criticism and Analysis, Interpretation, and Historiography. Based on the analysis carried out, the conclusions of this study are: from the background of the initial entry of the Seventh-day Adventist Church or abbreviated as GMAHK-7 in Pinaling village in 1946, of course the Tumpaan Congregation has an important role and influence in the emergence of Advent in Pinaling village, because the Congregation Tumpaan who had the initiative to make a branch service in Pinaling village and because they saw sympathizers, they invited Pdt. Walean to make a 60-night lecture and produce the first 3 souls. And the message continued with a lecture by Pdt. Manemba and produced 9 souls baptized and finally in the village of Pinaling had the first 12 Adventists. The development of the congregation that experienced expansion from the Pondang congregation on April 5, 2012. The Pondang congregation, most of whose members were from the Pinaling congregation which was expanded in the Pondang congregation, and at that time also through the Pinaling congregation committee proposed to the Minahasa Conference area to change the name of the Pinaling congregation to Pinaling Pioneers. _________________________________________________________Keywords : Seventh-Day Adventist Church work, Pinaling village, 1946-2012
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Motivasi Kerja Guru se Kecamatan Modoinding di Masa Pandemi Covid19 Tombokan, Sarah; Sumilat, Margareta O
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/ce.v5i1.2636

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the principal's leadership on the work motivation of elementary school teachers in Modoinding district and to find out how much influence it had. The results of the research conducted show that based on the results of the calculation of the significance test and the linearity regression test above, it can be concluded that the influence of the Principal's Leadership (X) on the Teacher Work Motivation variable (Y) is significant and linear. This is evidenced because Fcount 7.913> α (0.05). Furthermore, the regression equation Ŷ = 37.299 + 0.297 X shows that every one increase in the Principal Leadership score will cause an increase in the Teacher Work Motivation score of 0.297 at a constant of 37.299. Based on the table above, it is known that the amount of Principal Leadership on Teacher Work Motivation in Modoinding District can be 0.150 or 15 percent. This indicates that 15% of the Principal's Leadership determines the Work Motivation of Teachers in Modoinding District. Meanwhile, 85% is influenced by other factors not examined.The more principals in Modoinding District carry out their functions optimally as school managers during the Covid19 pandemic, the more teachers' work motivation will increase, where the increase is linear.
Kinerja Guru Sekolah Dasar di Masa Pandemi Covid19 di Kota Manado Margareta O Sumilat; Sarah Tombokan
Jurnal Civic Education: Media Kajian Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36412/ce.v5i1.2637

Abstract

The purpose of this study was to determine whether the performance of elementary school teachers in Manado City was in accordance with the expectations of the parents. To answer the objectives of this study, researchers conducted research based on the quantitative descriptive method with Importantnce Performance Analysis (IPA) method analysis. The results of the research conducted show that based on the results of the calculation of the average performance appraisal (performance) performance of elementary school teachers in Manado City is below the average rating of expectations (Importance): 2.67 <4.21 and the performance of each variable of service quality. The results of the respondent's assessment score (suitability level) are below 100% (65.7% <100%) which means that it is not satisfactory. The interpretation of the Cartesian diagram can be explained as follows: aspects or attributes that affect teacher performance satisfaction, namely aspects of work quality (1) and aspects of communication. Otherwise. Aspects that are good and in accordance with what the community expects and their performance needs to be maintained (quadrant B) and the result is only one indicator, namely ability (4). In other words, there are achievements made by teachers, in this case, according to the parents, is the teacher's ability to carry out teaching. From the results of the research and data analysis, it can be concluded that based on the analysis of the results of the study, it can be concluded that the overall indicator of the performance level of teachers in elementary schools in Manado City based on processing and data analysis falls into the Low category which must be improved implementation.
Pengembangan Manajemen Pengelolaan Kelas Berbasis Teknologi Bagi Guru-Guru Sekolah Dasar Margareta Oktavia Sumilat; Risal M. Merentek
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 7 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.707 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.6716687

Abstract

This community service activity offers a solution to improve the quality of education, it is necessary to improve and improve education, which is closely related to improving the quality of operational learning that takes place in the classroom. The implementation method is carried out in the form of: training, workshops and mentoring. The method used in training, workshops and mentoring is in the form of a cycle which is carried out in five stages, namely: the planning stage, the action stage, the observation stage, the reflection stage, and the follow-up stage. In completing the implementation of these activities, several tests and activities were carried out such as: preliminary and final tests, seminar activities in the form of lectures, demonstrations, simulations, and assignments. The success of teachers in implementing classroom management can be seen from the ability and seriousness of teachers in 1) Activities related to the creation and maintenance of optimal learning conditions, 2) Activities related to developing optimal learning conditions, 3) Activities to create a teaching and learning climate good, 4) Learning evaluation activities
Perbandingan Antara Kurikulum Indonesia dan Malaysia Montori, Selfia; Sumilat, Juliana Margareta
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20398

Abstract

Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan kompetitif secara global. Kurikulum sebagai pedoman pembelajaran menentukan arah dan mutu pendidikan suatu negara. Indonesia dan Malaysia, meskipun memiliki latar belakang sejarah dan budaya yang serupa, menerapkan kurikulum yang berbeda sesuai dengan visi dan kebutuhan nasional. Indonesia telah mengalami berbagai perubahan kurikulum, dari KTSP, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka yang menekankan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Sementara itu, Malaysia menerapkan KSSR dan KSSM yang lebih terstruktur dan konsisten, dengan fokus pada keseimbangan antara akademik, moral, dan keterampilan abad ke-21. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (literature review) dan analisis dokumen sebagai metode utama. Pendekatan ini memungkinkan eksplorasi mendalam terhadap sumber-sumber informasi yang relevan, baik dari sisi teoritis maupun praktis, serta menelusuri dinamika historis dan kontekstual kebijakan pendidikan di kedua negara. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis, karena tidak hanya mendeskripsikan fenomena, tetapi juga menganalisis dan menginterpretasikan makna di balik data yang ditemukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam fleksibilitas kurikulum dan integrasi nilai-nilai kebangsaan, sedangkan Malaysia lebih unggul dalam hal standarisasi dan konsistensi implementasi kurikulum. Kedua negara sama-sama menekankan pendidikan karakter, integrasi teknologi, serta orientasi pada kompetensi, namun berbeda dalam pendekatan pembelajarannya: Indonesia cenderung mengedepankan pembelajaran tematik dan berbasis proyek, sementara Malaysia lebih fokus pada pencapaian hasil dan kompetensi dasar. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, serta dapat menjadi referensi bagi negara-negara berkembang dalam merumuskan kurikulum yang lebih relevan dan efektif.
Development Device Learning Differentiated with Use PJBL Method on Material Get up Flat Juan Gabriel Mongkau; Juliana Margareta Sumilat; Richard DH Pangkey
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 2 No. 3 (2025): July : International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v2i3.380

Abstract

This research aims to develop a mathematics teaching module based on differentiated learning integrated with the Project-Based Learning (PjBL) method, specifically for the topic of spatial structures ("get up room") for students at Nanasi 1 Elementary School. The development process follows the 4D model, which includes the stages of Define, Design, Develop, and Disseminate. In the Define stage, analysis revealed the absence of instructional modules that align with students' learning styles and needs. Consequently, learning objectives were formulated based on geometric elements and problem-solving criteria. During the Design stage, a prototype module and validation instruments were produced. Validation was conducted by two experts, yielding high scores for both content and visual presentation—each achieving 90% validity. Practicality assessments also showed strong results, with content rated at 90.8% and visual aspects at 90%, categorizing the module as “very valid” and “very practical.” The integration of the PjBL method was implemented to enhance active student participation, encouraging collaborative exploration and real-world application of mathematical concepts. The developed module is considered suitable for supporting differentiated mathematics instruction in elementary schools. It accommodates diverse learning styles and promotes student engagement through project-based tasks. The findings suggest that combining differentiated learning with PjBL fosters a more inclusive and effective learning environment, particularly in geometry-related topics. This module not only meets pedagogical standards but also contributes to the advancement of innovative teaching practices in primary education.
Pendidikan Berbasis Kurikulum Merdeka di Tingkat Sekolah Dasar Menggali Potensi Anak untuk Masa Depan yang Lebih Unggul Sumilat, Juliana Margareta; Geor, Gorius
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i7.16382

Abstract

Kurikulum memegang peran vital dalam sistem pendidikan suatu negara, menjadi landasan utama dalam menentukan arah pendidikan, metode pengajaran, isi materi pelajaran, dan sistem evaluasi. Seiring perkembangan zaman, kurikulum perlu bertransformasi agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik. Pendidikan, sebagaimana diungkapkan oleh Ki Hajar Dewantara, bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan inovatif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh Kurikulum Merdeka terhadap pengembangan potensi siswa di sekolah dasar, dengan fokus pada tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, yang melibatkan pengumpulan dan analisis literatur ilmiah dari berbagai sumber seperti buku, majalah, dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka dapat membantu siswa mengembangkan potensi mereka secara optimal dan menjadi individu yang lebih mandiri dan berdaya saing. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensinya secara optimal, dengan pendekatan yang terintegrasi dan multidisiplin, serta fokus pada pengembangan karakter dan kompetensi. Namun, tantangan dalam penerapan Kurikulum Merdeka mencakup keterbatasan sarana dan prasarana, serta kesiapan sumber daya manusia, terutama guru yang belum berpengalaman dengan konsep kemerdekaan belajar. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang memadai untuk mengatasi tantangan dalam implementasi Kurikulum Merdeka agar tujuan pendidikan yang diharapkan dapat tercapai.
Tantangan Guru dalam Menumbuhkan Motivasi Belajar Siswa di Era Digital di SD Gmim Papakelan Sumilat, Juliana Margareta; Toding, Inriani
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam tantangan yang dihadapi guru di SD GMIM Papakelan dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa di era digital. Latar belakang penelitian ini adalah menurunnya motivasi belajar siswa yang lebih tertarik pada hiburan digital seperti gadget, media sosial (TikTok), dan permainan daring. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap guru kelas IV, V, dan VI kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa tantangan utama guru adalah mengatasi distraksi digital yang membuat siswa cepat bosan dan sulit fokus, oleh kesenjangan fasilitas dan kurangnya pendampingan orang tua, penelitian ini menegaskan bahwa guru, dalam perspektif progresivisme, harus berinovasi sebagai fasilitator yang menerapkan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered) dan menanamkan nilai disiplin, dengan salah satu solusi yang direkomendasikan adalah project-based learning.
Antara Rumah dan Sekolah: Kajian Filsafat Pendidikan tentang Dampak Disfungsi Keluarga terhadap Motivasi Kehadiran Anak Sumilat, Juliana Margareta; Rumimper, Solagratia Aprili
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13832

Abstract

Kehadiran anak di sekolah merupakan indikator penting yang mencerminkan motivasi belajar sekaligus kesejahteraan emosional mereka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kehadiran kerap dipengaruhi oleh kondisi internal keluarga, terutama ketika anak berada dalam lingkungan disfungsional yang ditandai konflik orang tua, kekerasan, atau tekanan ekonomi. Artikel ini mengkaji pengaruh disfungsi keluarga terhadap motivasi kehadiran anak, memahami relasi antara keluarga, sekolah, dan perkembangan motivasi melalui perspektif filsafat pendidikan, serta menelaah bagaimana sekolah dapat menafsirkan ulang perannya dalam mendampingi anak yang kehilangan motivasi akibat dinamika keluarga. Menggunakan pendekatan integratif yang memadukan psikologi perkembangan, temuan empiris, dan kajian filsafat pendidikan, penelitian ini menegaskan pentingnya sekolah sebagai ruang aman yang memulihkan, mendukung, dan memberdayakan anak. Kajian ini menyimpulkan bahwa motivasi kehadiran tidak semata-mata persoalan kedisiplinan, tetapi refleksi dari pengalaman hidup anak. Karena itu, diperlukan sinergi berkelanjutan antara keluarga dan sekolah untuk memastikan perkembangan belajar yang optimal, inklusif, dan berkeadilan.