Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Sistematika Artikel Ilmiah Pada Penelitian Tindakan Kelas Guru SMP-SMA Waru, Sidoarjo Luluk Isani Kulup; Rahayu Pujiastuti; Sunu Catur Budiyono; Indayani
Kanigara Vol 1 No 2 (2021): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v1i2.4073

Abstract

Sebuah karya tulis ilmiah harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar efektif baik dalam penyampaian maupun pemahaman. Secara umum, kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam karya tulis ilmiah. Tujuan pada subtema “Penulisan Artikel Hasil PTK”, yaitu (1) memberikan wawasan tentang sistematika artikel hasil PTK; (2) memberikan wawasan tentang isi artikel hasil PTK; (3) memberikan wawasan tentang bahasa artikel hasil PTK; (4) memberikan pelatihan penyusunan artikel hasil PTK yang telah dilakukan pada kelompok sasaran dalam kegiatan ini adalah para guru di SMP-SMA Waru, Sidoarjo. Para narasumber yaitu para dosen Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora, Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya. Pengabdian dilakukan dengan cara memberikan perlatihan. Peserta diberi materi kemudian secara berkelompok diberi penugasan.
PENGHILANGAN KATA BAHASA INDONESIA PADA ANAK BORDERLINE PERSONALITY DISORDER Ira Eko Retnosari; Rahayu Pujiastuti
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan bertutur anak borderline personality disorder menyebabkan anak menunjukkan deletation tuturan. Salah satu deletation tuturan pada anak borderline personality disorder adalah deletation kata. Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan deletation kata pada tuturan anak borderline personality disorder. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini adalah satu anak borderline personality disorder. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, pemancingan, perekaman, dan catatan lapangan. Adapun tahap-tahap pengumpulan data adalah melakukan observasi, merekam tuturan, mentranskrip tuturan, dan memvalidasi data. Metode yang digunakan dalam penganalisisan data yaitu metode padan. Hasil temuan data penelitian ini adalah anak borderline personality disorder masih menunjukkan deletation kata. Pada bentuk kata, subjek masih menunjukkan deletation kata seperti bentuk prefiks seperti me-, ber-, sufiks seperti -an; kata tanya seperti kapan; kata seperti aku, minta, bola, tidak, dan sebagainya. Dari hasil temuan data, subjek masih belum mampu menunjukkan tuturan yang sempurna. Kata-kata kunci: deletation, tuturan, anak borderline personality disorder
Acquisition of Sentence Patterns in Children at the Telegraphic Stage Siska Dwi Cahyani; Rahayu Pujiastuti
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090101

Abstract

This research aims to describe children's sentence pattern acquisition at the telegraphic stage. This research is a case study. The data in this research is in the form of utterances that can inform children's sentence patterns at the telegraphic stage. The data source is a child who is 2;3 years old and uses Indonesian as his first language. Data collection in this study used the techniques of listening, fishing, recording, and noting. The data analysis procedure in this study, re-examining the collected data, classifying, coding, interpreting, and concluding. The results of this study provide information about the acquisition of sentence patterns in children at the telegraphic stage, sentence patterns consisting of (1) one function, including subject function (S), predicate function (P), object function (O), and adverbial function (K); (2) two functions, including S-P, P-S, and P-O sentence patterns; (3) three functions, including S-P-O and S-P-K sentence patterns. The development of children's sentence patterns at the telegraphic stage illustrates their cognitive development so that it is useful for PAUD teachers to choose teaching materials and learning media that facilitate children's language development.
DAMPAK DEFISIT UNSUR KALIMAT PADA FUNGSI PRAGMATIS TINDAK TUTUR ANAK DISABILITAS GANDA (Impact of Deficit Elements of Sentence there is a Pragmatic Function Speech Act of Children with Multiple Disabilities) Rahayu Pujiastuti; Ira Eko Retnosari
SAWERIGADING Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i1.1144

Abstract

The limitations of children with multiple disabilities lead to distinctiveness in the sentences produced and have an impact on the understanding of speech partners.  This study aims to describe the form of sentences in Indonesian children with multiple disabilities and their impact on pragmatic functioning. This qualitative descriptive research uses a longitudinal data collection method. The study subjects were three children with multiple disabilities who were severely deaf and slow to learn. Data in the form of utterances that inform the form of sentences of children with multiple disabilities and their impact on pragmatic functioning.  Data collection using observation and fishing is supported by field recording and recording.  The analysis uses sorting, reverse, and connecting techniques. The validity of the data uses triangulation of theories, methods, and sources. There are two results of this study. First, the sentences produced by children with multiple disabilities are holophrases sentences or one-word sentences.  Second, the deficit of sentence elements gives rise to misunderstandings because it can refer to some pragmatic function so that the speech partner often does not understand fully even though the child has replaced it with a gesture. Hearing and cognitive development limitations cause disabilities to accept and understand exposure, thus impacting the sentences produced.  Children with multiple disabilities experience cognitive developmental delays of 5;6–6;0. AbstrakKeterbatasan anak disabilitas ganda menyebabkan ke-khas-an pada kalimat yang diproduksi dan berdampak pada pemahaman mitra tutur. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud kalimat bahasa Indonesia anak disabilitas ganda dan dampaknya pada fungsi pragmatis. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data longitudinal. Subjek penelitian tiga anak disabilitas ganda yang menyandang tunarungu berat dan lamban belajar. Data berupa tuturan yang menginformasikan wujud kalimat anak disabilitas ganda dan dampaknya pada fungsi pragmatis. Pengumpulan data menggunakan pengamatan dan pemancingan didukung perekaman dan pencatatan lapangan. Penganalisisan menggunakan teknik pilah, balik, dan hubung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, metode, dan sumber. Ada dua hasil penelitian ini. Pertama, kalimat yang dihasilkan anak disabilitas ganda berupa kalimat holofrase atau kalimat satu kata. Kedua, defisit unsur kalimat menimbulkan kesalahpahaman karena dapat merujuk pada beberapa fungsi pragmatis sehingga mitra tutur sering tidak memahami secara lengkap meskipun anak sudah mengganti dengan isyarat. Keterbatasan pendengaran dan perkembangan kognitif menyebabkan hambatan untuk menerima dan memahami pajanan sehingga berdampak pada kalimat yang diproduksi. Anak disabilitas ganda mengalami keterlambatan perkembangan kognitif 5;6–6;0.