Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGHILANGAN KATA BAHASA INDONESIA PADA ANAK BORDERLINE PERSONALITY DISORDER Ira Eko Retnosari; Rahayu Pujiastuti
Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan bertutur anak borderline personality disorder menyebabkan anak menunjukkan deletation tuturan. Salah satu deletation tuturan pada anak borderline personality disorder adalah deletation kata. Penulisan artikel ini bertujuan mendeskripsikan deletation kata pada tuturan anak borderline personality disorder. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber data penelitian ini adalah satu anak borderline personality disorder. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, pemancingan, perekaman, dan catatan lapangan. Adapun tahap-tahap pengumpulan data adalah melakukan observasi, merekam tuturan, mentranskrip tuturan, dan memvalidasi data. Metode yang digunakan dalam penganalisisan data yaitu metode padan. Hasil temuan data penelitian ini adalah anak borderline personality disorder masih menunjukkan deletation kata. Pada bentuk kata, subjek masih menunjukkan deletation kata seperti bentuk prefiks seperti me-, ber-, sufiks seperti -an; kata tanya seperti kapan; kata seperti aku, minta, bola, tidak, dan sebagainya. Dari hasil temuan data, subjek masih belum mampu menunjukkan tuturan yang sempurna. Kata-kata kunci: deletation, tuturan, anak borderline personality disorder
Acquisition of Sentence Patterns in Children at the Telegraphic Stage Siska Dwi Cahyani; Rahayu Pujiastuti
Aksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 (2025): AKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : LPPM State University of Jakarta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan LPPM Universitas Negeri Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.Aksis.090101

Abstract

This research aims to describe children's sentence pattern acquisition at the telegraphic stage. This research is a case study. The data in this research is in the form of utterances that can inform children's sentence patterns at the telegraphic stage. The data source is a child who is 2;3 years old and uses Indonesian as his first language. Data collection in this study used the techniques of listening, fishing, recording, and noting. The data analysis procedure in this study, re-examining the collected data, classifying, coding, interpreting, and concluding. The results of this study provide information about the acquisition of sentence patterns in children at the telegraphic stage, sentence patterns consisting of (1) one function, including subject function (S), predicate function (P), object function (O), and adverbial function (K); (2) two functions, including S-P, P-S, and P-O sentence patterns; (3) three functions, including S-P-O and S-P-K sentence patterns. The development of children's sentence patterns at the telegraphic stage illustrates their cognitive development so that it is useful for PAUD teachers to choose teaching materials and learning media that facilitate children's language development.
DAMPAK DEFISIT UNSUR KALIMAT PADA FUNGSI PRAGMATIS TINDAK TUTUR ANAK DISABILITAS GANDA (Impact of Deficit Elements of Sentence there is a Pragmatic Function Speech Act of Children with Multiple Disabilities) Rahayu Pujiastuti; Ira Eko Retnosari
SAWERIGADING Vol 29, No 1 (2023): Sawerigading, Edisi Juni 2023
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v29i1.1144

Abstract

The limitations of children with multiple disabilities lead to distinctiveness in the sentences produced and have an impact on the understanding of speech partners.  This study aims to describe the form of sentences in Indonesian children with multiple disabilities and their impact on pragmatic functioning. This qualitative descriptive research uses a longitudinal data collection method. The study subjects were three children with multiple disabilities who were severely deaf and slow to learn. Data in the form of utterances that inform the form of sentences of children with multiple disabilities and their impact on pragmatic functioning.  Data collection using observation and fishing is supported by field recording and recording.  The analysis uses sorting, reverse, and connecting techniques. The validity of the data uses triangulation of theories, methods, and sources. There are two results of this study. First, the sentences produced by children with multiple disabilities are holophrases sentences or one-word sentences.  Second, the deficit of sentence elements gives rise to misunderstandings because it can refer to some pragmatic function so that the speech partner often does not understand fully even though the child has replaced it with a gesture. Hearing and cognitive development limitations cause disabilities to accept and understand exposure, thus impacting the sentences produced.  Children with multiple disabilities experience cognitive developmental delays of 5;6–6;0. AbstrakKeterbatasan anak disabilitas ganda menyebabkan ke-khas-an pada kalimat yang diproduksi dan berdampak pada pemahaman mitra tutur. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud kalimat bahasa Indonesia anak disabilitas ganda dan dampaknya pada fungsi pragmatis. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan metode pengumpulan data longitudinal. Subjek penelitian tiga anak disabilitas ganda yang menyandang tunarungu berat dan lamban belajar. Data berupa tuturan yang menginformasikan wujud kalimat anak disabilitas ganda dan dampaknya pada fungsi pragmatis. Pengumpulan data menggunakan pengamatan dan pemancingan didukung perekaman dan pencatatan lapangan. Penganalisisan menggunakan teknik pilah, balik, dan hubung. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, metode, dan sumber. Ada dua hasil penelitian ini. Pertama, kalimat yang dihasilkan anak disabilitas ganda berupa kalimat holofrase atau kalimat satu kata. Kedua, defisit unsur kalimat menimbulkan kesalahpahaman karena dapat merujuk pada beberapa fungsi pragmatis sehingga mitra tutur sering tidak memahami secara lengkap meskipun anak sudah mengganti dengan isyarat. Keterbatasan pendengaran dan perkembangan kognitif menyebabkan hambatan untuk menerima dan memahami pajanan sehingga berdampak pada kalimat yang diproduksi. Anak disabilitas ganda mengalami keterlambatan perkembangan kognitif 5;6–6;0.
Maksim Kuantitas dan Maksim Kualitas dalam Tuturan Bahasa Indonesia pada Anak Disabilitas Intelektual Ira Eko Retnosari; Rahayu Pujiastuti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4053

Abstract

The purpose of this study was to describe the mastery of maxims of quantity and maxims of quality in Indonesian speech in children with intellectual disabilities. In this study, a qualitative descriptive research method was used. The data source of this research is one child with intellectual disability aged 9;0. The data of this research are words, phrases, and sentences that contain maxims of quantity and maxims of quality. The data collection used in this study includes observation, fishing, recording, and field notes. The stages of data collection are making observations, recording speeches, transcribing speeches, and validating data. In analyzing the data, the pragmatic equivalent method was used. Data analysis procedures include reducing data, interpreting data, and concluding. Based on data analysis, it can be concluded that children with intellectual disabilities have been able to master the maxim of quantity and maxim of quality. L’s speech is able to show its contribution to the speech partner to show the maxim of strength by speaking not excessively and maxim of quality by speaking according to reality. The maxim of quantity and maxim of quality shown by L are still dominated by one word even though L's speech seems to be able to use multi-words. However, the maxim of quantity and maxim of quality used by L still suffer from imperfect pronunciation of sounds such as [r] is pronounced as [l], and the sound [s] which is located at the beginning and middle of the word is replaced with [t]. In addition, L is still unable to use affixes so that he experiences an affix deficit. AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penguasaan maksim kuantitas dan maksim kualitas dalam tuturan bahasa Indonesia pada anak disabilitas intelektual. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah satu anak disabilitas intelektual berusia 9;0. Data penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat yang mengandung maksim kuantitas dan maksim kualitas. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, pemancingan, perekaman, dan catatan lapangan. Adapun tahap-tahap pengumpulan data adalah melakukan observasi, merekam tuturan, mentranskrip tuturan, dan memvalidasi data. Dalam penganalisisan data, digunakan metode padan pragmatik. Prosedur penganalisisan data meliputi mereduksi data, menginterpretasi data, dan menyimpulkan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa anak disabilitas mental sudah mampu menguasai maksim kuantitas dan maksim kualitas. L sudah mampu menggunakan maksim kuantitas dengan bertutur tidak berlebihan dan maksim kualitas dengan bertutur sesuai kenyataan. Maksim kuantitas dan maksim kualitas yang ditunjukkan L masih didominasi dengan satu kata meskipun tuturan L terlihat sudah mampu menggunakan multikata. Akan tetapi, maksim kuantitas dan maksim kualitas yang digunakan L masih mengalami kekurangsempurnaan pelafalan bunyi seperti [r] dilafalkan menjadi [l], dan bunyi [s] yang terletak pada awal dan tengah kata diganti dengan [t]. Selain itu, L masih belum mampu menggunakan afiks sehingga mengalami defisit afiks.
Produktivitas Kata Pada Tulisan Anak Tunagrahita di Jenjang Sekolah Menengah Pertama Rahayu Pujiastuti; Ira Eko Retnosari; Mimas Ardhianti; Indayani Indayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8534

Abstract

This study aims to describe word productivity in the writing of children with intellectual disabilities at a lower secondary school. The research approach is both qualitative and quantitative. The data, in the form of word productivity, includes variations in word forms and the frequency of word types in the writing of five children with mild intellectual disabilities, who served as the data sources for this study. Data collection utilised testing and documentation techniques. The data collection instruments comprised verbal and visual media as well as questions. The data collection procedure involved (1) determining the data collection pattern, (2) conducting tests, (3) collecting documents in the form of the children’s writing, and (4) validating the data. Data analysis employed the distribution method. The data analysis instruments consisted of tables to reduce the data so that each data unit, the overall data, and the relationships between aspects could be observed. The data analysis procedures were carried out by (1) reducing the data, (2) presenting the data, (3) interpreting the data, (4) drawing conclusions, and (5) validating the findings. Data validity was ensured through the triangulation of theory, method, and sources. The research findings concern the lexical productivity in the writing of children with mild intellectual disabilities, based on variations in word forms, including root words, affixed words, and reduplication. Root words are highly dominant. Eight-word classes were identified: nouns, verbs, adjectives, adverbs, numerals, pronouns, prepositions, and conjunctions, whilst interjections, articles, and particles were not found. Nouns, verbs, and adjectives occur frequently. This information indicates that the development of word productivity in children with mild intellectual disabilities at the lower secondary school level still reflects a mastery of simple linguistic structures and concrete word types rather than complex morphological structures and abstract word types. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas kata dalam tulisan anak tunagrahita di SMP. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data berupa produktivitas kata, meliputi variasi bentuk kata dan frekuensi jenis kata pada tulisan lima anak tunagrahita ringan yang menjadi sumber data penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data berupa media verbal dan visual serta soal. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan (1) menentukan pola pengumpulan data, (2) melakukan tes, (3) mengumpulkan dokumen berupa tulisan anak, dan (4) mengabsahkan data. Penganalisisan data menggunakan metode agih. Instrumen penganalisisan data berupa tabel untuk mereduksi data agar dapat melihat setiap satuan data, data keseluruhan, dan hubungan antaraspek. Prosedur penganalisisan data dilakukan dengan (1) mereduksi data, (2) menyajikan data, (3) menginterpretasi data, (4) menyimpulkan, dan (5) mengabsahkan temuan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, metode, dan sumber. Hasil penelitian berupa produktivitas kata pada tulisan anak tunagrahita berdasarkan variasi bentuk kata, meliputi kata dasar, kata berafiks, dan reduplikasi. Kata dasar sangat dominan. Delapan jenis kata yang ditemukan, yaitu nomina, verba, adjektiva, adverbia, numeralia, pronominal, preposisi, dan konjungsi, sedangkan interjeksi, artikula, dan partikel belum ditemukan. Jenis kata nomina, verba, dan adjektiva memiliki frekuensi yang tinggi. Informasi ini menjelaskan bahwa perkembangan produktivitas kata anak tunagrahita ringan di SMP masih menggambarkan penguasaan struktur bahasa yang sederhana dan jenis kata yang konkrit daripada struktur morfologis yang kompleks dan jenis kata yang abstrak.