Umar Umar
Universitas Ichsan Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TIPOLOGI ARSITEKTUR KOLONIAL BELANDA (Studi Kasus : Bangunan Heritage di Gorontalo) Umar umar
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/losari.v3i1.67

Abstract

Arsitektur Kolonial sebutan singkat untuk langgam arsitektur yang berkembang selama masa pendudukan Belanda di Indonesia. Masa kolonial Belanda sedikit banyak telah memberi pengaruh positif dalam perkembangan arsitektur di Kota Gorontalo. Karakteristik yang kuat menjadikan arsitektur kolonial sebagai langgam yang sangat dikenal, bangunan kolonial Belanda juga merupakan bangunan yang tercipta dari kebudayaan Bangsa Belanda, baik secara murni, maupun yang sudah dipadukan dengan budaya tradisional, dan kondisi lingkungan sekitar, sehingga jika ditinjau dari tipologi arsitektur bangunan kolonial Belanda memiliki makna dan simbol-simbol yang dapat dilihat dari fungsi, bentuk, maupun gaya arsitekturnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Kota Gorontalo. Dari segi fungsi, geometri dan langgamnya serta mengetahui perbedaan tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Gorontalo dengan wilayah lainnya yang ada di Indonesia. Metode penelitian adalah kulaitatif interpretatif dengan mengidentifikasi arsitektur Kolonial Belanda dan menginventarisasi sistem konstruksinya. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Gorontalo dengan pertimbangan bahwa Kota Gorontalo merupakan basis pemerintahan kolonial Belanda, sedangkan pusat penelusuran dan pengamatan tentang tipologi bentuk arsitektur kolonial belanda yang berada pada wilayah Onder Afdeling Gorontalo. Hasilnya tipologi bentuk arsitektur kolonial Belanda yang ada di Gorontalo bergaya kolonial, yang disesuaikan dengan lingkungan, budaya dengan kondisi iklim lokal dan tersedianya bahan material pada waktu itu. Ciri-cirinya antara lain: denah yang simetris, satu lantai dan ditutup dengan atap perisai dan pelana. Karakteristik lain dari tipologi ini diantaranya: terbuka, terdapat pilar di serambi depan dan belakang, terdapat serambi tengah yang menuju ke ruang tidur dan kamar-kamar lain
KARAKTERISTIK FISIK RUMAH TINGGI SUWAWA DAN RUMAH BELE LI TAUDA’A DI PROVINSI GORONTALO Rahmawati Eka; Umar Umar
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol 11 No 2 (2023): RADIAL
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i2.427

Abstract

The purpose of this research is to identify the physical characteristics of the Suwawa High House and the Bele Li Tauda'a House. The research method uses descriptive qualitative with locations in Kab. Bone Bolango and Gorontalo District. Field surveys were carried out in April – May 2023, starting with initial data collection followed by semi-structured interviews, field observations then data structuring, as well as confirmation of data with realities on the ground and the views of traditional leaders. The results showed that the physical characteristics of both were the same on the roof, the top part was triangular in shape with a second layer in the middle of the roof of the building.