Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KARAKTERISTIK FISIK RUMAH ADAT GORONTALO (DULOHUPA DAN BANTAYO POBO’IDE Rahmawati Eka
LOSARI Jurnal Arsitektur, Kota dan Permukiman Vol 3 No 1 Februari 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.359 KB) | DOI: 10.33096/losari.v3i1.66

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis karakteristik fisik Rumah Adat Gorontalo. Metode penelitian paradigma rasionalistik dengan lokasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Limboto. Survey lapangan dilakukan pada bulan November – Desember 2015, dimulai dengan pengambilan data awal dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan kemudian strukturisasi data, serta konfirmasi data dengan kenyataan di lapangan dan pandangan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kedua rumah adat sebagai berikut: (1) luasan, Dulohupa lebih kecil daripada Bantayo Pobo’ide. (2) Organisasi ruang, Dulohupa memiliki susunan ruang lebih sederhana, jumlah ruang lebih sedikit (7 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat, sedangkan Bantayo Pobo’ide lebih rumit, ruang lebih banyak (22 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat dan kediaman raja. Karakteristik yang lebih mengacu pada falsafah adat gorontalo yaitu “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru’ani” karena menurut tinjauan historis Gorontalo raja pertama masuk Islam sehingga semua adat istiadat budayanya menganut ajaran Islam.
KARAKTERISTIK FISIK RUMAH TINGGI SUWAWA DAN RUMAH BELE LI TAUDA’A DI PROVINSI GORONTALO Rahmawati Eka; Umar Umar
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol 11 No 2 (2023): RADIAL
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i2.427

Abstract

The purpose of this research is to identify the physical characteristics of the Suwawa High House and the Bele Li Tauda'a House. The research method uses descriptive qualitative with locations in Kab. Bone Bolango and Gorontalo District. Field surveys were carried out in April – May 2023, starting with initial data collection followed by semi-structured interviews, field observations then data structuring, as well as confirmation of data with realities on the ground and the views of traditional leaders. The results showed that the physical characteristics of both were the same on the roof, the top part was triangular in shape with a second layer in the middle of the roof of the building.
Redesain Kawasan Huntu Art District Dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular Asmin Salongi; Rahmawati Eka; Moh. Muhrim Tamrin
JARI: Journal of Architecture, Research and Innovation Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/xr7phy73

Abstract

Huntu Art District di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan seni berbasis masyarakat yang berperan dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Namun, kawasan ini masih memiliki berbagai kendala, seperti fasilitas yang belum memadai, area kegiatan yang tidak terlindungi saat hujan, keterbatasan lahan parkir, serta penataan ruang yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konsep redesain kawasan dengan pendekatan arsitektur vernakular. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur vernakular melalui penggunaan elemen lokal, penambahan fasilitas pendukung, penataan sirkulasi, serta optimalisasi ruang publik mampu meningkatkan fungsi, kenyamanan, estetika, dan identitas kawasan. Redesain diharapkan menjadi solusi dalam mendukung aktivitas seni, memperkuat karakter budaya lokal, serta meningkatkan daya tarik wisata Huntu Art District secara berkelanjutan.
ANALISIS PEMANFAATAN FUNGSI EKONOMI DAN ADAPTASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI TAMAN KOTA TARUNA KOTA GORONTALO DI ERA NEW NORMAL Arifuddin Arifuddin; Rahmawati Eka
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v7i3.1160

Abstract

Abstract: The city parks and street vendors (PKL) are an inseparable part of human life. The existence of street vendors in the city parks will assist the economic needs and an architecture behavioral study is needed to discusses the relationship between humans and humans to their environment. The object of this research is the adaptation of architecture behavioral in Taruna park. This research used a qualitative descriptive and it used the behavior mapping method. This research aims to analyze about mapping the behavior of activities and the adaptation of street vendors' interactions with visitors in the Taruna park which is expected to contribute the arrangement of the city parks in order to accommodate the existence of street vendors. The result of the research is that it is known as the economic turnover in Taruna Park is around Rp. 5.001.200.000/year. This is a very fantastic figure to increase the economic value of the Gorontalo people. Moreover, there are five categories of street vendors in Taruna park, namely; sedentary, semi-permanent, semi-permanent, semi-static and with agglomeration distribution patterns, accessibility, and kinship as well as interaction distance which is more influenced by cognitive factors and physical environmental situation.Keyword: Taruna Park; Street Vendors; Architecture Behavioral.Abstrak: Taman kota dan pedagang kaki lima (PKL) adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Keberadaan PKL di taman kota dapat memenuhi kebutuhan ekonomi sehingga dibutuhkan kajian arsitektur perilaku yang membahas tentang hubungan antara manusia dengan manusia dengan lingkungannya. Objek penelitian ini adalah adaptasi perilaku arsitektur di taman Taruna, Penelitian ini ialah penelitian deskriptif kualiatiatif menggunakan metode peta perilaku (behavior mapping). Penelitian ini bertujuan untuk mengananlisis, memetakan perilaku aktivitas dan adaptasi interaksi PKL dengan pengunjung taman Taruna yang diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap penataan taman kota yang mampu mengakomodasi keberadaan PKL. Hasil Penelitian diketahui bahwa perputaran ekonomi di taman Taruna sekitar Rp.5.001.200.000/tahun. Angka yang sangat fantastis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat Gorontalo. PKL di Taman Taruna terdapat lima ketegori yaitu; menetap, semi menetap, semi permanen, semi static serta dengan pola penyebaran aglomerasi, aksebilitas, dan kekeluargaan serta jarak interaksi yang lebih dipengaruhi oleh faktor kognitif dan situasi lingkungan fisik.Kata Kunci: Taman Taruna; Pedagang kaki lima; Perilaku arsitektur.
Perancangan Pasar Tradisional Togean Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular Abdul Rahis Hisan; Amru Siola; Rahmawati Eka
Venustas Vol 5 No 2 (2026): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik - Universitas Ichsan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37195/3rns8v90

Abstract

 Perancangan ini bertujuan untuk merancang sebuah pasar tradisonal yang ada di Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, tepatnya di Desa Lebiti dengan menggunakan pendekatan arsitektur vernakular. Penelitian dalam perancangan ini dilaksanakan melalui metode observasi, dokumentasi, studi pustaka dan studi internet. Data yang diperoleh selanjutnya digunakan untuk mengembangkan sebuah rancangan pasar tradisional. Sebelum proses perancangan, dilakukan tahap penyusunan konsep pendekatan yang bertujuan untuk menghasilkan representasi visual dari rancangan pasar tradisional tersebut. Perancangan pasar tradisional dengan luas lahan 12.000 ha bertujuan menata site, sistem sirkulasi, sistem utilitas, sistem struktur dan sarana prasarana yang sesuai dengan arsitektur neo vernakular. Arsitektur vernakular merupakan gaya arsitektur yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar suatu komunitas masyarakat, nilai-nilai, ekonomi, cara pandang hidup suatu masyarakat tertentu. Arsitektur neo vernakular memberi sumbangan pada post modernisme pada tampilan arsitektur vernakular. Dengan demikian diharapkan arsitektur vernakular menjadi salah satu jembatan menuju evolusi arsitektur indonesia modern yang tetap berjati diri dan berakar pada tradisi.