Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN,SOLVABILITAS, ROA DAN LIKUIDITAS PADA PEMILIHAN METODE PENYUSUTAN ASET TETAP : (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2021 dan 2022) Ari Nuratriningrum
AKUNTOTEKNOLOGI : JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI Vol. 16 No. 1 (2024): AKUNTOTEKNOLOGI : JURNAL ILMIAH AKUNTANSI DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Buddhi Dharma/Fakultas Bisnis/Program Studi Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/aktek.v16i1.3081

Abstract

Saat manajemen akan melakukan penentuan besar kecilnya laba perusahaan, maka saat memutuskan metode adalah salah satu hal yang sangat penting. Analisis penerapan metode depresiasi pada aset tetap dapat membantu meningkatkan laba perusahaan. Ada kalanya pemilihan keputusan tersebut akan berdampak meningkatnya atau menurunnya laba.Ini karena pemilihan yang tidak tepat dapat berakibat pada perencanaan perusahaan dan tujuan perushaan akan tidak tercapai. Ketika penentuan metode depresiasi harta tetap saat itulah manajemen memperkirakan Ukuran perusahaan, DER/Solvabilitas, ROA dan Likuiditas apakah menjadi factor pertimbangannya, itulah yang akan diteliti dan menjadi tujuan dalam studi kasus ini. Peneliti mengambil 30 industri manufaktur yang listed di BEI rentang 2021-2022. Hasil studi ini menghasilkan Ukuran perusahaan punya pengaruh, DER/struktur Utang tidak punya pengaruh, ROA punya pengaruh,Likuiditas tidak penya pengaruh pada penentuan manajemen memilih cara /metode depresiasi harta tetap.Berdasarkan tujuan penelitian, metodenya memakai sampel purposive sampling yaitu tipe saat kita memilih sampel harus memperhatikan banyak hal dan faktor-faktor tersebut didasarkan pada tujuan penelitian. Sampel dalam studi ini adalah perusahaan industri yang  terbagi atas subsector semen,sub sektor keramik,porselen,dan kaca, subsector logam dan subsector kimia. Sedangkan tehnik analisis data  memakai Analisis Regresi Logistik yang difasilitasi software E Views versi12.
Pelatihan Kewirausahaan tentang Business Model Canvas bagi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Ari Nuratriningrum; Rinintha Parameswari
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4313

Abstract

Saat ini kewirausahaan adalah hal penting yang dibutuhkan untuk penguatan pondasi ekonomi. Salah satu variasinya adalah Business Model Canvas (BMC), sebagai alat perencanaan strategis yang digunakan oleh para manajer untuk menggambarkan dan mengembangkan model bisnis mereka. Template BMC dengan jelas mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang membentuk sebuah bisnis. Selain itu, templet ini menyederhanakan rencana bisnis menjadi bentuk yang ringkas. Materi ini yang disampaikan kepada siswa kelas XII Akuntansi SMK Bangun Nusantara, Kota Tangerang. Penyampaian materi ini dilakukan secara ceramah dan penguatan materi dilakukan secara tanya jawab. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif. Mereka terlibat secara langsung dalam setiap sesi, baik dalam menjawab pertanyaan dan berdiskusi. Juga dilakukan pretest dan post-test secara lisan terhadap materi yang disampaikan. Saat pretest dilakukan hampir semua siswa yang terdiri dari 25 siswa kurang mengetahui Bussiness Model Canvas. Hasil kegiatan yang dilakukan secara post-test menyatakan bahwa hampir seluruh siswa telah memahami materi yang disampaikan, bahwa BMC adalah salah satu bentuk inovasi kewirausahaan yang terdiri dari sembilan elemen kunci yang saling berhubungan di dalam dunia bisnis sehingga para siswa paham bila menerapkan BMC bisnis menjadi lebih ringkas dan efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan menambah wawasan siswa SMK tentang kewirausahaan/ dunia bisnis. Kegiatan ini diharapkan bisa dilakukan lebih sering demi menghasilkan lulusan SMK yang kompeten dan siap pakai di dunia usaha. Tentunya akan lebih baik bila pelatihan dilakukan secara berkala yang dimentori oleh praktisi bisnis maupun pengajar di bidang pendidikan serta ditunjang dengan praktek yang memadai.