Lalu Abdurrahman Wahid
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM TRANFSORMATIF PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA (PEMIKIRAN MODERNISASI DAN REKONSTRUKSI PENDIDIKAN ISLAM) Lalu Abdurrahman Wahid
An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam Vol 1 No 3 (2022): Januari-April
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51806/an-nahdlah.v1i3.25

Abstract

Modernisasi Pendidikan Islam merupakan keniscayaan sejarah yang penuh dengan perubahan. Modernisasi pendidikan Islam merupakan refleksi dari respon positif para pembaharu muslim atas keterbelakangan umat Islam dari progresivitas di kalangan Barat modern. Tujuan penelitian ini adalah mencoba menghadirkan wacana gagasan modernisasi dalam ruang lingkup sistem pendidikan Islam perspektif Azyumardi Azra, sebagaimana ungkapan Azra bahwa pendidikan Islam harus memiliki kontribusi dalam kemajuan bangsa. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif berbasis library research. Hasil kajian ini adalah dalam perspektif Azyumardi Azra yang memiliki pemikiran modernis-progresif menyatakan modernisasi di lembaga pendidikan Islam merupakan hal yang niscaya mempertahankan sistem tradisional hanyalah memperpanjang nestapa ketidakberdayaan pendidikan dalam menghadapi kemajuan zaman. Gagasan-gagasan modernisasi pendidikan Islam yang beliau rekomendasikan yaitu modernisasi pendidikan Islam dan demokratisasi pendidikan Islam. karakter Pemikiran Azyumardi Azra yang modern progresif ini direfleksikan dengan gagasan-gagasan rekonstruksi dalam wilayah pendidikan Islam yang beliau gagas diantaranya adalah Epistemologi keilmuan Islam dan Transformasi kelembagaan, Pembelajaran emansipatoris, dan Misi profetis dan pengembangan sumber daya manusia. Namun sebagai sebuah produk ijtihad pemikiran maka pemikiran tersebut tidak terlepas dari kelebihan dan kelemahan dari beberapa aspek.
Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Pengembangan Potensi Otak Menggunakan Teori Neurosciences Lalu Abdurrahman Wahid
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 15 No 1 (2022): PEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v15i1.1446

Abstract

Abstrak :Pendidikan Agama Islam saat ini masih dinilai kurang memperhatikan pembelajaran baik dari segi pembelajaranya, maupun teori-teori pendidikan yang digunakan. khususnya teori belajar yang berbasis optimalisasi potensi otak dinilai masih sangat kurang, baik secara pemahaman secara komferehensif maupun penerapanya. sehingga para neurolog dan ahli pendidikan berupaya menjembatani persoalan demikian untuk lebih memperhatikan dan mendayagunakan potensi otak dalam pembelajaran. Penelitian ini akan akan mencoba mendeskripsikan terkait tantang teori belajar neurosains. Artikel ini bertujusn untuk melengkapi khazanah keilmuwan tantang teori belajar neurosains sebagai pandangan awal bagi pendidik bagaimana efesiensi dan efektifitas pemeblajaran dengan menggunakan pembelajaran berbasis pengembangan potensi otak. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan metode library research. Hasil dari penelitian ini adalah teori nurosains pada dasarnya bukan teori belajar, namun dampaknya kepada pembelajaran dinilai efektif dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Melihat hal demikian para ahli melakukan hibridisasi antara teori neurosains dengan Pendidikan Agama Islam. Refleksi dari upaya demikian diformulasikanya teori ini kedalam model maupun metode pembelajaran yang mengoptimalisasikan kerja otak untuk keberhasilan peserta didik. Sesuai dengan mandat pendidikan abad 21 ini pembelajaran dituntut untuk menciptakan peserta didik yang memiliki keterampilan berfikir yang direfleksikan dengan mampu berfikir kritis, memecahkan masalah, dan kreative skill namun tetap dilandasi dengan akhlak terpuji. Kata kunci : Pengembangan Pendidikan Islam, Pembelajaran Abad 21, Teori Neurosains, Pengembangan Potensi Otak
Implementasi Pelatihan Pakan Ternak Dalam Menunjang Optimalisasi Program 1000 Desa Sapi Di Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Yusuf Akhyar Sutaryono; Sukarne; Yayat Indra Saputra; Dina Muliyani; Yayan Gunanto; Lalu Abdurrahman Wahid; Nasmi Herlina Sari; Ainun Asmawati; Ulfa Handayani; Dimas Juniarto; Siti Zulaeha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.067 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.1865

Abstract

Program 1000 desa sapi adalah upaya peningkatan populasi dan produktifitas ternak sapi dalam rangka swasembada daging untuk mencapai ketahanan pangan nasional. Salah satu desa yang menjadi pilot projek dari program ini adalah Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah dengan nama kelompok “Tunas Karya II”. Kondisi yang ada pada kelompok tersebut adalah masih menerapkan sistem peternakan tradisional, dimana ternak sapi dipelihara dan diberi makan dengan pakan yang tidak berpedoman pada kecukupan kualitas nutrisi, sehingga menyebabkan rendahnya produktifitas sapi. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan pembinaan manajemen pakan dengan memberikan pelatihan penanaman pakan ternak berkualitas, pelatihan perawatan ternak, pelatihan pengolahan limbah ternak, serta pelatihan manajemen pengadaan pakan yang cukup dan berkualitas.. Hasil yang di dapat dengan adanya pelatihan-pelatihan yang dilakukan adalah: para peternak sudah mulai menggunakan sistem beternak yang lebih baik, memperbaiki kualitas pakan yang digunakan, mulai melakukan pengolahan limbah ternak sapi menjadi kompos dan biourine, serta dapat menerapkan manajemen pengadaan pakan yang optimal.
Formulasi Pendidikan Islam dan Pendidikan Etika Ibnu Maskawaih Lalu Abdurrahman Wahid
YASIN Vol 1 No 2 (2021): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.375 KB) | DOI: 10.58578/yasin.v1i2.127

Abstract

This study aims to determine the concept of ethical education thinking formulated by Ibn Maskawaih. This research uses aapproachlibrary research. The result of this research is that Ibn Maskawaih's educational thinking is actually more inclined to morals and ethics. Human ethics in the perspective of Ibn Maskawaih can be classified into two, namely the first, the natural and the second, the other character is obtained through habit and practice. The perspective developed by Ibn Maskawaih that the character or ethics derived from human character can be changed depending on the extent of business, education and environment. Ethical education from Ibn Maskawaih's perspective is based on the concept of human beings, where the task of ethical education is to strengthen the positive forces possessed by human beings in order to achieve a balanced human level so that deeds that are simply good and born spontaneously. With the application of ethics, then in his life, man is expected to be a perfect human being which he calls isabah al-khuluqi al-syarif (the formation of a noble ethical personality). This concept is in line with the current era as a stimulus for education to continue to formulate ethical education that is able to survive in the midst of current moral degradation.
Internalisasi Nilai-Nilai Budi Luhur dalam Pembinaan Seni Beladiri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kab. Lombok Timur Mala Aulia Wulan; Lalu Abdurrahman Wahid; Muhtasar Muhtasar
YASIN Vol 5 No 5 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.7014

Abstract

This study is motivated by the declining moral values among the younger generation, influenced by technology and globalization, as reflected in weakened attitudes of politeness, honesty, responsibility, and tolerance. In this context, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), as a traditional martial arts organization, plays a strategic role in instilling noble values and fostering youth character development. The research aims to identify the moral values taught and analyze the internalization process within PSHT’s martial arts training in East Lombok Regency. A descriptive qualitative approach was employed, using participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Research subjects were selected purposively and included branch and sub-branch leaders, trainers, and PSHT members from the Sikur, Terara, and Montong Gading areas. Data were analyzed through reduction, presentation, interpretation, and conclusion drawing and verification. The findings reveal that the internalized values include honesty, responsibility, politeness, empathy, tolerance, maturity, and wisdom. The internalization process is carried out systematically through physical training integrated with mental and spiritual development, shaping members who are resilient both physically and morally. The study concludes that PSHT has successfully instilled noble values through structured and consistent character education. The implication is that PSHT can serve as a model for youth character development, offering a viable solution to the moral crisis of the modern era.
Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Nilai-Nilai Pendidikan Profetik sebagai Upaya Pengembangan Karakter Siswa di YPP MA Islahul Ummah NW Dasan Aman Lalu Abdurrahman Wahid; Muh. Rizal
YASIN Vol 5 No 5 (2025): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.7421

Abstract

Moral and character degradation among students remains a serious challenge in education, as reflected in undisciplined behavior, low responsibility, and limited spiritual awareness. Consequently, teachers are expected not only to emphasize cognitive aspects but also to integrate prophetic values into learning to shape students into faithful, virtuous, and responsible individuals. This study aims to describe the implementation of prophetic education values in Akidah Akhlak learning and to analyze their relevance to character development. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through non-participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and verification stages, with credibility tested using source and technique triangulation. Informants were selected through purposive sampling. The findings show that the implementation of prophetic education values at MA Islahul Ummah Dasan Aman is carried out through curriculum integration, teacher role modeling, and the reinforcement of prophetic values in Akidah Akhlak learning. Its relevance is evident in the alignment of learning objectives with prophetic education, the integration of prophetic values into subject matter, teaching methods that reflect prophetic principles, curriculum objectives, learning strategies, and supportive learning environments. The study affirms that prophetic education plays a significant role in character development through Akidah Akhlak instruction.
Term Ilmu Mukhtalif Al-Hadis dan Analisis Nilai-nilai Pendidikan Didalamnya Lalu Abdurrahman Wahid
ANWARUL Vol 1 No 1 (2021): ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.82 KB) | DOI: 10.58578/anwarul.v1i1.25

Abstract

This article discusses the term mukhtalifu al-hadist science. This study uses library research. This article aims to elaborate on the essence of the term mukhtalafu al-hadisth and analyze the educational values that exist in it. The results of this study are that to find legal conclusions from contradictory hadiths, several aspects are needed, namely ulama' who are qualified in this field and mastery of the methods and steps taken in finding common ground from contradictory hadiths. From some of these points, there are educational values that need to be considered by education as well as scholars' in achieving success in formulating an epistemology of solving the contradictory hadith problems, namely to achieve educational goals, innovative professional teachers are needed accompanied by spiritual and moral maturity, then mastery of evaluation and learning methods.