Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Rancang Bangun Rangkaian Penggerak Motor Solar Tracker I Wayan Sugara Yasa; I Made Asna; Catur Sumartdiono
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.778 KB) | DOI: 10.38043/telsinas.v5i1.3757

Abstract

A Solar Tracker is a device that directs the payload towards the sun. Solar panel  charge,  parabolic  trough,  Fresnel  reflector,  mirror  or  lens.  For  flat  panel  photovoltaic systems, tracers are used to minimize the angle of incidence between the incoming sunlight and the photovoltaic panels. This system increases the amount of energy generated from the fixed amount installed in the power generation capacity. Solar Cell or solar panels are electronic components that convert solar energy into electrical energy. Photovoltaic (PV) is a technology that functions to convert or convert solar radiation into electrical energy. each function as a store of electrical energy received by the solar cell. The solar tracker can follow the movement of sunlight from east to west and look for the strongest sunlight, and the design of this system can provide an efficiency value of 3% to 25% of solar panel electricity output in utilizing solar energy. By utilizing 4 Light Dependent Resistor (LDR) sensors, the maximum movement of the solar panels can move through 2 stepper motors connected to the solar tracker system.
Optimalisasi Penghematan Power Supply (Ps) Pembangkit dengan Menggunakan Preheater Auto Thermal PLTG Pesanggaran I Wayan Sugara Yasa; I Wayan Dikse Pancane; I Nyoman Gede Adrama
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v8i2.31591

Abstract

ASTRAK : Pertumbuhan listrik yang semakin pesat dan terus menerus ini membuat ketersediaan listrik harus terus meningkat. Apalagi dengan program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia yang masih dalam proses. Namun, pertumbuhan beban listrik yang terus menerus mengakibatkan peningkatan pasokan sumber daya alam (NR) bahan bakar dan daya yang digunakan sebagai daya untuk konsumsi generator itu sendiri. Pada penelitian ini dilakukan analisis terutama pada konsumsi daya pembangkit yang cukup besar pada saat standby mode yang dilakukan pada PLTDG. PT Indonesia Power Pesanggaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan peremajaan atau penggantian peralatan listrik yang digunakan untuk menghemat konsumsi energi. Salah satu peralatan yang mengkonsumsi daya dalam jumlah besar saat unit dalam keadaan standby adalah Electric Preheater. Dengan adanya program ini dimaksudkan untuk memperoleh penghematan energi listrik dari konsumsi listrik Preheater yang seharusnya 108 kWatt menjadi 0 Watt dengan menggunakan Thermal Preheater, sehingga terjadi penghematan konsumsi energi listrik sesuai yang diharapkan, dan mampu mengurangi konsumsi energi di sektor pembangkit sesuai dengan tujuan PROPER KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan berkontribusi pada SDG'S (Sustainable Development Goals) poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau. Kata kunci: Preheater, Pembangkit Listrik PS, PLTDG Pesanggaran
Analisis Efisiensi Energi Listrik Dengan Menggunakan Sistem Kontrol Inncom Di The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa I Wayan Sukadana; I Nyoman Manuaba; I Made Asna; I Wayan Sugara Yasa
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v5i2.4119

Abstract

The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa merupakan salah satu resort yang memerlukan cukup banyak energi listrik, sehingga efisiensi penggunaan energi listrik di The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa sangatlah penting. Cara untuk mengoptimalkan efisiensi energi listrik yaitu dengan menggunakan sistem kontrol inncom. Penggunaan sistem kontrol inncom dipilih karena mampu mengatur sistem kelistrikan setiap kamar secara otomatis. Pada saat kamar tidak ditempati tamu, maka temperatur ruangan di 22º C dan semua lampu kamar akan mati . Pada saat tamu masuk kamar lampu akan menyala dan suhu ruangan berubah menjadi 20º C. Namun jika tamu sudah check out maka maka semua lampu akan off dan unit Fcu akan kembali ke set yaitu 22º. Konsumsi tenaga listrik sebelum menggunakan inncom sebesar 23,42 kWh/hari dan setelah menggunakan sistem kontrol income 12.54 KWh / hari. Efisiensi yang didaptakan dengan menggunakan sistem kontrol inncom yaitu sebesar 10,89 KWh/ hari. BEP yang didapatkan dari pengunaan sistem kontrol inncom adalah 25, 38 bulan.
Analisis Konsumsi Bahan Bakar PLTDG DI PT. PLN INDONESIA POWER UBP BALI i wayan sugara yasa
Jurnal Profesi Insinyur Universitas Lampung Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpi.v7n1.342

Abstract

Penelitian ini fokus dalam mengkaji pemilihan bahan bakar yang tepat agar mendapatkan bahan bakar yang efisien dan ekonomis untuk jenis pembangkit listrik tenaga diesel gas (PLTDG) yang bisa menggunakan dua bahan bakar yang berbeda secara bergantian yaitu bahan bakar LNG (Liquified Natural Gas) dan HSD (High Speed Diesel). Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dengan metode studi literatur, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan persentase pembebanan pada pembangkit memiliki pengaruh terhadap efisiensi thermal dimana semakin tinggi persentase pembebanan maka semakin menurun nilai efisiensi thermal. Bahan bakar jenis LNG memiliki efisiensi yang lebih baik karena dengan nilai rata-rata persentase pembebanan yang jauh lebih tinggi dari HSD namun memiliki nilai efisiensi thermal yang hampir sama. Begitu juga dengan biaya produksi energi listrik per kWh bahan bakar LNG memiliki biaya produksi yang lebih ekonomis dari bahan bakar HSD. Penelitian ini menyarankan pada pembangkit berjenis thermal agar menggunakan bahan bakar LNG sebagai bahan bakar utama.
PENGEMBANGAN SISTEM QUEUING CONVEYOR BAGASI BERBASIS ARDUINO UNO DI BANDARA NGURAH RAI BALI I Wayan sugara yasa; , Inggih Nugroho; I Wayan Dikse Pancane
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 1 (2025): JIRE APRIL 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i1.1558

Abstract

 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dikelola oleh PT Angkasa  Pura I, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penumpang domestik pada periode Januari-Agustus 2023, mencapai 3,24 juta orang, atau naik 27% dibandingkan tahun  sebelumnya. Saat ini, conveyor keberangkatan domestik di bandara tersebut, yang telah digunakan sejak 1999, belum dilengkapi sistem antrian otomatis    sebelum pemeriksaan X-ray. Kondisi ini menyebabkan penumpukan bagasi yang menghambat proses pemeriksaan keamanan, meningkatkan risiko kerusakan bagasi, dan memperlambat distribusi. Untuk mengatasi masalah ini, dirancang Prototype Sistem Antrian pada Baggage Conveyor Berbasis Arduino Uno. Sistem ini menggunakan Arduino Uno sebagai pengendali utama dengan masukan dari sensor fotodioda proximity inframerah untuk mendeteksi bagasi, motor DC untuk menggerakkan belt conveyor, serta sensor ultrasonik dan LED untuk memberikan tanda bahwa sistem sedang beroperasi.Penerapan sistem ini memberikan berbagai keuntungan, seperti meningkatkan efektivitas proses pengecekan bagasi menggunakan mesin X-ray, dengan waktu pengerjaan enam conveyor yang lebih cepat hingga 73,17 detik. Sistem ini juga membantu menata bagasi dengan rapi, mengurangi biaya perawatan conveyor, serta mengefisienkan jumlah petugas keamanan yang diperlukan untuk mengoperasikan mesin X-ray. Dengan sistem antrian otomatis ini, kelancaran operasional bandara dan pelayanan prima kepada pengguna jasa dapat tercapai dan Output bagasi pada conveyor dapat lebih teratur dibandingkan tanpa system.
ANALISIS KONSUMSI BAHAN BAKAR PLTDG DI PT. PLN INDONESIA POWER UNIT PEMARON I Wayan Sugara Yasa; I Wayan Sutama; I Wayan Dikse Pancana
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 15, NO.1, MARET 2026
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/transient.v15i1.1-10

Abstract

Penelitian ini fokus dalam mengkaji pemilihan bahan bakar yang tepat agar mendapatkan bahan bakar yang efisien dan ekonomis untuk jenis pembangkit listrik tenaga diesel gas (PLTDG) yang bisa menggunakan dua bahan bakar yang berbeda secara bergantian yaitu bahan bakar LNG (Liquified Natural Gas) dan HSD (High Speed Diesel). Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dengan metode studi literatur, observasi dan wawancara. Dari hasil penelitian menunjukkan persentase pembebanan pada pembangkit memiliki pengaruh terhadap efisiensi thermal dimana semakin tinggi persentase pembebanan maka semakin menurun nilai efisiensi thermal. Bahan bakar jenis LNG memiliki efisiensi yang lebih baik karena dengan nilai rata-rata persentase pembebanan yang jauh lebih tinggi dari HSD namun memiliki nilai efisiensi thermal yang hampir sama. Begitu juga dengan biaya produksi energi listrik per kWh bahan bakar LNG memiliki biaya produksi yang lebih ekonomis dari bahan bakar HSD. Penelitian ini menyarankan pada pembangkit berjenis thermal agar menggunakan bahan bakar LNG sebagai bahan bakar utama.
Analisis Potensi Nilai Ekonomi Karbon Dekarbonisasi EBT Di Nusa Penida I wayan sugara yasa
Dampak Vol. 23 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi nilai ekonomi karbon sebagai katalisator dalam upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan di Nusa Penida, Bali. Sektor ketenagalistrikan merupakan kontributor emisi GRK signifikan, dan transisi ke EBT seringkali terkendala aspek finansial; NEK hadir sebagai solusi pembiayaan inovatif yang menginternalisasi biaya lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif studi kasus, data operasional dari PLTS Hibrida dianalisis untuk menghitung volume pengurangan emisi CO2e yang dihindari dibandingkan dengan skenario Business as Usual (PLTD). Hasil penelitian menunjukkan proyek EBT di Nusa Penida mampu mengurangi emisi sebesar 4.19 ton CO2e per tahun, menghasilkan potensi pendapatan karbon yang signifikan. Analisis kelayakan finansial menggunakan NPV dan IRR mengindikasikan bahwa inklusi pendapatan NEK secara substansial meningkatkan kelayakan investasi proyek, mentransformasi manfaat lingkungan menjadi aset ekonomi yang viable. Penelitian sebelumnya sering berfokus pada skala nasional atau jaringan interkoneksi besar Jawa-Bali. Secara spesifik menganalisis implementasi NEK pada sistem jaringan isolated di Nusa Penida, yang memiliki karakteristik bauran energi dan tantangan operasional yang unik. penelitian ini menggunakan data operasional aktual dari PLTS hibrida yang sudah terpasang di lapangan untuk perhitungan emisi yang lebih akurat. Penelitian ini tidak hanya menghitung volume karbon yang dihemat, tetapi juga mengintegrasikan nilai moneter karbon tersebut ke dalam analisis kelayakan investasi yang komprehensif.
Pengelolaan dan Penanganan Sampah Terpadu di Pantai Jerman sebagai Destinasi Wisata Ramah Keluarga I Ketut Nuraga; Putu Prana Wiratmaja; I Wayan Sugarayasa; AAA Ngr. Tin Rusmini Gorda; Ni Putu Nina Eka Lestari
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v8i2.10561

Abstract

Pengelolaan sampah seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota telah menjadi agenda permasalahan utama yang dihadapi oleh hampir seluruh daerah di Indonesia tidak terkecuali Kabupaten Badung. Salah satu kawasan yang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai objek wisata dan bebas sampah adalah Pantai Jerman. Salah satu syarat sebuah pantai yang bisa disebut ramah keluarga adalah kondisi pantai yang bersih dari sampah. Artinya pantai harus sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik. Oleh sebab itu Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia Bersama dengan Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar bersinergi untuk melaksanakan kegiatan kajian dan penelitian khususnya dalam bidang pengelolaan sampah untuk mewujudkan Pengelolaan dan Penanganan Sampah Terpadu di Pantai Jerman sebagai Destinasi Pantai Ramah Keluarga. Tujuan kajian ini adalah melengkapi proses dari program community development di kawasan Pantai Jerman dengan strategi nyata berupa penanganan dan pengelolaan sampah di sekitar kawasan pantai Jerman. Hasil kajian ini adalah berupa rekomendasi action plan kegiatan terkait pengelolaan sampah seperti (a) penyediaan sarana pewadahan   sampah, (b) penyediaan sarana pengangkutan, (c) penyediaan SDM pengangkutan sampah, (d) pendampingan penyusunan aturan khusus pengelolaan sampah, (e) pendampingan sosialisasi peraturan, (f) pendampingan pembentukan kelembagaan pengelola sampah di bawah BUPDA dan (g) pendampingan sosialisasi keikutsertaan pengusaha di sekitar kawasan Pantai Jerman