Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Rancang Bangun Rangkaian Penggerak Motor Solar Tracker I Wayan Sugara Yasa; I Made Asna; Catur Sumartdiono
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.778 KB) | DOI: 10.38043/telsinas.v5i1.3757

Abstract

A Solar Tracker is a device that directs the payload towards the sun. Solar panel  charge,  parabolic  trough,  Fresnel  reflector,  mirror  or  lens.  For  flat  panel  photovoltaic systems, tracers are used to minimize the angle of incidence between the incoming sunlight and the photovoltaic panels. This system increases the amount of energy generated from the fixed amount installed in the power generation capacity. Solar Cell or solar panels are electronic components that convert solar energy into electrical energy. Photovoltaic (PV) is a technology that functions to convert or convert solar radiation into electrical energy. each function as a store of electrical energy received by the solar cell. The solar tracker can follow the movement of sunlight from east to west and look for the strongest sunlight, and the design of this system can provide an efficiency value of 3% to 25% of solar panel electricity output in utilizing solar energy. By utilizing 4 Light Dependent Resistor (LDR) sensors, the maximum movement of the solar panels can move through 2 stepper motors connected to the solar tracker system.
Optimalisasi Penghematan Power Supply (Ps) Pembangkit dengan Menggunakan Preheater Auto Thermal PLTG Pesanggaran I Wayan Sugara Yasa; I Wayan Dikse Pancane; I Nyoman Gede Adrama
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jaei.v8i2.31591

Abstract

ASTRAK : Pertumbuhan listrik yang semakin pesat dan terus menerus ini membuat ketersediaan listrik harus terus meningkat. Apalagi dengan program 35.000 MW yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Indonesia yang masih dalam proses. Namun, pertumbuhan beban listrik yang terus menerus mengakibatkan peningkatan pasokan sumber daya alam (NR) bahan bakar dan daya yang digunakan sebagai daya untuk konsumsi generator itu sendiri. Pada penelitian ini dilakukan analisis terutama pada konsumsi daya pembangkit yang cukup besar pada saat standby mode yang dilakukan pada PLTDG. PT Indonesia Power Pesanggaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan peremajaan atau penggantian peralatan listrik yang digunakan untuk menghemat konsumsi energi. Salah satu peralatan yang mengkonsumsi daya dalam jumlah besar saat unit dalam keadaan standby adalah Electric Preheater. Dengan adanya program ini dimaksudkan untuk memperoleh penghematan energi listrik dari konsumsi listrik Preheater yang seharusnya 108 kWatt menjadi 0 Watt dengan menggunakan Thermal Preheater, sehingga terjadi penghematan konsumsi energi listrik sesuai yang diharapkan, dan mampu mengurangi konsumsi energi di sektor pembangkit sesuai dengan tujuan PROPER KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan berkontribusi pada SDG'S (Sustainable Development Goals) poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau. Kata kunci: Preheater, Pembangkit Listrik PS, PLTDG Pesanggaran
Analisis Efisiensi Energi Listrik Dengan Menggunakan Sistem Kontrol Inncom Di The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa I Wayan Sukadana; I Nyoman Manuaba; I Made Asna; I Wayan Sugara Yasa
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v5i2.4119

Abstract

The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa merupakan salah satu resort yang memerlukan cukup banyak energi listrik, sehingga efisiensi penggunaan energi listrik di The Laguna, A Luxury Collection Resort & Spa sangatlah penting. Cara untuk mengoptimalkan efisiensi energi listrik yaitu dengan menggunakan sistem kontrol inncom. Penggunaan sistem kontrol inncom dipilih karena mampu mengatur sistem kelistrikan setiap kamar secara otomatis. Pada saat kamar tidak ditempati tamu, maka temperatur ruangan di 22º C dan semua lampu kamar akan mati . Pada saat tamu masuk kamar lampu akan menyala dan suhu ruangan berubah menjadi 20º C. Namun jika tamu sudah check out maka maka semua lampu akan off dan unit Fcu akan kembali ke set yaitu 22º. Konsumsi tenaga listrik sebelum menggunakan inncom sebesar 23,42 kWh/hari dan setelah menggunakan sistem kontrol income 12.54 KWh / hari. Efisiensi yang didaptakan dengan menggunakan sistem kontrol inncom yaitu sebesar 10,89 KWh/ hari. BEP yang didapatkan dari pengunaan sistem kontrol inncom adalah 25, 38 bulan.