This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdimasa
Muhammad Arfan Harahap
STAI JAMAIYAH MAHMUDIYAH TANJUNG PURA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Penguatan Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Padang Langkat Anjur Perkasa Alam; Muhammad Arfan Harahap; Azhar Azhar; Fajar Gunawam Saragih; Sri Choiriyah Windiani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2019): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BUMDES sendiri merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian permodalannya berasal daridesa. Modal yang disisihkan nantinya bisa dimanfaatkan untuk menciptakan lapangan pekerjaanataupun meningkatkan pelayanan masyarakat yang baik. Faktor penyebab kurang berhasilnyaprogram-program tersebut paling dominan adalah daya kreativitas dan inovasi masyarakat desadalam mengelola, dan menjalankan mesin ekonomi di perdesaan. Permasalahan yang dihadapi yakni: pengelolaan BUMDes belum sesuai dengan peraturan dan perundang- undangan yang ada. Hal inidisebabkan pemahaman dan keterampilan Pengelola dan aparat pemerintah desa dalam pengelolaanUsaha melalui BUMDes belum berjalan secara baik. Metode pelaksanaan yang dilakukan ialahPersiapan dan Pembekalan dan Pelaksanaan. Langkah-langkah dalam bentuk program yang akandilaksanakan adalah program Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Pengelolaan BadanUsaha Milik Desa (BUMDes) di Desa. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, dapat disimpulkanbahwa: (1) Jangka panjang program -Pengabdian ini adalah peningkatan pengelolaan BUMDesmemerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memahami seluk beluk pengelolaanserta mampu memasarkan hasil produk yang dikelola melalui BUMDes, (2) Aparatur desa sebagaisasaran program terbantukan dan merasa bangga dengan kegiatan mahasiswa dalam meningkatkanPengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan bisa membuat laporan pertanggjawabankeuangan dengan baik dan benar, sesuai kaida-kaida keuangan berlaku secara umum, (3)Pengelolaan BUMDes dan mahasiswa telah mampu memperbaiki proses penatausahaan programBUMDes, baik pengelolaan administrasi, pertanggjawaban keuangan serta penyaluran bantuankepada usaha kecil dan menengah.
Sosialisasi Pengelolaan Potensi Desa Melalui Bumdes Muhammad Arfan Harahap; Anjur Perkasa Alam; Muhammad Saleh; Cici Arianti; Dimas Johadi; Wirdany Windyani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2020): JURNAL ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pematang Serai, Kec.Tanjung Pura, Kab. Langkat berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Tanjung Pura. Kondisi masyarakat mayoritas berprofesi sebagai petani, nelayan dan pedagang/pengrajin tentunya membutuhkan kelembagaan desa yang mampu menampung potensi masyarakat dan potensi alam Desa Pematang Serai agar dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang berpenghasilan minim dan tidak menentu. . Hal ini dikarenakan wilayah desa Pematang Serai dekat dengan laut. Dan potensi yang bisa diolah di desa ini adalah sebagai berikut: Sumber air. Meskipun desa Pematang Serai terletak di pedalaman dan dekat dengan laut, namun memiliki sumber air yang melimpah yang dapat digunakan untuk mengairi sawah. Kekurangannya adalah warga kurang (memiliki jiwa) wirausaha. Jarang orang jeli melihat potensi air. Bidang pendidikan. Desa Pematang Serai ini banyak yang saat ini masih kuliah atau sekolah, bahkan ada yang sudah lulus, hanya karena pengetahuannya yang terbatas dalam hal pemanfaatan SDA dan potensi yang dapat dikembangkan masih minim, sehingga menyulitkan masyarakat untuk berinovasi dan membuat potensi desa yang dapat meningkatkan output ekonominya. Bisnis rumahan. Karena di desa Pematang Serai ini merupakan desa yang masuk ke dalam, dan tidak terletak di jalan lintas dari berbagai kota, sehingga dari segi sektor usaha rumahan hanya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Ini salah satunya, mereka juga kekurangan jumlah usaha rumahan yang tercipta di Desa Pematang Serai.