Lilis Sumiati
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tari Wayang Karakter Satria Ladak Lilis Sumiati
PANGGUNG Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.103 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v22i1.35

Abstract

Wayang dance is a dance expressing events in the stories of wayang. The events here among oth- ers are dances revealing the background of the story, theme, the name of the dance, characters, and philosophical elements. Of those various elements, the scope in this study is limited into matters of satria ladak character.Wayang dance satria ladak character living in several areas contains some significant differences in several aspects. The term differing the specialty of wayang dance is called sejak. The scope of se- jak is more for one’s style in dancing dance genre from the same ethnic. Therefore, the term sejak is firstly come out when seeing one’s performance in dancing, either referred to her/his choreography or to her/his specialty in performing the dance. Then, sejak owned by the individual is spread among his/her surrounding, so that it can be an icon in respective areas.The quantity of Wayang dance satria ladak is varied in each areas, such as sejak Sumedang is Dipati Karna dance. While Sejak Garut is Bambang Somantri dance, and sejak Bandung is Arayana dance. These materials are chosen as samples for comparative and interpretative study.Keywords: Wayang Dance, Satria Ladak, Sejak, comparative, interpretative.  
Kreativitas Tari Yudawiyata Lilis Sumiati
PANGGUNG Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1566.107 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1137

Abstract

ABSTRACTThe Yuda Wiyata dance is an object of the research in the realm of artwork inspired by the SumedangWayang war dance. The motivation to do this is based on the reality that Sumedang Wayang dance is stillable to survive but experiences a stagnant life. This relity is a problem that must be broken down how tomake the repertoire survive and develop according to the times. As a solution by making dance modelsbased on these traditions. To carry an original dance work, the ability of creativity becomes a majormilestone. Thus, the theory of creativity was chosen as a surgical knife in explaining the problem. Tomaintain the typical characteristics of the case, the methods used lead to reconstruction, transformation,and innovation. These three methods are efforts to protect, utilize and develop that lead to conservation.The manifestation of Yuda Wiyata’s dance is in the form of a group presentation performed by sevenmale dancers. The structure of the dance is expressed through the form and content that illustrates thegallantry of the wadyabalad practicing war.Keywords: Creativity, Reconstruction, Transformation, Innovation, Yuda Wiyata DanceABSTRAKTari Yuda Wiyata merupakan objek penelitian dalam ranah karya seni yang terinspirasi dari tariperang wayang gaya Sumedang. Pendorong untuk melakukan hal tersebut, didasari oleh realitasbahwa tari Wayang gaya Sumedang masih mampu bertahan namun mengalami kehidupanyang stagnan. Realitas tersebut merupakan permasalahan yang mesti diurai bagaimana agarrepertoar tersebut dapat bertahan dan berkembang sesuai zaman. Sebagai solusinya dengancara membuat model karya tari yang berbasis pada tradisi tersebut. Untuk mengusung suatukarya tari yang original, kemampuan kreativitas menjadi tonggak utama. Dengan demikian,teori kreativitas dipilih sebagai pisau pembedah dalam mengeksplanasi permasalahan.Untuk mempertahankan ciri khas kasumedangan maka metode yang digunakan mengarahpada rekonstruksi, transformasi, dan inovasi. Ketiga metode ini sebagai upaya pelindungan,pemanfaatan, dan pengembangan yang mengarah pada ranah pelestarian. Perwujudan tariYuda Wiyata berupa penyajian secara kelompok yang dibawakan oleh tujuh orang penari pria.Struktur tarian diungkapkan melalui bentuk dan isi yang menggambarkan kegagahan para wadyabalad sedang berlatih perang.Kata Kunci: Kreativitas, Rekonstruksi, Transformasi, Inovasi, Tari Yuda Wiyata
Tari Wayang Karakter Satria Ladak Lilis Sumiati
PANGGUNG Vol 22 No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v22i1.35

Abstract

Wayang dance is a dance expressing events in the stories of wayang. The events here among oth- ers are dances revealing the background of the story, theme, the name of the dance, characters, and philosophical elements. Of those various elements, the scope in this study is limited into matters of satria ladak character.Wayang dance satria ladak character living in several areas contains some significant differences in several aspects. The term differing the specialty of wayang dance is called sejak. The scope of se- jak is more for one’s style in dancing dance genre from the same ethnic. Therefore, the term sejak is firstly come out when seeing one’s performance in dancing, either referred to her/his choreography or to her/his specialty in performing the dance. Then, sejak owned by the individual is spread among his/her surrounding, so that it can be an icon in respective areas.The quantity of Wayang dance satria ladak is varied in each areas, such as sejak Sumedang is Dipati Karna dance. While Sejak Garut is Bambang Somantri dance, and sejak Bandung is Arayana dance. These materials are chosen as samples for comparative and interpretative study.Keywords: Wayang Dance, Satria Ladak, Sejak, comparative, interpretative.  
Kreativitas Tari Yudawiyata Lilis Sumiati
PANGGUNG Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v30i1.1137

Abstract

ABSTRACTThe Yuda Wiyata dance is an object of the research in the realm of artwork inspired by the SumedangWayang war dance. The motivation to do this is based on the reality that Sumedang Wayang dance is stillable to survive but experiences a stagnant life. This relity is a problem that must be broken down how tomake the repertoire survive and develop according to the times. As a solution by making dance modelsbased on these traditions. To carry an original dance work, the ability of creativity becomes a majormilestone. Thus, the theory of creativity was chosen as a surgical knife in explaining the problem. Tomaintain the typical characteristics of the case, the methods used lead to reconstruction, transformation,and innovation. These three methods are efforts to protect, utilize and develop that lead to conservation.The manifestation of Yuda Wiyata’s dance is in the form of a group presentation performed by sevenmale dancers. The structure of the dance is expressed through the form and content that illustrates thegallantry of the wadyabalad practicing war.Keywords: Creativity, Reconstruction, Transformation, Innovation, Yuda Wiyata DanceABSTRAKTari Yuda Wiyata merupakan objek penelitian dalam ranah karya seni yang terinspirasi dari tariperang wayang gaya Sumedang. Pendorong untuk melakukan hal tersebut, didasari oleh realitasbahwa tari Wayang gaya Sumedang masih mampu bertahan namun mengalami kehidupanyang stagnan. Realitas tersebut merupakan permasalahan yang mesti diurai bagaimana agarrepertoar tersebut dapat bertahan dan berkembang sesuai zaman. Sebagai solusinya dengancara membuat model karya tari yang berbasis pada tradisi tersebut. Untuk mengusung suatukarya tari yang original, kemampuan kreativitas menjadi tonggak utama. Dengan demikian,teori kreativitas dipilih sebagai pisau pembedah dalam mengeksplanasi permasalahan.Untuk mempertahankan ciri khas kasumedangan maka metode yang digunakan mengarahpada rekonstruksi, transformasi, dan inovasi. Ketiga metode ini sebagai upaya pelindungan,pemanfaatan, dan pengembangan yang mengarah pada ranah pelestarian. Perwujudan tariYuda Wiyata berupa penyajian secara kelompok yang dibawakan oleh tujuh orang penari pria.Struktur tarian diungkapkan melalui bentuk dan isi yang menggambarkan kegagahan para wadyabalad sedang berlatih perang.Kata Kunci: Kreativitas, Rekonstruksi, Transformasi, Inovasi, Tari Yuda Wiyata
ESTETIKA TARI SAMPING KEBAT KARYA NENG PEKING Hera Hafianti; Lilis Sumiati
Jurnal Seni Makalangan Vol. 11 No. 2 (2024): "Fenomenologi Tari Berbasis Tradisi dan Kontemporer"
Publisher : Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Samping Kebat diciptakan pada tahun 2001 oleh Neng Peking, termasuk jenis tari kontemporer. Tarian ini berlatar belakang kehidupan manusia, dimulai lahir, dewasa, hingga kematian yang berdampingan menggunakan kain samping. Ide gagasan karya tari ini berasal dari sajak samping kebat yang ditulis Godi Suwarna. Karakteristik tarian ini berbeda dengan karya tari lainnya yang diciptakan oleh Neng Peking, sebab pada Tari Samping Kebat menggunakan musik internal. Tak hanya itu tarian ini memiliki koreografi dan properti yang memuat nilai-nilai kehidupan, maka hal ini menjadi ketertarikan penulis untuk mengungkap konsep estetika pada Tari Samping Kebat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Estetika Djelantik yang meliputi wujud, bobot dan penampilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis melalui tahap observasi, wawancara, pendokumentasian audio-visual, dan analisis data. Adapun hasil yang dicapai dalam kajian Tari Samping Kebat ini berupa konsep estetika “Ragawi” yang dimaknai dengan tubuh menjadi sumber utama dalam pertunjukan karya tari ini. Kata Kunci: Tari Kontemporer, Tari Samping Kebat, Estetika. ABSTRACTTHE AESTHETICS OF SAMPING KEBAT DANCE BY NENG PEKING, DECEMBER 2024. Samping Kebat Dance was created in 2001 by Neng Peking, including a type of contemporary dance. This dance is based on human life, starting from birth, adulthood, to death which is side by side using a samping cloth. The idea for this dance work comes from the poem samping kebat wriDen by Godi Suwarna. The characteristics of this dance are different from other dance works created by Neng Peking, because in Samping Kebat Dance using internal music. Besides, this dance has choreography and properties which contain life values, so this is the author's interest to reveal the aesthetic concept of Samping Kebat Dance. This study uses Djelantik Aesthetic theory approach which includes form, volume, and appearance. This study uses a qualitative research method with a descriptive analysis approach through the steps of observation, interviews, audio-visual documentation, and data analysis. The result achieved in the study of Samping Kebat Dance is in the form of the aesthetic concept of "Ragawi” (the Body) which is interpreted as the body being the main source in the performance of this dance work. Keywords: Contemporary Dance, Samping Kebat Dance, Aesthetics.