Hendi Handian Rachmat
Teknik Elektro Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Keandalan Identifikasi RFID MFRC522 dengan Barrier Berbahan Dasar Plastik Berbasis Sistem Mikrokontroler Kresna Wirawibawa; Ratna Susana; Hendi H Rachmat
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v4i1.2930

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan evaluasi keandalan RFID (Radio Frequency Identification) pada sistem keamanan pintu ruangan berbasis sistem mikrokontroler. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana modul  RFID dapat membaca RFID Tag Card yang terdapat barrier berbahan dasar plastik. Perancangan dan implementasi prototype sistem keamanan pintu ruangan terdiri dari modul RFID MFRC522, RFID Tag Card, mikrokontroler ATMEGA328, liquid crystal display (LCD), solenoid door lock dan power supply. Pengujian dilakukan dengan cara RFID Tag Card dilapisi dengan plastik mika. Terdapat 3 ukuran ketebalan plastik mika yang akan diuji yaitu 0,12 mm; 0,23 mm; 0,35 mm dimana ukuran ketebalan tersebut telah diukur menggunakan mikrometer sekrup. RFID Tag Card yang telah dilapisi oleh plastik mika tersebut akan di-scan oleh RFID Reader dengan jarak 1 cm dalam posisi sejajar. Pengambilan data dilakukan  sebanyak 30 kali setiap 15 detik untuk RFID Tag Card yang terdaftar dan tidak terdaftar. Dari hasil evaluasi tersebut, diperoleh bahwa modul RFID MFRC522 dapat membaca RFID Tag Card meskipun terhalang oleh benda berbahan dasar plastik (plastik mika) dengan persentase keberhasilan sebesar 100%.
Sistem Pendeteksi Jatuh Wireless Berbasis Sensor Accelerometer Gigih Gumilar; Hendi Handian Rachmat
TELKA - Jurnal Telekomunikasi, Elektronika, Komputasi dan Kontrol Vol 4, No 2 (2018): TELKA
Publisher : Jurusan Teknik Elektro UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/telka.v4n2.132-141

Abstract

Pada penelitian ini, sensor accelerometer digunakan sebagai sistem pendeteksi jatuh secara real time, wearable dan ambulatory guna memudahkan pengawasan pada lansia ketika posisi jatuh. Sistem ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian pengirim dan bagian penerima yang masing-masing dilengkapi sistem komunikasi wireless, dengan frekuensi radio 2,4GHz untuk mengirimkan data kondisi jatuh antara kedua bagian tersebut. Sensor accelerometer digunakan pada bagian pengirim untuk mendeteksi nilai tiga sumbu percepatan gravitasi dan nilai magnitude pada saat terjadi kondisi jatuh guna selanjutnya diolah pada Arduino Nano. Sistem pengirim ditempatkan pada pinggang naracoba untuk diuji dalam mendeteksi 2 tipe jatuh yaitu jatuh ke depan dan jatuh ke belakang. Dari hasil pengujian pada 10 naracoba dengan rentang usia 21-24 tahun didapatkan bahwa karakteristik tiga sumbu pada posisi jatuh ke depan bernilai 0,123g, -0,473g, -0,888g dan ke belakang bernilai -0,084g, 0,495g, 0,628g. Adapun nilai rata-rata magnitude pada jatuh ke depan bernilai 2,916g dan ke belakang bernilai 2,580g.
EVALUASI KARAKTERISTIK DETEKSI WARNA RGB SENSOR TCS3200 BERDASARKAN JARAK DAN DIMENSI OBJEK Sitti Faizia Athifa; Hendi Handian Rachmat
Jetri : Jurnal Ilmiah Teknik Elektro Jetri Volume 16, Nomor 2, Februari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.784 KB) | DOI: 10.25105/jetri.v16i2.3459

Abstract

RGB color value of an object can be possibly detected using an electronic color sensor to yield more accurate value than visually blind eye detection. One of electronic color sensors that can be used is TCS3200. However, the information about the sensor characteristic is still limited. In this paper, the characteristics of TCS3200 sensor in RGB level detection was evaluated based on the object area and distance. The evaluation process was carried out by measuring the periodic value of the TCS3200 sensor output as the color detection output of the art paper which the RGB value has been known. The testing was done for three different paper color i.e. red, green and blue with three different dimension. The distances between sensor and object were changed from 1 cm to 20 cm with 0.5 cm increment to find out the sensor’s optimal distance for each color. The results showed that at the distance of 6.5 cm and the dimension of  5.2 x 7.4 cm2, the sensor detection is still optimal. Pendeteksian level warna RGB sebuah objek dengan sensor elektronik dapat menghasilkan nilai yang lebih akurat dibandingkan melalui pengamatan mata secara visual. Salah satu contoh sensor warna yang dapat digunakan adalah tipe TCS3200, akan tetapi informasi mengenai karakteristik sensor ini masih terbatas. Pada tulisan ini dilaporkan evaluasi karakteristik sensor TCS3200 dalam mendeteksi warna RGB berdasarkan dimensi dan jarak objek. Proses evaluasi dilakukan dengan mengukur nilai periode dari keluaran sensor TCS3200 sebagai output pendeteksian warna kertas art paper yang sudah diketahui nilai RGB-nya. Pengujian ini dilakukan untuk tiga warna kertas yang berbeda yaitu merah, hijau dan biru dengan tiga dimensi yang berbeda. Jarak sensor terhadap objek pengujian diubah-ubah untuk mengetahui jarak optimal sensor ketika mengukur nilai RGB sesuai dengan warna objek. Jarak sensor yang diuji mulai dari 1 cm sampai 20 cm dengan penambahan 0,5 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor masih dapat bekerja optimal pada jarak 6,5 cm dengan objek berukuran 5,2 x 7,4 cm2.
Rancang Bangun Termometer Tubuh Digital Berbasis Sensor NTC W1209 10k Rachmat, Hendi Handian; Ananda, Melati Dwi
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 23 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v23i1.398

Abstract

Pada paper ini dilakukan implementasi sensor NTC tipe W1209 10k yang memiliki kemasan ergonomis, kecil dan tahan air untuk digunakan sebagai sensor suhu pada termometer tubuh digital. Termometer ini dirancang dengan range suhu dari 32°C sampai dengan 42°C dengan ketelitian 0,1°C. Paper ini ditujukan untuk melakukan evaluasi karakteristik sifat resistansi sensor NTC tipe W1209 10k untuk range suhu tubuh manusia, durasi waktu pengukuran suhu, dan akurasi pengukuran suhu. Sistem termometer ini diimplementasikan dengan menghubungkan sensor NTC pada rangkaian Jembatan Wheatstone untuk mengkonversi perubahan resistansi menjadi perubahan tegangan differensial. Tegangan ini kemudian dikuatkan dengan penguat differensial op-amp untuk menyesuaikan dengan resolusi konversi ADC internal 10-bit yang dilakukan oleh mikrokontroler Arduino Nano. Nilai digital selanjutnya dihitung pada mikrokontroler untuk dapat menampilkan hasil suhu terukur. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap media air untuk range suhu dari 28ºC sampai dengan 63°C, diperoleh nilai rata-rata resistansi dari 23 k? (± 0,02 k?) sampai dengan 9,1 k? (± 0,07 k?). Durasi pengukuran terbaik termometer dengan sensor NTC untuk pengukuran pada naracoba diperoleh selama dua menit. Adapun hasil pengukuran suhu dengan media air dan melalui tubuh pada bagian ketiak naracoba diperoleh bahwa rata-rata akurasi secara berturut-turut, yaitu 0,05°C (±0,03°C) dan 0,03°C (±0,03°C).
EVALUASI RESISTANSI SENSITIVITAS MODUL GALVANIC SKIN RESPONSE BERBASIS ARDUINO NANO Rachmat, Hendi Handian; Say, Marinus Moang Laurentius
Jurnal Media Elektro Vol 12 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v12i2.11809

Abstract

In this study, we evaluated the sensitivity of a Galvanic Skin Response (GSR) sensor to measure human stress levels based on skin conductivity of two fingers. The goal of this evaluation was to define the optimum sensitivity resistance of the Wheatstone bridge circuit in the GSR sensor to detect six different levels of human stress conditions, ranging from Normal level (0–0.415μSiemens) to Severe level (>4.166μSiemens). To perform this evaluation, we designed and implemented the GSR sensor, which consists of a pair of finger electrodes, a voltage divider circuit, a Wheatstone bridge circuit, an instrumentation amplifier, an Arduino Nano controller circuit, and a display module. The evaluation tested four different sensitivity resistances of the Wheatstone bridge circuit: 50kΩ, 100kΩ, 150kΩ, and 200kΩ. Digital values were measured and calculated for each sensitivity resistance when measuring skin resistance values from 0Ω to 30MΩ with a 50kΩ step increment. These values simulated all six stress level conditions. The measurement showed that the sensitivity resistances of 200kΩ, 150kΩ, 100kΩ, and 50kΩ resulted in a range of skin resistances (with an average percentage relative error) of 3MΩ - 250kΩ (0.45%), 3MΩ - 200kΩ (1.06%), 3MΩ - 150kΩ (1.29%), and 2.4MΩ - 100kΩ (1.09%), respectively.
Perancangan Alat Ukur Sudut Tekuk Lutut Wireless menggunakan Sensor Gyroscope berbasis ATMega 328 dan ATMega 2560 PERKASA, TEGUH; RACHMAT, HENDI HANDIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 5, No 1: Published January - June 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v5i1.30

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini, sensor Gyroscope digunakan sebagai alat pengukur sudut lutut. Pengukuran sudut ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit pada pasien yang mengalami gangguan atau cedera lutut dan evaluasi pola jalan manusia. Alat pengukur sudut ini terdiri dari 3 sistem yaitu sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Media komunikasi data yang digunakan adalah radio frekuensi 2,4 GHz untuk mentransfer data sudut lutut antar sistem secara wireless. Sensor Gyroscope ditempelkan pada suatu divais mekanik berbahan acrylic sebagai representasi sistem tungkai kaki bawah dan sistem tungkai kaki atas. Kedua sensor tersebut digunakan untuk mengukur percepatan sudut dari kedua sistem tungkai kaki. Kemudian data tersebut diolah menjadi nilai sudut lutut menggunakan kontroler berbasis Arduino. Pengujian alat ini mencakup pengujian sistem tungkai bawah, sistem tungkai atas dan sistem komunikasi data. Dari hasil pengujian diperoleh nilai error sebesar 3 derajat untuk sistem tungkai bawah dan 2 derajat untuk sistem tungkai atas terhadap hasil pengukuran dengan goniometer yang biasa digunakan untuk mengukur sudut lutut oleh tenaga medis. Sistem komunikasi data wireless juga telah berhasil mengirimkan data sudut secara utuh.Kata Kunci: Arduino, Gyroscope, Radio Frekuensi, Sudut lutut, Wireless.ABSTRACTGyroscope sensor was used to measure a knee angle. The angle measurement is useful to diagnose an early symptom of some patient with disorders or knee injuries as well as to evaluation of gait analysis. The device consist of three system i.e. lower limb system, upper limb system and communication. The radio frequency of 2.4 GHz was used to transfer knee angle data between two systems. Gyroscope sensor were affixed on upper and lower part of the mechanical hinge device that built from acrylic. These device device was representative of the knee joint. Both sensors were used to measure the angular acceleration between the upper part and lower part of leg. The data is then processed into value-based knee angle using Arduino controller. All three system were tested to measure the lower limb angle and the upper limb angel. The results showed that error angle measurment of the lower limb and upper limb are 3 degrees and 2 degrees, respectively, relative to a goniometer measurement as a standard non electronics tool to measure the knee angle. In addition, the data was also successfully transferred wirelessly.Keywords: Arduino, Gyroscope, Radio Frequency, Knee angle, Wireless.
Pemanfaatan Sistem RFID sebagai Pembatas Akses Ruangan RACHMAT, HENDI HANDIAN; HUTABARAT, GILBERT ALLEGRO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 2, No 1: Published January - June 2014
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v2i1.27

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini, sistem RFID (Radio Frequency Identification) dimanfaatkan sebagai kartu identifikasi personal pada sistem akses ruangan. Keberadaan sistem ini ditujukan untuk menjaga keamanan dan privasi ruangan dari seseorang yang tidak memiliki otoritas untuk memasuki ruangan tersebut. Melalui perancangan dan implementasi sistem akses ruangan ini, dilakukan evaluasi sistem kerja kunci elektrik berbasis komponen solenoid serta jarak dan posisi optimal pembacaan RFID tag guna memberikan kenyamanan pada pengguna ketika mengakses ruangan. RFID tag yang dipergunakan dalam sistem ini berbentuk kartu tipe EM4001 dan menyimpan kode unik yang digunakan sebagai identifikasi personal. Kode ini dibaca oleh RFID reader tipe ID-12 dan divalidasi otoritasnya dengan mikrokontroler ATMega32 untuk mengatur sistem kerja kunci elektrik yang dirancang sendiri menggunakan solenoid. Sistem ini dilengkapi pula dengan sistem database untuk pencatatan pengguna yang mengakses ruangan. Dari hasil pengujian, seluruh (100%) RFID tag dapat dikenali oleh RFID reader dalam tiga posisi berbeda dengan jarak optimal sejauh 5 cm (vertikal) dan 2 cm (horisontal). Keseluruhan (100%) aktifitas pengguna yang mengakses ruangan dapat tercatat dalam sistem database. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa teknologi RFID dapat digunakan secara nyaman dan aman sebagai alternatif sistem identifikasi personal untuk sistem akses ruangan.Kata Kunci: kunci elektrik, RFID, sistem akses ruangan, sistem database, solenoid.ABSTRACTIn this research, RFID system was utilized as a personal identification security card in access room system. This system was aimed to secure a room and to have privacy from unauthorized person to enter the room. By designing and implementing the system, a solenoid based electric key system as well as an optimal distance and position of RFID tag were evaluated to know the most convenience condition for all users during accessing the room. RFID tag used in this system was a card type of EM4001 that has a unique code as a personal identification. This code was read by an ID-12 RFID reader and then validated by microcontroller ATMega32 to control a customized electric key. This system was also equipped with database system to record some users who accessing the room. The results showed that 100% of RFID tag could be read by RFID reader in three different positions with optimum distance of 5cm vertically and 2cm horizontally. All users’ activities during accessing the room have been recorded successfully by database system. This research concluded that RFID technology could be applied conveniently and securely as an alternative of personal identification system to access a room.Keywords: Access room system, database system, electric key, RFID, solenoid.
Sistem Perekam Detak Jantung Berbasis Pulse Heart Rate Sensor pada Jari Tangan RACHMAT, HENDI HANDIAN; AMBARANSARI, DIENAR RASMI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 6, No 3: Published September 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v6i3.344

Abstract

ABSTRAKPada studi ini dilakukan rancang bangun sistem perekam detak jantung portabel berbasis pulse heart rate sensor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan pulse heart rate sensor dalam mendeteksi detak jantung pada jari tangan, dimana tahap selanjutnya sistem ini akan digunakan untuk merekam detak jantung pasien seharian dalam kondisi beraktivitas. Sistem ini dirancang menggunakan modul pulse heart rate sensor yang dihubungkan dengan mikrokontroller Arduino Nano. Data detak jantung direkam pada modul SD Card. Hasil pengukuran sistem ini dibandingkan dengan hasil pengukuran alat Oxymeter. Pengujian dilakukan dengan mengukur detak jantung bagian jari tengah dengan alat Oxymeter dan bagian jari telunjuk dengan sistem ini. Pengujian dilakukan masing-masing satu kali pada 2 jari tangan kanan dan tangan kiri dari 30 orang naracoba dengan rentang usia 18-23 tahun. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata error akurasi sistem ini adalah 2 bpm terhadap Oxymeter dengan selisih terbesar 5 bpm. Kata kunci: detak jantung, jari tangan, Oxymeter, SD Card, sensor pulse heartrate. ABSTRACTIn this study, we implemented a portable pulse heart rate sensor based heart beat recording system. The goal of this study is to evaluate an accuracy of the sensor for detecting the heart beat on both a right finger and a left finger in order to implement an ambulatory heart beat recording system. The pulse heart rate sensor was connected to an Arduino Nano contoller module to calculate the heart beat. The heart beat was then recorded in a SD Card module. The system’s results were compared to an oxymeter. Thirty healthy young adult volunteers were involved in this study by measuring the heart beat on a middle finger with Oxymeter and on an index finger with our system. The measurement was tested on both hands’s fingers. The results showed that an accuracy of the system is 2 bpm relative to the Oxymeter’s with the biggest difference of 5 bpm.Keywords: fingers, heart rate, Oxymeter, pulse heart rate sensor, SD Card
Implementasi Sistem Bel Rumah Otomatis berbasis Sensor Ultrasonik ANINDYA, SINANTYA FERANTI; RACHMAT, HENDI HANDIAN
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 3, No 1: Published January - June 2015
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v3i1.64

Abstract

ABSTRAKPada penelitian ini, modul ultrasonik dimanfaatkan dalam sebuah sistem bel otomatis sederhana. Sistem ini didesain untuk mempermudah pengunjung yang kesulitan menekan bel rumah konvensional, misalnya anak-anak dan penyandang cacat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi jarak optimal obyek  secara vertikal dan horizontal di depan pintu agar dapat mengaktifkan bel secara otomatis. Sistem ini terdiri atas tiga unit yaitu modul ultrasonik HC-SR04, modul pengolah data berbasis mikrokontroler dan modulbuzzer elektromagnetik. Sistem ini beroperasi dengan mendeteksi keberadaan pengunjung menggunakan sensor ultrasonik; saat pengunjung berada dalam jangkauan sensor, maka bel akan berbunyi selama lima detik sebelum memasuki kondisi diampada lima detik selanjutnya untuk mengurangi bunyi berulang selama tamu belum memasuki rumah. Untuk menguji kinerja sistem, bel otomatis dipasang pada kusen dengan kemiringan antara 15 hingga 20 derajat dari pintu daun pintu. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem bel otomatis dapat berfungsi saat mendeteksi pengunjung dengan tinggi minimum 101cm (secara vertikal) dan pada jarak rata-rata 45,33 cm dari pintu (secara horizontal).Kata kunci: bel rumah, otomatis, penyandang cacat, sensor ultrasonik. ABSTRACTIn this research, ultrasonic module is used to develop a simple automatic doorbell system. The system was implemented to help some visitors who are difficultto press a switch of conventional doorbell, such as a child and a disabled people. The aim of this study is to evaluate an optimal vertical and horizontal distance of an object in front of the door where can activate the doorbell system automatically. There are three main modules to implement the system i.e. ultrasonic sensor module; microcontroller based processing unit module; and buzzer module. The sensor module, which installed in the upper side of a door frame with approximately 15 to 20 degrees angle from the door, detects the distances of visitor. The buzzer module will active for five seconds when the visitor in the detection range of the sensor. The results showed that the buzzer module will be active when the sensor detected an object with 101 cm of minimum height (vertically) and 45.33 cm of average distance from the door (horizontally).Keywords: automatic, doorbell system, ultrasonic sensor, disabled people
Implementasi Counter Production Monitoring pada Mesin Tekstil berbasis Mikrokontroler RACHMAT, HENDI HANDIAN; ASRIL, HARIANDI
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 2, No 2: Published July - December 2014
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v2i2.115

Abstract

ABSTRAKSistem Counter Production Monitoring (CPM) diimplementasikan untuk menghitung secara otomotis kecepatan mesin, kecepatan produksi, dan jumlah produksi.Sistem ini digunakan pada mesin pemintal benang di industri tekstil untuk mengetahui efisiensi kerja mesin dan hasil produksi benang.Sistem terdiri dari perangkat keras dan lunak berbasis mikrokontroler dan personal komputer (PC) untuk mengukur putaran mesin guna menghitung ketiga besaran hasil produksi. Inductive proximity sensor dan encoder gear dipasang dengan jarak 1 mm pada shaft mesin yang berputar untuk mendeteksi jumlah putaran mesin berdasarkan jumlah pulsa yang dideteksi oleh sensor selama durasi tertentu. Mikrokontroller menghitung tiga besaran produksi dan menampilkan hasil pada display LCD melalui pengaturan 3 buah tombol serta mengirimkan ke PC melalui komunikasi serial untuk ditampilkan. Hasil pengujian selama 3 hari menunjukkan terjadi perbedaan antara sistem CPM dan perhitungan manual (Tachometer) yaitu antara 0.35-0.4 HANK.Perbedaan terjadi karena pada perhitungan manual, mesin diasumsikan selalu berjalan. Padahal pada kenyataannya terjadi proses dopping (penggantian cone benang). Dapat disimpulkan bahwa sistem CPM telah dapat digunakan untuk mengetahui efisiensi kerja mesin dan hasil produksi secara otomatis.Kata kunci: counter production monitoring, encoder gear, Inductive Proximity Sensor, mikrokontroler, personal komputer. ABSTRACTA Counter Production Monitoring (CPM) system was implemented to calculate automatically a machine speed, a production speed and a total production. This system was employed on a spinning machine in a textile industry to know machine efficiency and a number of thread productions. The system consists of some microcontroller-based hardware and software modules to detect machine rotation. Inductive proximity sensor and encoder gear were installed with a rotary machine shaft in 1 mm distance. A number of machine rotation was calculated from the number of pulses that detected by sensor for a certain time duration. Microcontroller calculated three production values and displayed on LCD by controlling three different push buttons. Subsequently, the data transferred to PC via serial communication to be displayed on PC. From three days testing, the system showed a different result of 0.35-0.4 HANK total production between CPM system and manual procedure using Tachometer. The different was due to the machine was assumed still working during dopping (change thread cone) process in the manual procedure. As a conclusion, CPM system can be used to know the machine efficiency and the number of thread production automatically.Keywords: counter production monitoring, encoder gear, Inductive Proximity Sensor, microcontroller, personal computer.