Sayid Mataram
Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa Dan Desain, Universitas Sebelas Maret, Jl. Ir. Sutami 36A, Surakarta, 57126, Indonesia

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perkembangan Wayang Alternatif di Bawah Hegemoni Wayang Kulit Purwa Bedjo Riyanto; Sayid Mataram
PANGGUNG Vol 28 No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v28i1.440

Abstract

AbstractPuppet as a creative product is often interpreted narrowly only in the art of wayang purwa performances which is in the evolutionary span of many centuries has shown its most adaptive ability. Hegemony of a puppet, as one of Javanese's most valuable cultural creativities, on the other hand, has a negative impact on the evolution of Javanese culture itself. The process of wayang refinement, as a classical art in the exclusive cultural sites of the palace, at the same time, faced challenges from the outside which has brought the puppet a popular cultural product categorised as 'kitch' which was considered merely as an invaluable art. The emergence of contemporary puppet works from Indonesian artists signifies the development of movement in the effort to interpret, explore, and develop traditional puppet art entering the wider field of arts so that puppet art does not become a static art.Keywords: alternative puppet, hegemony, shadow puppet PurwaAbstrakWayang sebagai suatu produk kreatif sering ditafsirkan secara sempit hanya pada seni pertunjukan wayang Purwa yang dalam rentang evolusi berabad-abad paling menunjukkan kemampuan adaptifnya. Hegemoni seni pewayangan, sebagai salah satu produk kreativitas budaya Jawa paling adiluhung, pada sisi lainnya berdampak negatif pada evolusi kebudayaan Jawa itu sendiri. Proses refinement wayang, sebagai seni adiluhung klasik dalam kantung-kantung budaya ekslusif kraton dalam saat yang sama mendapat, tantangan dari luar yang membuat seni pewayangan menjadi produk budaya populer yang bersifat kitch yang dianggap hanya sekadar hiburan yang tidak bernilai. Kemunculan karya wayang kontemporer dari para seniman Indonesia menandakan adanya gerak perkembangan di dalam usaha menafsirkan, mengeksplorasi, dan mengembangkan seni pewayangan tradisional memasuki medan kesenian yang lebih luas sehingga seni pewayangan tidak menjadi seni yang beku.Kata kunci: wayang alternatif, hegemoni, wayang kulit Purwa  
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL UMKM KWADUNGAN JAVA COFFEE TEMANGGUNG SEBAGAI UPAYA STRATEGI PEMASARAN Vita Hadiana; Sayid Mataram
Jurnal Grafis Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Grafis Volume 4, Nomor 2
Publisher : Universitas Catur Insan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi besar UMKM kopi di Temanggung sering kali terhambat oleh lemahnya identitas merek dan visual yang kurang menarik. Penelitian ini bertujuan merancang identitas visual Kwadungan Java Coffee sebagai strategi pemasaran untuk memperkuat citra merek dan daya saing. Masalah utama terletak pada desain logo dan kemasan yang tidak konsisten serta kurang merepresentasikan karakter produk. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Design Thinking (empathize, define, ideate, prototype, dan test). Tahap ideate didukung metode AISAS untuk menyusun strategi visual yang berorientasi pada perilaku konsumen. Hasil perancangan mencakup logo baru, sistem warna hangat (cokelat dan oranye), serta tipografi Bodoni Moda SC dan Montserrat. Luaran utama berupa Graphic Standard Manual (GSM) sebagai pedoman resmi penggunaan elemen grafis guna menjamin konsistensi citra profesional pada berbagai media, seperti kemasan dan media sosial. Rebranding ini diharapkan meningkatkan pengenalan merek dan kepercayaan konsumen terhadap keaslian produk lokal. Kata Kunci : Identitas Visual, UMKM, Kwadungan Java Coffee, AISAS, Graphic Standard Manual.
Illustrated Book Design as Waste Education for Children Aged 7-9 Years in Semarang City Sayid Mataram; Zahra Luthfi Karunia Afanin
TAMA: Journal of Visual Arts Vol. 1 No. 2 (2023): TAMA: JOURNAL OF VISUAL ART VOLUME 1 NO.2 DECEMBER
Publisher : Faculty Of Arts and Design Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61405/tama.v1i2.730

Abstract

Garbage problems are common in Indonesia. The amount of waste disposed of in landfills is increasing every year. The waste problem is caused by a lack of public awareness regarding waste management. Therefore, it is necessary to educate the public to increase awareness of the environment. Education about environmental care given early on can prevent bad things that might happen in the future. The problem in this research is how to educate children to increase awareness of the environment using the educational media of illustrated books. This descriptive qualitative research refers to the ADDIE research model to create illustrated book media as an educational solution to waste problems. With educational media illustrated books that have been designed, children can understand the types of waste and get an education about waste. Waste that is disposed of is properly and correctly segregated for each type. Illustrated books have proven effective as educational media for children aged 7-9 years as evidenced by the ease with which children understand the types and sorting of waste Keywords: Education, Waste Management, Children, Illustrated Books
PERANCANGAN GUIDEBOOK “PENDAKI GUNUNG” SEBAGAI MEDIA PANDUAN AKTIVITAS DAN KESELAMATAN PENDAKIAN DI INDONESIA Muhammad Iqbal Rizki Ahdiyat; Sayid Mataram
TUTURRUPA Vol 8, No 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tuturrupa.v8i2.12179

Abstract

Perkembangan fesyen di kalangan masyarakat dunia maupun dalam negeri terus berlangsung seiring dengan waktu. Masyarakat Indonesia kini lebih memilih atau lebih tertarik pada gaya berpakaian a la kebudayaan asing. Meskipun demikian, penggabungan fesyen tradisional dengan fesyen modern belakangan juga disebut menjadi tren. Salah satu pakaian tradisional yang umum ditemui di Indonesia adalah batik. Salah satu perpaduan fesyen yang seringkali dilakukan oleh Gen Z adalah tentang bagaimana memadukan unsur tradisional dengan pakaian modern. Namun, tidak semua generasi Z memiliki pengetahuan mengenai batik, seperti jenis-jenis batik, arti, filosofi, dan fungsi batik. Berdasarkan fenomena tersebut muncul keresahan mengenai bagaimana upaya meningkatkan pengetahuan mengenai dasar penggunaan batik, khususnya kepada generasi Z, sebagai bagian dari trend fesyen sehingga mampu meningkatkan minat terhadap kekayaan budaya Indonesia. Guna memfasilitasi upaya tersebut maka perlu dirancang suatu media yang dapat menyampaikan, untuk itu dipilih media berupa coffee table book. Metode dalam penelitian ini merupakan jenis Design and Development Research yang fokus pada perancangan dan penelitian pengembangan bersifat analisa awal sampai akhir berupa planning, production, and/or evaluation (PPE). Coffee table book yang memuat materi edukasi sekaligus hiburan tersebut akan menghasilkan sesuatu dalam benak pembaca, yaitu kepedulian terhadap material fesyen nusantara yang dimulai dari penggunaan batik sebagai salah satu elemennya.