Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KEPEMILIKAN SERTA PEMBENTUKAN MODAL SOSIAL OLEH WISATAWAN DALAM MEMILIH HOUSE OF SAMPOERNA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA Asnurul Novia Narendra; Sri Kusuma Habsari; Deny Tri Ardianto
Jurnal Pariwisata Pesona Vol 4, No 1 (2019): Edisi Juni 2019
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1858.509 KB) | DOI: 10.26905/jpp.v4i1.2503

Abstract

Everyone has social capital. Social capitals own by founding community of tourist locations and tourists. This study aims to prove the influence of social capital that is owned by each individual who then encourages them to choose House of Sampoerna  as a tourism attraction and tourism place. Furthermore, this study also looks at how changes in social capital tourists have after visiting the House of Samporna. The study used the voices of 10 tourism of House of Samporna Surabaya. The results of the study answer the research objectives and find that social capital does not only function as a driver of preservation of tourist culture and tourist attraction by tourist founders, but also as a driver for people to decide on tourist destinations. In addition, through the social capital that is owned, the turism will get new relationships, new experiences, new knowledge, or the new work that the writer call as new social capital. That social capital is able to become additional social capital to sustain life in the future.
Digital Flipbook Empowerment as A Development Means for History Learning Media Muhammad Abror A; Nunuk Suryani; Deny Tri Ardianto
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.552 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v8i2.24122

Abstract

The purpose of this research was to help empower the atmosphere and climate of learning students who had different learning styles with the prior generation by using a digital-based instructional media such as digital flipbook. The research methods used were Research and Development, ADDIE model. Data collection obtained through interviews, questionnaires or questionnaires with direct observation. The data analysis technique used was an Independent sample test of hypothesis testing via SPSS version 26. The objects of the research were 11th grade students of Public High School 1 Dagangan, academic year 2019/2020. The results of the research development of digital flipbook learning media on the effectiveness test stage through post-test of the control class and the experimental class showed the mean difference or the average grade of the experimental class (XI Social Sciences 2) 91.6 and grade control (XI Social Sciences 1) 83.5. Thus, digital flipbook learning media that have been developed have succeeded in gaining a significant increase in students' grades as well as succeeding as delivering information media to students in the classroom.
Pelatihan Fotografi Dasar untuk Peningkatan Potensi Profesional Siswa Jurusan Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Gemolong Deny Tri Ardianto
Abdi Seni Vol 12, No 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v12i2.3922

Abstract

Fotografi dalam perkembangannya menjadi sebuah kebutuhan penting dalam kehidupan manusia. Penguasaan kompetensi fotografi sangatlah penting sebagai salah satu modal dalam mengembangkan kompetensi keahlian multimedia. Fotografi merupakan keahlian yang penting dikuasai oleh siswa SMK jurusan Multimedia karena bidang tersebut dapat dikembangkan secara profesional, bahkan sebelum lulus dari jenjang sekolah. Program Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen S1 Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Grup Riset Desain dan Media Baru, bertujuan untuk mengadakan “Pelatihan Fotografi Dasar untuk Siswa Jurusan Multimedia di SMK Muhammadiyah 3 Gemolong”. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Siswa Jurusan Multimedia SMK Muhammadiyah 3 Gemolong memiliki wawasan tentang perkembangan dunia fotografi serta pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang fotografi untuk mendukung kompetensi kejuruan bidang keahlian multimedia.
Onomatopoea sebagai Pembuka Signifikasi Teks dalam Komik Tintin Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney versi Terjemahan Bahasa Indonesia Deny Tri Ardianto; Dwi Susanto; Sayid Mataram
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 33 No 2 (2018): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v33i2.349

Abstract

Komik Tintin memperlihatkan onomatopoea yang dimanfaatkan untuk memperjelas makna. Onomatopoea memberikan “celah” sebagai pembuka makna teks dengan melihat gagasan yang lain dalam teks. Pembacaan yang dilakukan atas onomatopoea adalah pembacaan dekonstruksi. Masalah utama dari hal itu adalah apakah makna dalam teks dengan mendasarkan pada bagian terpinggir dari teks seperti onomatopoea. Objek material dari tulisan ini komik terjemahan dari Tintin edisi Petualangan Tintin Penerbangan 714 ke Sidney. Objek formalnya adalah makna dari teks Tintin. Data yang digunakan adalah onomatopoea dalam teks, gagasan yang muncul dari teks, isi cerita dan lain-lain. Teknik interpretasi data dilakukan dengan mendasarkan pada prosedur pembacaan dekonstruksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa onomatopoea menjadi pembuka makna teks melalui serangkaian oposisi seperti onomatopoea versus narasi teks, onomatopoea versus visual, dan narasi teks versus visual. Onomatopoea mengikat sekuen sebelum dan sesudahnya dan meluruhkan narasi teks serta visual yang “tidak penting” disekitar onomatopoea. Gagasan interteks yang muncul adalah melanjutkan proyek rasionalisme, bias kolonial dan keunggulan ras, serta meluruhnya gagasaan tersebut melalui kritik atas materialisme. Hal itu ditunjukkan melalui teks-teks petualangan, konflik ideologis, hingga hero yang super seperti pada era Romantisme Eropa.Tintin comic utilizes onomatopoeia to clarify meaning. Onomatopoeia gives a "window" as an opening to the meaning intended in the text by relating to other context in it. Onomatopoeia reading is a deconstructive reading. The main problem of this type of reading is whether the meaning in the text is based on the marginalized part of the text such as onomatopoeia. The material object of this paper is a comic translation of Tintin's Adventure entitled Tintin Flight 417 to Sidney. The formal object of this paper is the meaning of the text in the comic. The data of this research are onomatopoeia in the text, ideas that arise from the text, and the content of the story. Data interpretation technique was conducted according to deconstruction reading procedure. The results show that onomatopoeia clarify the meaning of the text through a series of oppositions such as onomatopoeia versus text narrative, onomatopoeia versus visual, and text narrative versus visual. Onomatopoeia binds the previous and following sequences and sheds the "unecessary" visuals and narrative texts around it. The intertextual ideas that arise are issues related to rationalism, colonial bias and racial superiority, and the dissolve of those ideas due to criticisms of materialism. These are shown through the texts of adventure, ideological conflict, and super hero characteristics like commonly presented in the era of European Romance.
Aplikasi Teknologi Augmented Reality dalam Meningkatkan Kuantitas Konten Caption display Koleksi Artefak Etnografi Museum Panji Jonathan Pramana; Deny Tri Ardianto; Erandaru Erandaru
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 36 No 2 (2021): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v36i2.1470

Abstract

Museum masa kini memiliki salah satu fungsi sebagai sumber pengetahuan yang relevan dengan artefak yang ditampilkan. Caption yang menyertai artefak merupakan salah satu media yang sering digunakan museum dalam memenuhi fungsi tersebut, tetapi karakter fisik dari caption menjadi keterbatasan dalam mengkomunikasikan materi secara lebih terinci dan kurang mampu membentuk relasi interaktif dengan pengunjung, sehingga informasi yang ditampilkan kurang berfungsi optimal sebagai pengetahuan. Teknologi Augmented reality (AR) memungkinkan tersajinya konten multimedia melalui berbagai modalitas komunikasi dan meningkatkan kuantitas dan kualitas informasi. Tetapi di sisi yang lain, aplikasi teknologi ini juga membutuhkan teknis pendekatan komunikasi yang berbeda dibanding media cetak. Karakter teknologi ini memungkinkan hadirnya interaksi yang dapat digunakan sebagai strategi gamifikasi sebagai usaha untuk membangun kedekatan emosional dan relevansi antara pengunjung dan artefak, sehingga informasi yang disajikan dapat bermanfaat sebagai sumber pengetahuan bagi pengunjung. Artikel ini memaparkan permasalahan caption display pada artefak koleksi etnografi Museum Panji berdasar temuan penelitian dengan metode deskriptif, serta menawarkan pendekatan solusi permasalahan melalui integrasi teknologi augmented reality.
Dadi Jeksa; Adaptation of Serat Jayengbaya to Dance Film Deny Tri Ardianto; Bedjo Riyanto; Sayid Mataram; Mohd Asyiek Mat Desa
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 37 No 4 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v37i4.2113

Abstract

As a law enforcement officer, a prosecutor plays an important role in investigating a case or prosecuting a suspect. However, in recent years, several prosecutors were found involved in a number of corruption cases in Indonesia. This phenomenon is not a new one. In Serat Jayengbaya written by R.Ng. Ronggowarsito, especially in the song Dadi Jeksa, the behavior and life of prosecutors in the past are depicted as a profession full of intrigue and manipulation. This phenomenon inspired the making of a dance film adapted from Dadi Jeksa song. Using a Research and Development (RnD) approach, this film was designed to use movements based on contemporary dance as a means of its story telling. This film represents the culture and perspective of the Indonesian people in viewing legal issues. After the film was presented at various festivals and exhibitions, positive responses were obtained from various parties. The appreciation received mainly focused on the film’s creative storytelling and visualization in presenting a depiction of law enforcement dynamics in Indonesia.
Pelatihan Pembuatan Video Ajar Berbasis Green Screen Untuk Guru SMK Muhammadiyah 3 Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah Sayid Mataram; Deny Tri Ardianto; Arif Ranu Wicaksono; Anugrah Irfan Ismail; Rudy Wicaksono Herlambang
Segara Widya : Jurnal Penelitian Seni Vol. 10 No. 2 (2022): Nopember
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.542 KB) | DOI: 10.31091/sw.v10i2.2152

Abstract

Inovasi pembelajaran merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Video pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang fleksibel dan mendukung pembelajaran luring dan daring. Guru perlu menguasai pengetahuan dan kompetensi dalam memproduksi media ajar yang efektif dan menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar. Salah satu teknologi yang digunakan untuk membuat video ajar yang menarik adalah menggunakan teknik green screen yang sudah lazim digunakan di dunia perfilman. Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Dosen S1 Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Grup Riset Desain dan Media Baru, bertujuan untuk mengadakan “Pelatihan Pembuatan Video Ajar Berbasis Green Screen Untuk Guru SMK Muhammadiyah 3 Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah”. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Guru SMK Muhammadiyah 3 Gemolong memiliki wawasan tentang perkembangan dunia videografi serta pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang videografi khusunya tentang teknik green screensebagai pendukung pembuatan video pembelajaran.
Inovasi Media Elektronik Modul (E-Modul) bagi Anak Usia Dini: Studi Analisis Kebutuhan Felani Henrianti Priyono; Leo Agung Sutimin; Deny Tri Ardianto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.2881

Abstract

Optimalisasi TIK ini sangat diperlukan sehingga dapat menciptakan suatu iklim belajar yang interaktif, dinamis dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang penggunaan e-modul sebagai inovasi media pembelajaran berbasis TIK dalam rangka studi analisis kebutuhan untuk proses pengembangan media belajar bagi anak usia dini. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas TK B dengan jumlah 82. Metode pengumpulan yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas wawancara dan survey yang diikuti dengan angket, dan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Analisis data dilakukan empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran saat ini masih memanfaatkan lembar kerja siswa, minim penggunaan media pembelajaran yang interaktif, hasil penelitian juga berhasil mengidentifikasi bahwa e-modul sebagai salah satu jenis media pembelajaran berbasis TIK memiliki peluang untuk dapat dimanfaatkan ke dalam proses belajar, khususnya pada jenjang Taman Kanak – Kanak (TK).
Onomatopoeia: When Sound Is Seen Deny Tri Ardianto; Sayid Mataram; Anugrah Irfan Ismail; Arif Ranu Wicaksono
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 38 No 1 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v38i1.2220

Abstract

Phonogram is a visual element in comics that represents the existence of sound. Together with picture elements, they both create a construction that is governed by a narrative. As a manifestation of sound, phonogram’s existence also delivers a message in the form of signs. By using a semiotic approach, this study seeks to identify the nature of the phonogram, its function, and the way it is produced and perceived. Symbolic messages are created to dramatize comics. Because of phonogram’s nature that imitates stereotypes in the real world, comic artists lead the reader to agree on the false reality presented in comic works. Phonogram’s creation requires two step interpretations, namely interpretation of sound and interpretation of visualization. The form of expression on the phonogram is not universal, because it refers to certain cultural stereotypes.
The Innovation of Democratic Education: The Development of Learning Approach Based on the Sutan Syahrir’ Thought to Strengthen Students’ Democratic Attitude Adi Setiawan; Sariyatun Sariyatun; Deny Tri Ardianto
Yupa: Historical Studies Journal Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.867 KB) | DOI: 10.30872/yupa.v2i2.121

Abstract

In the recent years, the topic of democracy has become important issues for Indonesian society. The designed curriculum and learning practices should be integrated with the thoughts of our founding fathers that reflect the values of democratic attitude. Sutan Syahrir as one of our founding fathers who gave his thoughts in settling the new direction about the democratic state after the Indonesian independence. Sutan Syahrir explains the concept of humanism in the freedom, equality, collectivity, the equality between right and responsibilities. The discussion of Sutan Syahrir’s thoughts can be extended to the issues of contemporary education. The authors argue that Sutan Syahrir’s thought can be used to develop the innovative learning based on the values of democracy. This article aims to give a conceptual framework of innovative learning about the Sutan Syahrir’s thought to improve the students’ democratic attitude.