Enok Wartika
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Model Rekam Jejak Ritual Ngabubur dalam Film Dokumenter Yanti Heriyawati; Enok Wartika; Apip -
PANGGUNG Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.792 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.151

Abstract

ABSTRACT This study describes how the ngabubur ritual is represented into a documentary film. The factual data of Ngabubur ritual is collected through ethnographic methods. In terms of methods, the film was made through some stages: designing, researching, shooting, editing and finishing. Ngabubur is an annual ritual of Rancakalong society as a form of Sukur Bumi, an act of gratitude from agricultural products that have been enjoyed by the community. The Film narrative is based on the actual event structures. The meaning given to the film is greatly influenced by the propriety and authenticity of its images. Keywords: documenter film, ngabubur, etnografi, and narrative  ABSTRAK Ritual ngabubur direpresentasi ke dalam bentuk film dokumenter. Data faktual ritual ngabubur dikumpulkan melalui metode etnografi. Secara metodis film dibuat melalui tahap perumusan design, research, shooting, editing, dan finishing. Ngabubur merupakan ritual tahun- an masyarakat Rancakalong sebagai bentuk sukur bumi, wujud syukur dari hasil bumi yang telah dinikmati oleh masyarakat. Naratif film dibuat berdasarkan struktur peristiwanya. Pemaknaan filmnya sangat dipengaruhi oleh kebenaran citra dan keotentikan dalam pe- nyajiannya. Kata kunci: film dokumenter, ngabubur, etnografi, dan naratif
Pembelajaran Seni Budaya Indonesia dalam Nuansa Interkultural Program Internasional “Darmasiswa” di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Enok Wartika; Yanti Heriyawati
PANGGUNG Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.425 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v24i3.121

Abstract

ABSTRACT STSI Bandung is one of the higher education institutions participating in the government’s pro- gram of international cultural promotion “Darmasiswa”. “Darmasiswa” is a program of cultural di- plomacy aims at improving cooperation with countries which have diplomatic relationships with Indo- nesia and promoting good image of Indonesia among people of other countries. This paper is a study of transfer process of art learning in the cultural diversity of the “Darmasiswa” participants. This study used a qualitative approach with the case study method. The complexities of multicultural interac- tion are found in the process. Those complexities include trans-cultural communication, international communication and cross-cultural communication. Multicultural arts learning process is delivered in a variety of learning methods. Attractiveness and uniqueness of the art teaching materials  is a force that can help to bridge any cultural differences among the participants of the international student program. Keywords: darmasiswa, intercultural communication, promotion, culture    ABSTRAK STSI Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam program promosi budaya internasional pemerintah “Darmasiswa”. “Darmasiswa” adalah pro- gram di bawah  diplomasi kebudayaan yang tujuannya untuk lebih meningkatkan hubungan kerja antar negara, sekaligus guna menanamkan image yang baik tentang Indonesia di mata dunia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap   proses penyelenggaraan program “Darmasiswa” dalam mentransfer pembelajaran seni Indonesia yang pesertanya memiliki ke- beragaman latar belakang budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Di dalam prosesnya ditemukan hal menarik yaitu kompleksitas interaksi multikultural  di antaranya; komunikasi interkultural, komunikasi internasional, dan komu- nikasi lintas budaya. Proses pembelajaran seni bernuansa multikultural ini telah memadukan berbagai metode pembelajaran. Daya tarik dan keunikan materi ajar kesenian,  diharapkan mampu membantu  menjembatani segala perbedaan budaya di antara mahasiswa internasi- onal. Kata kunci: Darmasiswa, komunikasi interkultural, promosi, budaya
Pembalikan Oposisi Biner Cerita Si Kabayan Ditinggal Kawin Pada Film Di Youtube Iwan Muhammad Ridwan; Yanti Heriyawati; Enok Wartika
PANTUN Vol 7, No 1 (2022): Ritual, Seni, dan Rekayasa Budaya
Publisher : Pascasarjana ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/pantun.v7i1.2036

Abstract

ABSTRACTThe figure of Si Kabayan has always been identified as a stupid, lazy but clever character who can always beat his rivals. However, his figure in a new genre film, namely a sketch film on youtube media, has a shift in character. Si Kabayan's bumpkin figure has been deconstructed into a Kabayan living in the city. Likewise, his stupidity has shifted into one who has religious values as the other side of the Si Kabayan character in the original story. Using Derrida's deconstruction analysis, it can be seen the symbols presented through the visual narration of the film entitled Si Kabayan Ditinggal Kawin published on Kampung Utan TV Youtube channel. The study was conducted through narrative and visual stories at the level of representational reality and ideology. The changes occuring in a number of visual narrative elements are seen as a form of rearranging the narrative of Si Kabayan's life in oral stories. Based on the results of the reading of the narrative in the film Kabayan Ditinggal Kawin, there is a reversal of the binary opposition hierarchy, namely; (1) reversal of the binary opposition hierarchy of smart and stupid, (2) reversal of the binary opposition hierarchy of men and women, (3) reversal of the binary opposition hierarchy of village and city.Keyword: si kabayan, binary opposition, filmABSTRAKSosok Si Kabayan selalu diidentikan dengan karakter pandir, pemalas namun cerdik yang sering kali bisa mengalahkan lawan-lawan dalam kehidupannya. Namun kemunculannya dalam film genre baru yakni film sketsa pada media baru youtube, sosok Si Kabayan telah mengalami pergeseran karakter dalam bentuk pembalikan oposisi biner. Sosok Si Kabayan yang udik telah didekonstruksi menjadi Kabayan yang tinggal di kota. Begitu juga dengan kepandirannya telah bergeser pada jiwa yang mimiliki nilai religius sebagai sisi lain dari tokoh Si Kabayan dalam cerita asalnya. Melalui analisis dekonstruksi Derrida nampak simbol-simbol yang dihadirkan melalui narasi visual dari film yang berjudul Si Kabayan Ditinggal Kawin pada channel youtube Kampung Utan TV. Kajian dilakukan melalui naratif cerita dan visual pada level reality representasional dan ideology. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam sejumlah unsur naratif visual terlihat sebagai bentuk penyusunan ulang dari narasi kehidupan Si Kabayan dalam cerita-cerita lisan. Berdasarkan hasil pembacaan terhadap narasi dalam film Kabayan ditinggal kawin, terdapat pembalikan hierarki oposisi biner yakni; (1) pembalikan hierarki oposisi biner pintar bodoh, (2) pembalikan hierarki oposisi biner laki-laki perempuan, (3) pembalikan hierarki oposisi biner kampung kota.Kata kunci: si kabayan, oposisi biner, film
Pembelajaran Seni Budaya Indonesia dalam Nuansa Interkultural Program Internasional “Darmasiswa” di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung Enok Wartika; Yanti Heriyawati
PANGGUNG Vol 24 No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i3.121

Abstract

ABSTRACT STSI Bandung is one of the higher education institutions participating in the government’s pro- gram of international cultural promotion “Darmasiswa”. “Darmasiswa” is a program of cultural di- plomacy aims at improving cooperation with countries which have diplomatic relationships with Indo- nesia and promoting good image of Indonesia among people of other countries. This paper is a study of transfer process of art learning in the cultural diversity of the “Darmasiswa” participants. This study used a qualitative approach with the case study method. The complexities of multicultural interac- tion are found in the process. Those complexities include trans-cultural communication, international communication and cross-cultural communication. Multicultural arts learning process is delivered in a variety of learning methods. Attractiveness and uniqueness of the art teaching materials  is a force that can help to bridge any cultural differences among the participants of the international student program. Keywords: darmasiswa, intercultural communication, promotion, culture    ABSTRAK STSI Bandung merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berpartisipasi dalam program promosi budaya internasional pemerintah “Darmasiswa”. “Darmasiswa” adalah pro- gram di bawah  diplomasi kebudayaan yang tujuannya untuk lebih meningkatkan hubungan kerja antar negara, sekaligus guna menanamkan image yang baik tentang Indonesia di mata dunia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap   proses penyelenggaraan program “Darmasiswa” dalam mentransfer pembelajaran seni Indonesia yang pesertanya memiliki ke- beragaman latar belakang budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Di dalam prosesnya ditemukan hal menarik yaitu kompleksitas interaksi multikultural  di antaranya; komunikasi interkultural, komunikasi internasional, dan komu- nikasi lintas budaya. Proses pembelajaran seni bernuansa multikultural ini telah memadukan berbagai metode pembelajaran. Daya tarik dan keunikan materi ajar kesenian,  diharapkan mampu membantu  menjembatani segala perbedaan budaya di antara mahasiswa internasi- onal. Kata kunci: Darmasiswa, komunikasi interkultural, promosi, budaya
Model Rekam Jejak Ritual Ngabubur dalam Film Dokumenter Yanti Heriyawati; Enok Wartika; Apip -
PANGGUNG Vol 23 No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v23i4.151

Abstract

ABSTRACT This study describes how the ngabubur ritual is represented into a documentary film. The factual data of Ngabubur ritual is collected through ethnographic methods. In terms of methods, the film was made through some stages: designing, researching, shooting, editing and finishing. Ngabubur is an annual ritual of Rancakalong society as a form of Sukur Bumi, an act of gratitude from agricultural products that have been enjoyed by the community. The Film narrative is based on the actual event structures. The meaning given to the film is greatly influenced by the propriety and authenticity of its images. Keywords: documenter film, ngabubur, etnografi, and narrative  ABSTRAK Ritual ngabubur direpresentasi ke dalam bentuk film dokumenter. Data faktual ritual ngabubur dikumpulkan melalui metode etnografi. Secara metodis film dibuat melalui tahap perumusan design, research, shooting, editing, dan finishing. Ngabubur merupakan ritual tahun- an masyarakat Rancakalong sebagai bentuk sukur bumi, wujud syukur dari hasil bumi yang telah dinikmati oleh masyarakat. Naratif film dibuat berdasarkan struktur peristiwanya. Pemaknaan filmnya sangat dipengaruhi oleh kebenaran citra dan keotentikan dalam pe- nyajiannya. Kata kunci: film dokumenter, ngabubur, etnografi, dan naratif