Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE PRESERVATION OF DAYAK SUANG ENSILAT LANGUAGE IN DUSUN NANGA ENTIBAB DESA NANGA DANGKAN KECAMATAN SILAT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Elia Supranila; Yokie Prasetya Dharma; Herpanus Herpanus
Journal of English Educational Study (JEES) Vol 1, No 2 (2018): November Edition
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.59 KB) | DOI: 10.31932/jees.v1i2.330

Abstract

The preservation of the Dayak Suang Ensilat language in the Dusun Nanga Entibab on the family environment is still maintained, besides it is also seen in the language use in the workplace environment, shop / market environment, youth environment, parents' environment, church environment, traditional ceremonies and environment the village used the Dayak Suang Ensilat language when communicating. The researcher found that there were three factors that influenced the Dayak Suang Ensilat language, which were still maintained, namely, the factors of loyalty, pride and population. Keywords: Preservation, Dayak Suang Ensilat.
Pelatihan Keterampilan Berbicara Sri Astuti; Herpanus Herpanus; Tedi Suryadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i5.5853

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pelatihan dilaterbelakangi rendahanya keterampilan siswa berkomunikasi dengan sopan. Siswa lebih banyak menggunakan telpon genggam dari pada komunikasi langsung dengan lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada siswa agar terampil berkomunikasi secara sopan di lingkungan sosialnya. Metode yang digunakan adalah memberikan pelatihan prinsip-prinsip kesopanan dalam komunikasi terutama komunikasi kepada siswa SMP Nusantara Indah Sintang. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini dilakukan, siswa lebih terampil berkomunikasi secara sopan. Faktor penyebab kurangnya keterampilan berkomunikasi secara sopan, yaitu kurangnya pengetahuan siswa tentang prinsip-prinsip kesopanan dalam berkomunikasi, kurangnya kesadaran orang tua akan pendidikan di lingkungan keluarga, dan kurangnya pendidikan orang tua. Faktor ekonomi yang memaksa orang tua lebih fokus mencari nafkah dan kurang memperhatikan pendidikan anak, kemajuan ilmu pengetahuan yang menyebabkan anak diberi fasilitas yang dapat mengakses segala sesuatu dengan bebas tanpa kontrol orang tua, anal lebih banyak menggunakan telepon genggam sehingga kurangnya interaksi langsung/komunikasi langsung dengan orang tua. Dapat disimpulkan bahwa setelah mendapatkan pelatihan keterampilan berbicara, siswa lebih terampil dalam komunikasi dengan mengedapankan prinsip-prinsip kesopanan, baik berbicara dengan sesame siswa, berbicara kepada guru, serta berbicara dilingkungan tempat tinggalnya. Kata Kunci: Kesopanan, Komunikasi, Pelatihan ABSTRACT The training activity was motivated by the low skills of students to communicate politely. Students use cell phones more than direct communication with the surrounding environment. This activity aims to provide training to students to be skilled at communicating politely in their social environment. The method used is to provide training on the principles of politeness in communication, especially communication to students of SMP Nusantara Indah Sintang. The results obtained after this activity is carried out, students are more skilled at communicating politely. Factors causing the lack of polite communication skills, namely the lack of knowledge of students about the principles of politeness in communication, lack of parental awareness of education in the family environment, and lack of parental education. Economic factors force parents to focus more on earning a living and pay less attention to their children's education. Advances in science cause children to be given facilities that can access everything freely without parental control. Anal uses mobile phones more so that there is less direct interaction/communication with parents. It can be concluded that after receiving speaking skills training, students are more skilled in communication by prioritizing the principles of politeness, both talking to fellow students, talking to teachers, and speaking in their neighborhood. Keywords: Politeness, Communication, Training
PENGARUH MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA NYARING PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 PUTUSSIBAU KECAMATAN PUTUSSIBAU UTARA KABUPATEN KAPUAS HULU Herpanus Herpanus; Yusuf Olang
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2025): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v10i2.6129

Abstract

Keterampilan membaca nyaring sangat penting dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan minat baca. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) penerapan Model Numbered Head Together terhadap keterampilan membaca nyaring; (2) menganalisis pengaruh model Numbered Head Together; (3) mengeksplorasi respon siswa dalam penggunaan model Numbered Head Together terhadap keterampilan membaca nyaring pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Putussibau Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan bentuk penelitian quasi eksperimental design ( eksperimen semu) dan teknik pengumpulan data menggunakan; (1) teknik pengukuran; (2) teknik komunikasi tidak langsung. Analisis data menggunakan; (1)observasi; (2)soal tes; (4) angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; (1) Proses pembelajaran melalui penerapan Model Numbered Head Together pada materi membaca nyaring di kelas eksperimen berjalan dengan baik hasil observasi siswa kelas eksperimen pada pertemuan pertama 95,23% dan kedua 96,18% berkriteria sangat baik. (2)Terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan membaca nyaring siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu uji t-2 sampel. Oleh karena Thitung > Ttabel yaitu – 2,14 > 2,000247 maka Ha diterima dan Ho ditolak (3) Respon siswa setelah proses model Numbered Head Together pada materi membaca nyaring di kelas VIII SMP Negeri 4 Putussibau Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu. dengan kategori kuat yaitu 13,33% persentase 61% - 80% sehingga respon siswa baik Penelitian ini diharapkan meningkatkan kemampuan analisis, berfikir kritis, memecahkan masalah, menambah pengetahuan, semua pihak, baik siswa, guru, maupu sekolah. Penelitian ini dapat menjadi pijakan awal bagi penelitian selanjutnya yang ingin mendalami dunia pendidikan. Kata kunci: Model Numbered Head Togethe Keterampilan Membaca Nyaring