Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Senyawa Acetaminophen pada Spesimen Rambut Manusia Menggunakan Metode Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (Gc-Ms) Cantika Dewi Berliana Aprida; Erlangga Muhamad Prayuda; Febry Nola Odhia; Nadia Andriani; Putri Setya Tyasna; Regita Nailuvar; Syifa Dwi Andini
Syntax Idea Vol 4 No 5 (2022): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v4i5.1835

Abstract

Parasetamol adalah obat yang mengandung analgesik-antipiretik non opiod dan anti-inflamasi non steroid (AINS). Review jurnal ini memiliki tujuan berupa menganalisis dan mengetahui kandungan paracetamol (acetaminophen) bisa terdeteksi dalam sampel biologis rambut seorang pasien yang menjalani terapi pengobatan parasetamol dengan memakai metode Kromatografi gas-Spektrometri massa (GC-MS) serta Mengetahui seberapa besar pengaruh panjang rambut pada konsentrasi paracetamol (acetaminophen). Sampel biologis rambut manusia diperoleh dengan dua metode berbeda, dari sukarelawan dan 10 orang pasien yang menggunakan paracetamol. Parasetamol yang berada didalam rambut manusia diekstraksi menggunakan methanol, kemudian hasil ekstraksinya diderivatisasi dengan kandungan BSTFA yang tercampur dengan 1% TMCS dan tahap terakhir dianalisis memakai metode Kromatografi gas-Spektrometri massa (GC-MS). Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien yang telah mengkonsumsi paracetamol menunjukan bahwa pada sampel rambut mereka terdeteksi positif acetaminophen dalam bentuk acetaminophen-TMS. Bentuk acetaminophen-TMS dihasilkan sebagai hasil dari derivatisasi dengan BSTFA yang mengandung 1% TMCS. Pada sampel rambut dengan panjang 0-3 cm diperoleh konsentrasi 0,1761-0,3392 ng/mg sampel rambut, pada sampel rambut dengan Panjang 0-6 cm diperoleh konsentrasi 0,2081-0.4845 ng/mg sampel rambut dan pada sampel rambut dengan Panjang 0-10 cm diperoleh konsentrasi sebesar 0,2473-0,5782 ng/mg sampel rambut. Dari review jurnal ini menunjukkan senyawa acetaminophen dapat terdeteksi pada spesimen rambut manusia pada individu yang menjalani terapi acetaminophen, lalu pada perlakuan derivatisasi dapat mengoptimalkan hasil analisis acetaminophen pada spesimen rambut dan pada panjang rambut manusia dapat mempengaruhi konsentrasi senyawa acetaminophen dengan metode GC-MS.
Isolasi Senyawa Aktif Lignan dari Beberapa Tanaman Sekar Ayu; Adella Aisiyah; Diva rizqi salsabilla; Regita Nailuvar
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 4 No. 1 (2022): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.07 KB) | DOI: 10.59261/jequi.v4i1.65

Abstract

Penemuan berbagai senyawa obat baru dari bahan alam semakin memperjelas peran penting metabolit sekunder tanaman sebagai sumber bahan baku obat. Umumnya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi, yang bukan merupakan senyawa penentu kelangsungan hidup secara langsung, tetapi lebih sebagai hasil mekanisme pertahanan diri organisme. Makanan yang mengandung senyawa lignan seperti biji rami, wijen, bunga matahari, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Biji rami merupakan bahan makanan sumber yang mempunyai kandungan lignan paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan menentukan struktur molekul lignan yang terdapat dalam beberapa jenis tanaman atau buah-buahan seperti Biji Rami, Durian, Meniran, Tanaman Mahkota Dewa dan juga Daun Sirih. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan review terhadap artikel terkait pada jurnal internasional dan nasional. Berdasarkan studi referensi menunjukkan Biji rami, Durian, Meniran, Tanaman Mahkota Dewa dan Daun sirih sangat berpotensi dan prospektif sebagai jenis tanaman yang mengandung senyawa lignan. Tantangan yang sangat penting dalam pengembangan tanaman obat adalah kualitas yang konstan, pasokan bahan baku yang kontinyu dan khasiatnya terjamin.
Isolasi Senyawa Aktif Lignan dari Beberapa Tanaman Sekar Ayu; Adella Aisiyah; Diva rizqi salsabilla; Regita Nailuvar
Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik Vol. 4 No. 1 (2022): Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jequi.v4i1.65

Abstract

Penemuan berbagai senyawa obat baru dari bahan alam semakin memperjelas peran penting metabolit sekunder tanaman sebagai sumber bahan baku obat. Umumnya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi, yang bukan merupakan senyawa penentu kelangsungan hidup secara langsung, tetapi lebih sebagai hasil mekanisme pertahanan diri organisme. Makanan yang mengandung senyawa lignan seperti biji rami, wijen, bunga matahari, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Biji rami merupakan bahan makanan sumber yang mempunyai kandungan lignan paling tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan menentukan struktur molekul lignan yang terdapat dalam beberapa jenis tanaman atau buah-buahan seperti Biji Rami, Durian, Meniran, Tanaman Mahkota Dewa dan juga Daun Sirih. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan review terhadap artikel terkait pada jurnal internasional dan nasional. Berdasarkan studi referensi menunjukkan Biji rami, Durian, Meniran, Tanaman Mahkota Dewa dan Daun sirih sangat berpotensi dan prospektif sebagai jenis tanaman yang mengandung senyawa lignan. Tantangan yang sangat penting dalam pengembangan tanaman obat adalah kualitas yang konstan, pasokan bahan baku yang kontinyu dan khasiatnya terjamin.