Dwi Ardiana Setyawardhani
Scopus ID: 57000480300, Universitas Sebelas Maret

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemurnian Minyak Biji Kesambi (Schleichera oleosa) sebagai Bahan Baku Pembuatan Minyak Goreng Firda Dwita Putri; Aditya Surya Pratama; Fasha El Sauzsa; Dwi Ardiana Setyawardhani
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 2 (2021): : Volume 5 No 2 December 2021
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v5i2.54249

Abstract

ABSTRAK. Minyak biji kesambi (Schleichera oleosa) merupakan salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti minyak sawit dalam produksi minyak goreng karena kadar air dan bilangan peroksidanya yang lebih rendah. Namun, kandungan asam lemak bebas (FFA) dan asam sianida (HCN) yang tinggi dalam minyak biji kesambi memerlukan pemurnian lebih lanjut sebelum komersialisasi. Pada penelitian ini, proses pemurnian minyak biji kesambi dilakukan dengan teknik degumming, adsorpsi, dan netralisasi. Proses degumming dilakukan dengan menggunakan asam fosfat selama 20 menit. Selanjutnya dilakukan proses adsorpsi menggunakan zeolit 25% (b/b) selama 14 jam. Proses netralisasi selanjutnya dilakukan dengan natrium hidroksida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 32,87 g gum dihilangkan selama proses degumming. Uji asam pikrat membuktikan bahwa adsorpsi menggunakan zeolit mengurangi kandungan HCN, yang menunjukkan bahwa minyak yang diolah aman untuk dikonsumsi. Hasil pengujian FFA menunjukkan bahwa kadar FFA akhir untuk setiap proses berturut-turut adalah 7,25, 6,46, 6,21, 0,17%. Kajian ini mengungkap potensi minyak biji kesambi sebagai minyak goreng masa depan dengan meningkatkan kualitasnya sehingga dapat memenuhi Standar Nasional Indonesia. ABSTRACT. Kesambi seed oil (Schleichera oleosa) is one of the resources that can be utilized as an alternative to substitute palm oil in cooking oil production due to its lower moisture content and peroxide value. However, the high level of free fatty acid (FFA) and cyanide acid (HCN) contents in kesambi seed oil require further purification prior to commercialization.  In this study, the purification process of kesambi seed oil was carried out with degumming, adsorption, and neutralization techniques. The degumming process was conducted using phosphoric acid for 20 minutes. Afterward, the adsorption process was carried out using 25% (w/w) zeolite for 14 h. The neutralization process was subsequently performed with sodium hydroxide. The results showed that as much as 32.87 g of gum was removed during the degumming process. The picric acid tests verified that the adsorption using zeolite reduced the HCN contents, which indicates that the treated oil is safe to consume. The FFA test results showed that the final FFA content for each process was 7.25, 6.46, 6.21, 0.17%, respectively. This study unfolds the potential of kesambi seed oil as future cooking oil by improving its quality that can satisfy the Indonesia National Standard.
Pemanfaatan Cangkang Biji Nyamplung sebagai Penghasil Resin untuk Mengatasi Permasalahan Limbah Padat di CV Plantanesia Dwi Ardiana Setyawardhani; Mujtahid Kaavessina; Fadilah Fadilah; Sperisa Distantina; Endang Kwartiningsih; Yoseph Calasanctius Danarto; Aida Nur Ramadhani
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No 2 December 2022
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v6i2.66463

Abstract

ABSTRAK. CV Plantanesia merupakan industri penghasil minyak dari biji nyamplung (Calophyllum inophyllum) yang dikenal sebagai Tamanu oil. Minyak tersebut dijual sebagai bahan baku kosmetik untuk produk skin care dan obat tradisional seperti luka, penyakit kulit, rematik, minyak untuk urut maupun obat gatal. Produksi Tamanu oil menghasilkan limbah hasil pengepresan minyak dari bijinya yang berupa bungkil/ampas biji dan cangkang/kulit buah nyamplung. Limbah tersebut dihasilkan dalam jumlah besar dan belum dimanfaatkan sehingga hanya dibuang sebagai sampah dan dibakar. Cangkang biji nyamplung mengandung resin senyawa fenolik yang memiliki sifat antioksidan, anti inflamasi, anti kanker, dan anti mikroba sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan Tujuan pengabdian pada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan pengolahan limbah pengepresan minyak biji nyamplung, khususnya cangkang biji dan pengolahannya untuk menjadi resin. Kegiatan ini dilakukan di CV. Plantanesia yang berlokasi di Tasikmadu, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Pelatihan diberikan dalam bentuk penyuluhan, diskusi dan pelatihan pengambilan (ekstraksi) resin dari cangkang nyamplung. Proses ekstraksi resin dari cangkang nyamplung dan pengaturan kondisi optimal ekstraksi dilakukan terlebih dahulu melalui percobaan pendahuluan di Laboratorium Program Studi Teknik Kimia FT UNS. Hasil percobaan tersebut digunakan sebagai materi pelatihan. Penyampaian materi dilakukan melalui kunjungan, penyuluhan dan pelatihan pada pelaku usaha khususnya CV Plantanesia. Materi penyuluhan dikemas dalam modul dan dipraktekkan secara langsung di lokasi CV. Dari kegiatan ini, mitra memperoleh peningkatan wawasan akan pemanfaatan cangkang biji nyamplung. Produk resin yang dihasilkan diharapkan dapat bermanfaat sebagai produk samping yang bernilai jual tinggi untuk meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha, sekaligus dapat mengatasi masalah limbahnya. Kata kunci: cangkang biji nyamplung, resin, tamanu oilABSTRACT. CV Plantanesia is a home industry that produces nyamplung (Calophyllum inophyllum) seed oil known as Tamanu oil. The oil is usually used for skin care products and traditional medicines such as wounds, skin diseases, rheumatism, massage oil and itching medicine. Tamanu oil production leaves solid waste from the pressing process, which is cake/seed dregs and shells/skin of nyamplung fruit. This waste is generated in large quantities and has not been utilized, so it is only disposed of as garbage or just burned. Nyamplung seed shells contain resin phenolic compounds which is used as antioxidant, anti-inflammatory, anti-cancer and anti-microbial properties. It can be used for medical treatment. This project aims to provide training on processing waste nyamplung seed oil, especially the seed shells and their processing to become resin. This activity is carried out at CV. Plantanesia which is located in Tasikmadu, Jaten, Karanganyar. The project was implemented in various activities, such as counseling, focus group discussions and workshop for extracting resin from nyamplung shells. The resin extraction and optimization process condition were developed at the Chemical Engineering Laboratory, Faculty of Engineering, Sebelas Maret University. The experimental results are implemented in the workshop at the industry. From this activity, partners gain increased insight into the use of nyamplung seed shells. The resin product is expected to be useful as a high value by-product to increase the benefit of the industry, as well as to overcome the waste problem.Keywords: nyamplung seed shell, resin, tamanu oil
Solid-Liquid Equilibrium Study of Binary System Saturated Fatty Acid in Short Chain Alcohols Dwi Ardiana Setyawardhani; Difa Aulia Majid; Rudang Suryoadhi Suryatmoko Plawi
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 8, No 1 (2024): Volume 8, No 1 July 2024
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v8i1.80577

Abstract

Unsaturated fatty acids are potential to be used for preventing degenerative diseases and developing brain function in babies. Separation of unsaturated fatty acids from saturated fatty acids efficiently achieved by urea complexation fractionation method. It is considered to be the simplest, most efficient, and lowest cost method. This study aimed to optimize urea complexation for increasing PUFA concentrations by determining solid-liquid equilibrium data of saturated fatty acids in short chain alcohols. In this study, there were two types of short chain alcohol, methanol and ethanol, in various concentrations (99,7%; 95%; 88%; 76% w/w) towards the solubility of saturated fatty acids, palmitic and stearic acid (PA and SA). PA and SA dissolved in various concentrations of methanol and ethanol to get homogeneous solutions. When solid SFA disappeared by heating the solution, or first formed by cooling the solution, the temperature was determined as the solid-liquid equilibrium temperature. The results showed that the best composition of solvent within high solubility level is ethanol 95% and methanol 99,7% over palmitic acid because it can dissolve at room temperature and below 0.01 mole fraction.Keywords:Alcohol, Fatty Acid, Solid-Liquid Equilibrium, Solubility