Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Siswa Dengan Perilaku Pemilahan Sampah Di Smpn Kecamatan Bekasi Timur Milawati Anbarsari; Nur Asiah; Awaluddin Hidayat Ramli Inaku
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 19 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 19 No. 1, Januari 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.868 KB) | DOI: 10.31964/jkl.v19i1.306

Abstract

Waste segregation is an activity in handling waste by classifying waste according to the type originating from the source. Implementation of waste sorting activities later so that every school member does not dispose of garbage in the same container. However, there are still many students who have not disposed of trash according to their type, even though the school has provided organic, non-organic, hazardous and toxic (B3) waste bins in every corner of the school yard. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with waste sorting behavior at SMPN 18 Bekasi Timur District. This study used a cross sectional approach. The population and sample of this study were all students of class VII at SMPN 18 Bekasi Timur District with 420 students, the sample in this study were 120 students. The data source used is primary data with data collection methods in the form of interviews with a questionnaire instrument. The results of this study found that the knowledge of students at SMPN 18 Bekasi Timur District was in the low category of 53.3%, had a negative attitude of 55.8%, had good behavior in sorting waste 68.3% and the availability of facilities was inadequate for 71.7%. Bivariate analysis showed that there was no relationship between knowledge and waste sorting behavior (Pvalue 0.536), there was a relationship between attitude and waste sorting behavior (Pvalue 0.006) and there was no relationship between the availability of facilities and waste sorting behavior (Pvalue 0.075%). It is recommended that schools provide education about environmental health, especially the waste management program.
Efektiftas Stand Up Comedy Sebagai Media Peningkatan Pengetahuan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak) Nur Asiah; Julie Rostina; Nanny   Harmani
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v3i1.2517

Abstract

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi belum memadai. SDKI 2012 menyebutkan bahwahanya 35,3% remaja perempuan dan 31,2% remaja laki-laki usia 15 – 19 tahun yang mengetahui bahwaperempuan dapat hamil dengan satu kali berhubungan seksual. Stand Up Comedy merupakan bentuk senikomedi atau melawak yang disampaikan secara sederhana. Selain sebagai hiburan, Stand Up Comedy dapatdigunakan sebagai media informasi yang sangat komunikatif di masyarakat, dan dapat dipakai sebagaisarana untuk meningkatkan pengetahuan pada penontonnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiefektiftas metode Stand up Commedy sebagai media peningkatan pengetahuan tentang perilaku seksualberisiko pada remaja di RPTRA (Ruang Publik Terpadu Ramah Anak). Desain Penelitian adalah quasieksperimental. Populasi dan sampel adalah remaja di RPTRA. Kelompok kontrol penelitian ini adalahremaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Manunggal. Sedangkan kelompok kasusadalah remaja SMA usia 15 – 19 tahun yang beraktivitas di RPTRA Mawar. Keduanya berlokasi diJakarta Selatan. Analisis bivariat menggunakan Uji Paired sample t-test pada masing-masing kelompok.Selain itu, juga dilakukan uji t independen untuk melihat efektiftas metode ceramah dibandingkan denganmetoda Stand Up Comedy. Pretest pengetahuan antar kelompok tidak menunjukkan adanya perbedaanyang signifkan, nilai rata-rata kasus 55.4000 dan rata-rata kontrol 55.4467, artinya tingkat pengetahuansebelum perlakuan adalah setara pada masing-masing kelompok. Sedangkan uji statistik pada hasil posttestantar kelompok menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kelompok kontrol dengankelompok kasus yang mendapatkan penyuluhan dengan metode Stand Up Comedy. Upaya peningkatanpengetahuan dengan metode Stand Up Comedy lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seks Pranikah pada Remaja JakartaTahun 2020 Hanifah Rizti Aliyani; Nur Asiah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v7i1.7476

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penelitian pendahuluan yang menunjukkan bahwa siswapernahmelakukan aktivitas seksual. Peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMK X Jakarta Utara Tahun 2020. Desain penelitian yangdigunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober-Juni 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah 167 siswa SMK X Jakarta Utara yang diambil secara stratified random sampling.Data yang dikumpulkan merupakan data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Uji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan nilai p = 0,415,sikap dengan nilai p = 0,641, religiusitas dengan nilaip = 0,392, terpaan media porno dengan nilaip = 0,108, peran orang tua dengan nilai p = 0,000 dan peranteman sebaya dengan nilai p = 0,000.Sehingga dapat disimpulkan bahwa peran orang tua dan peran teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMKX Jakarta Utara tahun 2020.Disarankan agar orang tua dapat memberikan informasi tentang kesehatanreproduksi dan seksualitas sedini mungkin dan mengawasi anak dalam pergaulan. Kata Kunci : Perilaku, Seks Pranikah, Remaja
Faktor Konsumsi Tablet Tambah Darah Remaja Putri di SMA Negeri 2 Cileungsi Dhian Lubis; Mega Puspa Sari; Nur Asiah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.174

Abstract

Remaja putri rentan mengalami anemia akibat defisiensi zat besi. Untuk mengatasinya, pemerintah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) sesuai PERMENKES RI No. 88 Tahun 2014. Tujuan penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi konsumsi TTD pada remaja putri di SMA Negeri 2 Cileungsi tahun 2024. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan, perilaku, lama menstruasi, media, dukungan teman sebaya, dukungan orang tua, dukungan, tenaga kesehatan, dukungan guru dengan variabel konsumsi tablet tambah darah, penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan teknik sampling Non-Probability Sampling jenis quota sampling dengan analisis chi-square. Hasil menunjukan adanya hubungan konsumsi TTD dengan pengetahuan (p=0,039), sikap (p=0,000), dukungan orang tua (p=0, 022), tenaga kesehatan (p=0,021) dan dukungan guru (p=0, 044). Banyak remaja belum mengonsumsi TTD, sehingga diperlukan dukungan dari diri sendiri, keluarga, tenaga kesehatan dan guru. Pengetahuan, sikap, dan dukungan lingkungan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, mencegah anemia, dan memperbaiki kualitas hidup remaja putri.  
Faktor-faktor Berhubungan Kepatuhan Pasien Kontrol Paska Bedah Katarak Wilayah Kerja BKMM Cikampek Auliansyah Syahrul; Alib Birwin; Izza Suraya; Nur Asiah; Rony Darmawansyah Alnur; Sri Wahyuni Handayani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i6.242

Abstract

Patuh adalah suka menuruti (perintah), taat (perintah, aturan), kepatuhan (taat) sebagai tingkat pasien melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang sesuai dengan yang disarankan oleh dokter atau petugas kesehatan.  adalah suatu sikap atau perilaku seseorang yang sesuai dengan aturan, perintah, atau norma yang telah ditetapkan. Kepatuhan memiliki aspek motivasi dan kemauan dalam kontrol suatu layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan pasien dalam kontrol paska bedah katarak di wilayah balai kesehatan mata masyarakat di Cikampek. Metode penelitian yang digunakan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem sample jenuh. Populasi dalam penelitian pasien katarak di balai kesehatan mata masyarakat Cikampek sebanyak 38 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), dukungan keluarga (p=0,000). Sedangkan tidak ada hubungan antara jenus kelamin (p= 0,078), umur (p= 0,758), pendidikan (p=0.627), pekerjaan (p=0.351), jarak faskes (p=0.951). Berdasarkan hasil tersebut menujukan kesehatan perlu melibatkan keluarga dalam proses edukasi berupa konseling paska bedah katarak dan memberikan pemahaman tentang peran penting mereka dalam mendukung kepatuhan pasien.