Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VIII B Smp Negeri 3 Monta Muslimin Muslimin; Lisda Ramdhani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2489

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Penerapan Metode Discovery Learning dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada materi perangkat lunak pengolah kata di kelas VIII B SMPN 3 Monta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas atau (Classroom Action Researc). Hasil analisis menunjukkan; (1) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMPN 3 Monta Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 2,39. Pada siklus II 3,15. (2) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 3 Monta Tahun Pelajaran 2016/2017. Ketuntasan yang diperoleh pada siklus I sebesar 76,92%, siklus 92,3%, Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pada tiap-tiap siklus dan tercapainya ketuntasan belajar yang diharapkan.
MENERAPKAN KAHOOT! SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI TIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ardi Rahmawan; Muslimin Muslimin; Try Supryanto
Infomatika: Pendidikan Informatika Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/infotika.v3i1.639

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Transformasi digital memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih dinamis, adaptif, dan berbasis teknologi. Namun demikian, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu ironi yang terjadi adalah metode pengajaran mata pelajaran TIK yang masih bersifat konvensional, padahal materi ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Hal ini berdampak pada rendahnya keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses belajar. Untuk menjawab tantangan tersebut, inovasi strategi pengajaran menjadi penting, salah satunya melalui penerapan gamifikasi. Penggunaan platform Kahoot! sebagai alat pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi telah terbukti mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas Kahoot! dalam pembelajaran TIK di tingkat SMP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi yang lebih menarik dan efisien, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pengajaran TIK di sekolah.
PROFILL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATEMATIKA: ANALISIS NILAI KARAKTER DAN INTEGRASI TEKNOLOGI DI SMA Jusman Jusman; Muslimin Muslimin; Muhammad Yamin
Infomatika: Pendidikan Informatika Vol 5, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/infotika.v4i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran daring matematika di SMA, dengan meninjau hubungan antara nilai-nilai karakter dan integrasi teknologi pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah metode survei kuantitatif deskriptif yang dilengkapi data kualitatif dari observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 40 siswa dan guru matematika dari dua SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi siswa dan guru terhadap penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran daring matematika berada pada kategori sangat baik (rata-rata skor siswa = 4,36 dan guru = 4,53). Dimensi dengan skor tertinggi adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME (4,71) dan bernalar kritis (4,63), sedangkan dimensi mandiri memperoleh skor terendah (4,12). Integrasi teknologi pembelajaran menunjukkan tingkat penerapan tinggi–sangat tinggi (rata-rata siswa = 83%, guru = 90%), dengan pemanfaatan Learning Management System, media interaktif seperti GeoGebra dan Canva, serta platform kolaboratif seperti Padlet dan Jamboard. Analisis korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,71 (p 0,01), menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara integrasi teknologi dan penguatan karakter Pelajar Pancasila. Aspek bernalar kritis memiliki korelasi tertinggi terhadap media interaktif (r = 0,78), sedangkan kemandirian menunjukkan korelasi terendah (r = 0,52). Analisis kualitatif memperkuat temuan ini melalui empat tema utama: (1) internalisasi nilai religius dan etika akademik, (2) penguatan berpikir kritis berbasis teknologi visual, (3) gotong royong digital, dan (4) kreativitas berbasis digital.