Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VIII B Smp Negeri 3 Monta Muslimin Muslimin; Lisda Ramdhani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2489

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Penerapan Metode Discovery Learning dapat meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar pada materi perangkat lunak pengolah kata di kelas VIII B SMPN 3 Monta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas atau (Classroom Action Researc). Hasil analisis menunjukkan; (1) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII B SMPN 3 Monta Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I adalah 2,39. Pada siklus II 3,15. (2) Metode discovery learning (belajar penemuan) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP N 3 Monta Tahun Pelajaran 2016/2017. Ketuntasan yang diperoleh pada siklus I sebesar 76,92%, siklus 92,3%, Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pada tiap-tiap siklus dan tercapainya ketuntasan belajar yang diharapkan.
The Effectiveness of Using AI-Based Chatbots as Virtual Assistants in Programming Learning For Junior High School Students Imam Dudin; Lisda Ramdhani; Muslimin Muslimin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4.4013

Abstract

This study aims to measure the effectiveness of using Artificial Intelligence (AI)-based chatbots as virtual assistants in programming learning at SMP. The research method employed was a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group. The experimental group used AI-based chatbots, while the control group followed conventional learning. The results showed a significant improvement in the learning outcomes of students in the experimental group compared to the control group. Students' perceptions of chatbot usage also indicated positive responses, particularly in ease of use, learning motivation, and clarity of feedback. The use of chatbots effectively increased student engagement and facilitated adaptive independent learning. Therefore, AI-based chatbots are proven to be an innovative solution to support programming learning in junior high schools. This study contributes to the development of digital learning media relevant to the needs of digital native students.
MENERAPKAN KAHOOT! SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATERI TIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ardi Rahmawan; Muslimin Muslimin; Try Supryanto
Infomatika: Pendidikan Informatika Vol 4, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/infotika.v3i1.639

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Transformasi digital memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang lebih dinamis, adaptif, dan berbasis teknologi. Namun demikian, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), masih menghadapi berbagai kendala. Salah satu ironi yang terjadi adalah metode pengajaran mata pelajaran TIK yang masih bersifat konvensional, padahal materi ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21. Hal ini berdampak pada rendahnya keterlibatan dan antusiasme siswa dalam proses belajar. Untuk menjawab tantangan tersebut, inovasi strategi pengajaran menjadi penting, salah satunya melalui penerapan gamifikasi. Penggunaan platform Kahoot! sebagai alat pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi telah terbukti mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengevaluasi efektivitas Kahoot! dalam pembelajaran TIK di tingkat SMP. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran berbasis teknologi yang lebih menarik dan efisien, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pengajaran TIK di sekolah.
PROFILL PELAJAR PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN DARING MATEMATIKA: ANALISIS NILAI KARAKTER DAN INTEGRASI TEKNOLOGI DI SMA Jusman Jusman; Muslimin Muslimin; Muhammad Yamin
Infomatika: Pendidikan Informatika Vol 4, No 1 (2025): April 2025
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/infotika.v4i1.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran daring matematika di SMA, dengan meninjau hubungan antara nilai-nilai karakter dan integrasi teknologi pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah metode survei kuantitatif deskriptif yang dilengkapi data kualitatif dari observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 40 siswa dan guru matematika dari dua SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, persepsi siswa dan guru terhadap penerapan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran daring matematika berada pada kategori sangat baik (rata-rata skor siswa = 4,36 dan guru = 4,53). Dimensi dengan skor tertinggi adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME (4,71) dan bernalar kritis (4,63), sedangkan dimensi mandiri memperoleh skor terendah (4,12). Integrasi teknologi pembelajaran menunjukkan tingkat penerapan tinggi–sangat tinggi (rata-rata siswa = 83%, guru = 90%), dengan pemanfaatan Learning Management System, media interaktif seperti GeoGebra dan Canva, serta platform kolaboratif seperti Padlet dan Jamboard. Analisis korelasi Pearson menghasilkan nilai r = 0,71 (p 0,01), menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara integrasi teknologi dan penguatan karakter Pelajar Pancasila. Aspek bernalar kritis memiliki korelasi tertinggi terhadap media interaktif (r = 0,78), sedangkan kemandirian menunjukkan korelasi terendah (r = 0,52). Analisis kualitatif memperkuat temuan ini melalui empat tema utama: (1) internalisasi nilai religius dan etika akademik, (2) penguatan berpikir kritis berbasis teknologi visual, (3) gotong royong digital, dan (4) kreativitas berbasis digital.
Development of Science Learning Tools Based on Ethnoscience to Improve Students' Science Literacy and Environmental Awareness Firmansah Firmansah; Muslimin Muslimin; Ardi Rahmawan; Widia Widia
Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/literasi.v4i1.3748

Abstract

Science literacy is the ability to use scientific knowledge, identify questions, and draw conclusions based on evidence in order to understand and make decisions regarding natural phenomena. While environmental awareness is a change in thinking, attitudes, and behavior towards the surrounding environment, However, based on the results of observations and observations of phenomena that occur in society, environmental awareness is very low, and the conditions in the world of education lately are very concerning. So the purpose of this study is to develop science learning tools based on ethnoscience to improve science literacy and environmental awareness of students at the junior high school level. This study also involves students and lecturers carrying out activities outside the campus as part of the Main Performance Indicators of Higher Education. And supports SDGs, namely quality education and utilization of the environment and culture. The results of the pretest showed that the average student science literacy was 60, while the average score of environmental awareness was 55. This shows that students' understanding of the concept of science and environmental awareness is still relatively low before the implementation of ethnoscience-based learning. After the treatment was carried out, the results of the posttest using ethnoscience-based learning devices were obtained; there was an increase in the average score of scientific literacy to 80 and environmental awareness to 85. This increase shows the effectiveness of ethnoscience-based learning devices in improving students' scientific literacy and environmental awareness. Meanwhile, the results of student responses showed positive results with an average score of 4.5 on a scale of 1–5. Students stated that the material presented in ethnoscience-based learning devices was interesting, easy to understand, and relevant to everyday life.