Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN LEMBAGA KOPERASI DI KABUPATEN MUSI RAWAS Juliman Juliman
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 2 (2017): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.931 KB) | DOI: 10.32696/jp2sh.v2i2.61

Abstract

Tujuan Peneli dalam penelitian ini adalah untuk menemukan model pemberdayaanlembaga koperasi yang ada di lokasi penelitian, dengan menggunakan metode deskriptifdan analisis dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil wawancara,pengamatan, dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan teknik analisis data meliputitiga komponen analisis yaitu reduksi, sajian data, penarikan kesimpulan Miles danHuberman. Informan penelitian berjumlah 07 orang yang terdiri dari Kepala Bidang BinaUsaha Koperasi,. Kasi Organisasi dan Hukum, Kasi Diklat dan penyuluhan, Kasipengawasan koperasi, dan 03 Orang Staf. Data hasil penelitian adalah dari 730 unitlembaga koperasi di lokasi penelitian diketahui ada 152 unit lembaga koperasi tidak aktif.Data ini menunjukkan bahwa ternyata lembaga koperasi yang tidak aktif sebesar 11 %dari keseluruhan koperasi yang ada, yang dapat dijadikan tolok ukur untuk pemberdayaanLembaga Koperasi kedepan, yang dapat diukur dari aspek Perencanaan, Sosialisasi,hambatan dalam pemberdayaan Lembaga Koperasi, tingkat pendidikan dan pemahamanpengurus dan anggota koperasi, Sebaran lembaga koperasi, Sitem pengangkatan penguruskoperasi dan Anggaran.. Kegiatan pemberdayaan yang dilakukan sesuai dengan dataskunder yang diperoleh darilokasi penelitian, dilaksanakan mulai dari Tanggal 06 BulanMei sampai dengan Tanggal 22 Bulan Mei Tahun 2015 di palembang dan 07 bulanNovember sampai dengan 12 November 2015 yang terdiri dari 02 angkatan dilaksanakandi Hotel Sempurna Lubuklingga,. melalui sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman koperasiyang dilaksanakan oleh bagian bina lembaga koperasi dengan mengundang lembagalembagakoperasi dan dihadiri oleh utusan dari masing-masing koperasi yang diundang. Pemateri dalam kegiatan sosialisasi dari kepala bidang koperasi Provinsi SumateraSelatan, dan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA). Untuk peningkatan danPengembangan Jaringan Kerja Sama Usaha Koperasi, dilaksanakan melalui studibanding dengan lembaga-lembaga koperasi baik di dalam maupun di luar tempatpenelitian dan dilakukan kontrak kerjasama Hambatan terletak pada rasio antara pegawaibidang kelembagaan koperasi dengan sebaran dan jumlah lembaga koperasi yang adabelum seimbang, tingkat pendidikan dan pemahaman pengurus dan anggota lembagakoperasi masih lemah dan belum mencukupinya anggaran.
Pengaruh Program Bedah Rumah Terhadap Kelayakan Hunian di Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas Riedho Azis; Juliman Juliman; Muhammad Dimas Rizqi
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol 4, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v4i2.16471

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh program bedah rumah terhadap kelayakan hunian di Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Metode pengumpulan data yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan  Muara Beliti  berjumlah 8.375 orang. Sampel penelitian 99 orang yang diambil secara purposive random sampling yaitu dengan cara pengambilan sampel yang dilakukan secara acak. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Program Bedah Rumah (X) dan variabel terikat Kelayakan Kehunian (Y). Hasil Penelitian menunjukan T tabel = t (a/2;n-k-1), dimana  k adalah jumlah variabel bebas atau independen Progam Bedah Rumah (X) dan n adalah jumlah responden (99 orang). Maka menghasikan t tabel= (0.05/2 ; 99-1-1) = (0.025; 97). Angka ini menjadi acuan dalam untuk mencari nilai t tabel adalah sebesar 1.985. Diketahui nilai signifikan untuk pengaruh X terhadap Y adalah sebesar 0.259 0.05 dan nilai t hitung -1.135 t tabel 1.985 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Program Bedah Rumah (X) terhadap Kelayakan Hunian (Y). Perhitungan koefisien korelasi diperoleh besarnya nilai R (koordinasi terhadap Kelayakan Hunian) adalah 0,114, yang berarti sangat kuat hubungan antara variabel koordinasi terhadap kelayakan hunian menunjukan hubungan yang baik dan nilai korelasi positif sebesar 11,4%, Hubungan antara variabel Progam Bedah Rumah terhadap Kelayakan Hunian menunjukan hubungan yang baik dan nilai korelasi positif sebesar11,4%.  Abstract: This study aims to determine the effect of the home-improvement program on the feasibility of housing in Muara Beliti District, Musi Rawas Regency. The research method used was quantitative. Data collection methods included questionnaires, observation, and documentation. The population in this study was 8,375 people of Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) in Muara Beliti District. The research sample was 99 people taken by purposive random sampling. In this study, the independent variable was the Home Improvement Program (X) with indicators such as Indonesian Citizens, Low-Income Communities with fixed or irregular income, Families, owning land rights, Not yet owning a house or owning a house but not livable, Never received Housing Stimulant Assistance from the Ministry of Public Housing, people who wished to improve the quality of their homes and prioritize those empowered through the National Program for Community Empowerment (PNPM). The dependent variable involved Residential Feasibility (Y) with indicators such as security, health, comfort, beauty/compatibility/order, flexibility, and environmental criteria. The results showed that the effect of house renovation (X) on the feasibility of housing (Y) had a significant effect, which was 0.259 0.05. In addition, the relationship between the variables of the Home Improvement Program on Residential Feasibility showed a good relationship and a positive correlation value of 11.4%. With these findings, the house renovation program must continue to positively impact people who do not have uninhabitable homes to become livable.