Dinda Nuraini Maulfida
Prodi Teknik Pertanian, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KARAKTERISTIK MUTU EKSTRAK TEH PUTIH (Camellia sinensis) HASIL METODE MASERASI BERTINGKAT DENGAN PELARUT n-HEKSANA, ASETON 70% DAN ETANOL 96% Asri Widyasanti; Dinda Nuraini Maulfida; Dadan Rohdiana
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 8, No 4 (2019): Desember
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.375 KB) | DOI: 10.23960/jtep-l.v8i4.293-299

Abstract

Teh putih merupakan salah satu jenis teh yang memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan karena mengandung polifenol paling tinggi diantara jenis teh lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mutu ekstrak teh putih serta mengetahui nilai kandungan polifenolnya dengan menggunakan metode ekstraksi maserasi bertingkat. Pada proses ekstraksi, bubuk teh putih dicampurkan dengan tiga jenis pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang berbeda secara berturut-turut yaitu, n-heksana (non polar), aseton 70% (semi polar) dan etanol 96% (polar). Parameter yang diuji meliputi identifikasi bahan baku (kadar air, kadar abu serta kadar serat) dan mutu ekstrak (rendemen parsial, rendemen total, kadar sisa pelarut, warna, bobot jenis dan kadar polifenol). Hasil penelitian menyatakan pada pengujian identifikasi bahan baku sudah memenuhi RSNI 2014. Perbedaan jenis pelarut yang digunakan mempengaruhi nilai mutu ekstrak teh putih yang dihasilkan. Nilai polifenol tertinggi dihasilkan dari pelarut etanol 96% sebesar 17,551% sudah memenuhi RSNI 2014, sedangkan untuk pelarut n-heksana sebesar 5,704% dan pelarut aseton 70% sebesar 8,516% belum memenuhi RSNI 2014. Warna dari ketiga ekstrak berada pada kromatisitas kuning, merah dan kuning kemerahan.