Suprapti Indah Putri
Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MAKNA KEMISKINAN DALAM FILM PARASITE Suprapti Indah Putri; Putri Alda Arianto; Austin E.A Tumengkol
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i1.40

Abstract

Film Parasite mengisahkan tentang sisi lain kehidupan Korea Selatan dimana masih terdapat jurang kesenjangan sosial yang sangat terlihat. Di korea, orang-orang berfikir penting memiliki rumah dan mobil yang bagus, mungkin itu sebabnya banjiha digambarkan potret kemiskinan yang menentukan siapa mereka.‘Parasite’ juga memberikan tanda dalam bentuk fisik yaitu “bau”. Bau seolah membuat inti yang diulang-ulang pada film, dalam film anak keluarga Park mendekat ke Kim dan mencium bau yang sama dengan Choong Sook yang notabennya pembantu dirumahnya yaitu suami Kim, Kim yang mencoba menghilangkan bau tersebut,dan anak perempuannya berkata “ini bau apartemen, baunya tidak akan hilang kecuali kita meninggalkan tempat ini”. Film Parasite adalah film yang menggambarkan hidup sebagai pengangguran, rumah yang sempit, lingkungan orang miskin yang berbicara dan berprilaku, hidup yang dikejar-kejar hutang. Meski kebutuhan pokok mereka terpenuhi, perbandingan ekonomi mereka membuat mereka dikategorikan dengan miskin relatif. Film Parasite membawakan pesan dalam komunikasi massa yaitu dengan menggambarkan kemiskinan di Korea Selatan seperti apa adegan,setting dan dialognya. Film merupakan salah satu media massa yang selain menjadi media hiburan bisa menjadi media komunikasi dan membuat masyarakat bisa sadar bahwa film mengajarkan sebuah pelajaran yang bisa membuka mata banyak orang.
APPLICATION OF THE FREEDOM OF THE PRESS AND THE JOURNALISTIC CODE OF ETHICS Suprapti Indah Putri
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v3i2.45

Abstract

Media has always deliver the news to criticize harshly various government policies, thereby, it’s no wonder the reporters are often subjected to the action of a reign of terror from people who felt disadvantaged over the released news. This research aims to examine the application of the freedom of the press and the journalistic code of ethics and to study the attitute of WASPADA Online journalist regarding the applied free press and the journalistic code of ethics. In this study, I used a communication theory S-O-R model; Stimulus-Organism-Response, and also adopted the social responsibility theory and individual differences theory as its supporting theory. The researcher used the descriptive method and use the purposive sampling, whereby the researcher distributes questionnaires to 8 WASPADA Online reporters who have 2 years experiences. Based on the results, the WASPADA Online reporters argued that press freedom is a freedom that ensures journalists to express their opinion, facts, and to ensure the safety of the journalists while performing their coverage. Majority of the journalists agree with the existence of freedom of the press, but they still hold on to the Journalistic Code of Ethics, which will be their guide to be a professional journalist.
REPRESENTASI FEMINISME EMILY COOPER DALAM SERIAL “EMILY IN PARIS” DI NETFLIX Suprapti Indah Putri; Austin E.A Tumengkol; Citra Purwa Mentari
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v4i2.131

Abstract

Banyak Film yang mengangkat tema feminisme, dimana perempuan diwujudkan dalam sosok yang mandiri namun menemui berbagai kendala di masyarakat. Seperti karakter Emily Cooper dalam serial Emily in Paris yang tayang sejak 2020 lalu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan level realitas feminisme Emily Cooper dalam serial Emily in Paris, untuk menjelaskan level representasi feminisme Emily dan untuk menjelaskan level ideologi feminisme Emily. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika John Fiske yang di dalamnya terdapat tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi analisis teks serta studi literatur/kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama Serial Emily in Paris, Emily Cooper memiliki empat kategori feminisme yang mana kategori tersebut dibuat berdasarkan konsep feminisme yaitu feminisme dalam pengambilan keputusan, feminisme dalam konsep percaya diri, feminisme dalam intelektualitas, dan feminisme dalam kemandirian. Berdasarkan pengamatan peneliti, empat kategori feminisme yang dibuat berdasarkan konsep feminisme ke-empatnya memiliki andil yang sama. Tidak hanya satu kategori yang terlihat atau yang tampak berperan, semua kategori memiliki peran yang sama rata. Berdasarkan teori yang digunakan, teori semiotika John Fiske pada level realitas peneliti menggunakan kode penampilan, tata rias, kostum, perilaku, cara bicara, lingkungan dan ekspresi untuk menganalisis sequence dari serial Emily in Paris. Pada level representasi peneliti menggunakan teknik pengambilan gambar, suara dan dialog. Sedangkan pada level ideologi, ideologi yang direpresentasikan Emily adalah ideologi feminisme.
KOMPETENSI WARTAWAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME DI WASPADA ONLINE Austin Ernest Antariksa Tumengkol; Suprapti Indah Putri; Fachril Syahputra
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v4i1.133

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil penelitian dari peneliti untuk mencapai sebuah kajian untuk memperoleh sebuah fakta dari objek yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan penelitian terhadap judul ‘Kompetensi Wartawan Dalam Meningkatkan Profesionalisme di Waspada Online’. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran wartawan dalam menerapkan profesionalisme khususnya di Waspada Online. Penelitian ini tentang peran wartawan berkompetensi mengimplementasikan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dengan demikian, kita dapat melihat hasil Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang sudah diperoleh untuk diterapkan di dunia kewartawanan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian secara kualitatif deskriptif melalui prosedur-prosedur yang dilakukan dengan cara penelitian langsung ke objek penelitian dengan tahapan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menyimpulkan data yang dihasilkan melalui penelitian untuk dapat disimpulkan sebagai hasil penelitian terhadap 5 (lima) informan yang sudah ditentukan sesuai kriteria yang ditetapkan, yakni 3 (tiga) orang wartawan yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), 1 (satu) orang Redaktur Pelaksana serta 1 (satu) orang Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Sumatera Utara. Seorang wartawan harus paham dan taat pada Kode Etik Jurnalis (KEJ). Karena itu, wartawan harus memahami kaidah-kaidah profesionalisme sesuai bidangnya. Dengan kata lain, wartawan adalah seorang profesional dan sudah seharusnya mengikuti kaidah atau Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik guna menegakkan integritas dan profesionalisme. Berdasarkan kaidah-kaidah profesionalisme wartawan, maka dalam memberitakan suatu perisitiwa atau kejadian, pers dituntut untuk memberitakan secara berimbang. Hasil penelitian ini nantinya mampu dijadikan sebuah referensi untuk melihat secara langsung kriteria wartawan yang berkompetensi dalam melakukan tugas jurnalistik secara profesionalisme di tengah-tengah masyarakat.