Azmi Mustaqim
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Karakteristik Konselor Di Era Disrupsi: Upaya Membentuk Konselor Milenial Azmi Mustaqim
Konseling Edukasi : Journal Of Guidance and Counseling Vol 3, No 1 (2019): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v3i1.5540

Abstract

THE STUDY OF COUNSELORS’ CHARACTERISTICS IN THE ERA OF DISRUPTION: EFFORTS TO FORM MILLENNIAL COUNSELORS. This paper attempts to reformulate counselors’ characteristics in the era of disruption. The author tries to offer the idea of millennial counselors as a model of counselor characteristics based on millennial generation characteristics. The author believes that this is important because the development of internet technology causes changes in human life. McLuhan's technology determinism theory is used as a framework for deeper understanding that the discovery or development of communication technology was a factor which influence human culture. This study concludes that the reconstruction of the counselor’s characteristics in the disruption era is important since the differences of generations’ characteristics among humans separated by technological developments. The characteristics of millennial counselors include: having spirituality maturity, high sensitivity to technology, open-minded, respect, and tolerance, having freedom, high integrity, collaborative and innovative. These characteristics are not a perfect model but are dimensions of other characteristics that need to be achieved.Keywords: Counselor, Millennial Generation, Disruption Era
Kompetensi konseling multikultural: Menjadi pribadi melek literasi globa Azmi Mustaqim
ROSYADA: Islamic Guidance and Counseling Vol 1, No 1 (2020): Rosyada: Islamic Guidance and Counseling
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.149 KB) | DOI: 10.21154/rosyada.v1i1.2422

Abstract

Pengembangan literasi global tidak hanya cukup dengan kemampuan seseorangdalam membaca, menulis dan berhitung. Akan tetapi lebih dari itu, literasi globalmerupakan proses seumur hidup manusia yang berakar pada komitmen untukmenjalani kehidupan dengan cara menjadikan keragaman budaya sebagai prinsiputama. Tulisan ini hendak memotret sisi lain dari kompetensi konselor lintasbudaya. Penulis meyakini bahwa keragaman budaya tidak hanya bisa dipelajarimelalui buku-buku, penulisan-penulisan ilmiah ataupun seminar, akan tetapipengalaman hidup konselor dan komitmennya terhadap keragaman kehidupanmenjadi salah satu titik sentral. Tulisan ini merupakan studi literatur yangmenggunakan analisis deskriptif sebagai metode analisis data. Hasil dari kajian iniadalah konselor perlu merefleksikan ulang pandangannya bahwa konselorprofesional adalah cara hidup. Kehidupan seseorang harus dijalani dengan carayang mencerminkan komitmen untuk terus memperluas zona kenyamanan budayaseseorang untuk memasukkan pengetahuan dan interaksi aktif dengan orang-orangdari berbagai latar belakang budaya. Ini berarti seseorang secara konstanmenyadari bagaimana peristiwa, baik di masa lalu maupun saat ini berdampakpada kesejahteraan seseorang. Oleh sebab itu, literasi global tidak dapat dipelajaridi ruang kelas, melainkan hal itu adalah upaya seseorang untuk menjadipembelajar seumur hidup dari keragaman budaya dan warga dunia.