Dian Nintyasari Mustika
Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG DYSMENORRHOE DI PANTI ASUHAN NING AMRIYAH SUPARDO KENDAL Maria Ulfah Kurnia Dewi; Dian Nintyasari Mustika; Nuke Devi Indrawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i1.8892

Abstract

Remaja putri yang mengalami gangguan nyeri menstruasi sangat mengganggu dalam proses belajar mengajar. Hal ini menyebabkan remaja putri sulit berkonsentrasi karena ketidaknyamanan yang dirasakan ketika nyeri haid. Oleh karena itu pada usia remaja Dysmenorrhoe harus ditangani agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Angka kejadian nyeri menstruasi di dunia lebih dari 50 % perempuan di setiap Negara mengalami nyeri menstruasi. Angka kejadian Dysmenorrhoe berdasarkan tingkatan di Indonesia sebesar 64,52% yang terdiri dari 54,89% (Dysmenorrhoe primer) dan 9,36% (Dysmenorrhoe sekunder). Angka kejadian Dysmenorrhoe pada remaja di provinsi Jawa Tengah mencapai 56%.Tujuan Penyuluhan tentang Penatalaksanaan Dysmenorrhoe di Panti Asuhan Ning Amriyah Supardo Kendal adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku kesehatan remaja mengenai penatalaksanaan Dysmenorrhoe. Berdasarkan analisa situasi kejadian Dysmenorrhoe di Panti Asuhan Ning Amriyah Supardo Kendal diperlukan peningkatan pengetahuan remaja tentang penatalaksanaan Dysmenorrhoe. Pendidikan kesehatan Dysmenorrhoe  dilaksanakan dengan metode transfer IPTEKS yang dilakukan pada tiap tahapan dengan menggunakan prinsip bahwa setiap informasi yang diterima sebaiknya melalui proses, mendengar, mengetahui, mencoba, mengevaluasi, menerima, meyakini, dan melaksanakan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan penatalaksanaan dysmenorrhoe di Panti Asuhan Ning Amriyah Supardo Kendal. Bukti penelitian mengungkapkan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN POLA HIDUP SEHAT PADA WANITA MENOPAUSE Nuke Devi Indrawati; Dian Nintyasari Mustika; Maria Ulfa Kurnia Dewi; Dewi Puspitaningrum; Azizatus Sabila; Sukma Rifina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9964

Abstract

Wanita menopause memilliki ketergantungan tinggi pada orang lain. Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, mengeluh, menangis. Tujuan  Penyuluhan tentang Penatalaksanaan Pola Hidup Sehat Wanita Menopause di Bumi Wanamukti, Semarang adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku kesehatan wanita menopause mengenai pola hidup sehat pada masa menopause. Berdasarkan analisa situasi pola hidup sehat wanita menopause di Bumi Wanamukti, Semarang diperlukan peningkatan pengetahuan  tentang penatalaksanaan pola hidup sehat wanita menopause. Pendidikan kesehatan pola hidup sehat wanita menopause dilaksanakan dengan metode transfer IPTEKS yang dilakukan pada tiap tahapan dengan menggunakan prinsip bahwa setiap informasi yang diterima sebaiknya melalui proses, mendengar, mengetahui, mencoba, mengevaluasi, menerima, meyakini, dan melaksanakan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan penatalaksanaan pola hidup sehat wanita menopause di Bumi Wanamukti, Semarang. Bukti pengabdian masyarakat mengungkapkan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
Implementasi Media Smart Pop-up Book untuk Edukasi Kesehatan Seksual dan Reproduksi Anak Berkebutuhan Khusus di TK-SD Inklusi Fun & Play Semarang Dian Nintyasari Mustika; Sugiyani; Carlin Souhaly; Sarah Semaher Nurrihan; Salma Septiana Nurfadilla; Khoirotun Nahda
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5084

Abstract

Violence and sexual abuse against children remain a public health issue, particularly for children with disabilities, who are more vulnerable than the general population. Early sexual and reproductive health education is a crucial preventive measure, yet its implementation in inclusive schools still faces obstacles. Based on a problem identification process involving 7 teachers at the Fun & Play  Inclusive Kindergarten and Primary School in Semarang, several challenges faced by the partners were identified, including limited resources, difficulties in delivering sensitive material, and the diversity of pupils’ characteristics. This community service activity aims to evaluate the acceptability, appropriateness, and feasibility of implementation of the Smart pop-up book as an educational tool for sexual and reproductive health among children in inclusive nursery and primary schools. This community service activity was conducted using a Focus Group Discussion (FGD) approach and outreach activities carried out through four stages: problem identification, solution design, programme implementation, and evaluation. Problem identification was carried out through FGDs to assess the needs and barriers experienced by teachers. Programme evaluation was conducted using the Acceptability of Intervention Measure (AIM), Intervention Appropriateness Measure (IAM), and Feasibility of Intervention Measure (FIM) questionnaires, which were subsequently analysed descriptively. The evaluation results showed an average acceptability score of 99.3%, an appropriateness score of 91.4%, and a feasibility score of 90%. These findings indicate that the Smart pop-up book was very well received, aligned with the needs of teachers and pupils, and was easy to implement in inclusive school settings.  Consequently, this resource has the potential to support the prevention of sexual violence against children with disabilities through an engaging, concrete, and adaptive.   ABSTRAK Kekerasan dan pelecehan seksual pada anak masih menjadi masalah dalam aspek kesehatan masyarakat, terutama pada anak dengan disabilitas yang memiliki kerentanan lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. Edukasi kesehatan seksual dan reproduksi sejak dini menjadi sebuah upaya preventif yang sangat penting, namun implementasinya di sekolah inklusi masih menghadapi hambatan. Berdasarkan identifikasi masalah dengan 7 guru di TK-SD Inklusi Fun & Play Semarang, diperoleh beberapa permasalahan yang dihadapi mitra, meliputi keterbatasan media, kesulitan penyampaian materi yang sensitif, serta keberagaman karakteristik siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengevaluasi penerimaan, kesesuaian, dan kemudahan penerapan media Smart pop-up book sebagai saran edukasi kesehatan seksual dan reproduksi pada anak TK-SD inklusi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) dan sosialisasi yang dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi masalah, perancangan solusi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Identifikasi masalah dilakukan melalui FGD untuk mengkaji kebutuhan dan hambatan yang dialami guru. Evaluasi program dilakukan menggunakan kuesioner Acceptability of Intervention Measure (AIM), Intervention Appropriateness Measure (IAM), dan Feasibility of Intervention Measure (FIM), kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan rerata skor acceptability  sebesar 99,3%, appropriateness sebesar 91,4%, dan feasibility sebesar 90%. Temuan ini menunjukkan bahwa media Smart pop-up book diterima dengan sangat baik, sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa, serta mudah diterapkan dalam pembelajaran di sekolah inklusi. Dengan demikian, media ini berpotensi menjadi inovasi edukatif dalam mendukung pencegahan kekerasan seksual pada anak dengan disabilitas melalui pendekatan pembelajaran yang menarik, konkret dan adaptif.