Rahmadwati Rahmadwati
University of Brawijaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal EECCIS

Perbandingan Metode Cost Sensitive pada Decision Tree dan Naïve Bayes untuk Klasifikasi Data Multiclass Febriantono, M Aldiki; Pramono, Sholeh Hadi; Rahmadwati, Rahmadwati
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v14i1.625

Abstract

Abstrak– Knowledge discovery is the method of extracting information from data in making informed decisions. Seeing as classifiers do have a lot of learning patterns in the data, testing an imbalanced dataset becomes a major classification issue. The cost-sensitive approach on the decision tree C4.5 and nave Bayes is used to solve the rule of misclassification. The glass, lympografi, vehicle, thyroid, and wine datasets were collected from the UCI Repository and included in this analysis. Preprocessing attribute selection with particle swarm optimization was used to process the data collection. Besides, the cost-sensitive decision tree C4.5  and the cost-sensitive naive Bayes method were used in the research. On the glass, lympografi, vehicle, thyroid, and wine datasets, the accuracy of the test results was 72.34 %, 68.22 %, 75.68 %, 93.82 %, and 93.95 %, respectively, using the cost-sensitive decision tree C4.5. While the cost-sensitive naive Bayes method outperforms the others by 32.24 %, 82.61 %, 25.53 %, 97.67 %, and 94.94 % on the dataset, respectively.
Sistem Monitoring Inkubator Bayi Multifungsi dengan Fototerapi dan Ayunan Mekanis Berbasis ESP32 Idhil, Andi Nurul Isri Indriany; Fadilla, Rafa Raihan; Anggraini, Monika Ayu Puji; Dewi, Ajeng Kusuma; Sanjaya, Mochamad Rofi; Nurrohman, Muhammad Yogi; Rahmadwati, Rahmadwati
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 14 No. 3 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v14i3.668

Abstract

Abstract— Many infant mortality rates are due to premature events. Premature babies are at high risk for hypothermia and hyperbilirubinemia. To overcome this, an incubator can be used as a warmer and light therapy as blue light therapy for yellow babies. However, both medical devices have still been found using manual control. If the health worker is tired of working and manually controlling both devices, it can put the baby at risk. Multifunctional infant incubator based on ESP32, which is an infant incubator equipped with phototherapy and a mechanical swing. This multifunctional baby incubator has the ability to warm the baby's body, the baby yellow light therapy, and can calm the baby when crying. This tool can be monitored remotely using the Internet of Things (IoT). The sensors used are the DHT22 sensor and the sound sensor. Multifunctional baby incubator can make it easier for hospital or basic health care facility level to monitor baby's health in real time without being at the device location and the resulting data can be stored neatly. Keywords— Internet of Things, Monitoring, Incubator, Phototherapy. Abstrak–- Angka kematian bayi banyak disebabkan oleh kejadian prematur. Bayi prematur berisiko tinggi terhadap hipotermia dan hiperbilirubinemia. Untuk mengatasinya dapat digunakan inkubator sebagai penghangat dan fototerapi sebagai terapi sinar biru bayi kuning. Akan tetapi, masih ditemukan kedua alat kesehatan tersebut menggunakan pengontrolan secara manual. Apabila petugas kesehatan kelelahan bekerja dan melakukan pengontrolan kedua alat secara manual dapat menempatkan bayi dalam bahaya. Inkubator bayi multifungsi berbasis ESP32 yaitu inkubator bayi yang dilengkapi dengan fototerapi dan ayunan mekanis. Inkubator bayi multifungsi ini memiliki kemampuan untuk menghangatkan tubuh bayi, terapi sinar bayi kuning, dan dapat menenangkan bayi ketika menangis. Alat ini dapat dipantau dari jarak jauh menggunakan Internet of Things (IoT). Adapun sensor yang digunakan yaitu sensor DHT22 dan sensor suara. Inkubator bayi multifungsi dapat mempermudah pihak rumah sakit ataupun tingkat fasilitas pelayanan kesehatan dasar untuk mengontrol kesehatan bayi secara real time tanpa ada di lokasi alat dan data yang dihasilkan dapat tersimpan dengan rapi.Kata Kunci— Internet of Things, Monitoring, Inkubator, Fototerapi.
Rancang Bangun Pengendali Suhu pada Fermentasi Kefir Berbasis Kontroler PI Rahmadwati, Rahmadwati; Habibi, Boby Yusuf
Jurnal EECCIS (Electrics, Electronics, Communications, Controls, Informatics, Systems) Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jeeccis.v15i1.1539

Abstract

Kefir merupakan susu fermentasi yang memiliki rasa, warna, dan konsistensi yang menyerupai yogurt dan memiliki aroma khas yeasty. Kefir memiliki kandungan gula susu (laktosa) yang relatif rendah dibandingkan susu murni dan cocok bagi penderita lactose intolerant atau tidak tahan terhadap laktosa. Fermentasi bahan pangan adalah hasil kegiatan dari beberapa spesies mikroba seperti bakteri, khamir dan kapang. Mikroba fermentasi mendatangkan hasil akhir yang dikehendaki. Proses fermentasi kefir berlangsung pada suhu 25-37°C. Pada umumnya fermentasi kefir masih dibuat dengan menggunakan proses manual dengan hanya meletakkannya di suatu tempat tertutup tanpa tahu berapa suhu yang ada pada proses tersebut.  Sehingga tidak jarang sebagian masyarakat mengalami kegagalan dalam proses pembuatannya. Pada penelitian ini dilakukan pengontrolan suhu berbasis Arduino Uno dengan kontroler PI pada box fermentasi kefir. Kontroler PI dipilih karena karakteristik respon yang diinginkan adalah respon yang cepat dan memiliki nilai error yang kecil.  Aktuator berupa elemen pemanas (heater) dan sensor suhu DS18B20 sebagai feedback system.  Proses perancangan kontroler PI menggunakan metode Ziegler-Nichols yang pertama dan didapatkan parameter kontroler PI dengan gain yaitu Kp = 26,45 dan Ki = 0,61. Nilai setpoint 32℃. Pada pengujian keseluruhan sistem tanpa gangguan didapatkan performansi respon settling time (ts) sebesar 954 s atau 15,9 menit dan error sebesar 0,593%. Pada pengujian keseluruhan sistem dengan gangguan didapatkan performansi respon settling time (ts) sebesar 960 s atau 16 menit, error sebesar 0,593% dan recovery time sebesar 165 s atau 2,75 menit.