Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan Self Management Hipertensi dengan Perilaku Mengontrol Tekanan Darah pada Warga Istifa Amalia; Roshinta Sony Anggari; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.155

Abstract

Setelah penyakit jantung kororner dan stroke hipertensi penyebab nomor tiga terjadinya kematian pada penderita. Penyebab terjadinya hipertensi diantaranya adalah karenak faktor keturunan dan lingkungan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan pengetahuan dengan self management hipertensi. Metode deskrintif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 90 dipilih melalui purposive sampling selama peredoe mei tahun 2021. Data dikumpulkan melalui kuesioner tentang self management hipertnsi dan prilaku mengontrol hipertensi. Hasil p .034 < .05 dsimpulkan ada hubungan pengethauan self management tekanan darah tinggi dengan perilaku mengontrol tekanan darah. Perlunya penderita hipertensi melalkukan hidup sehat agar tekanan darah tinggi dapatterkendali.
Status Gizi pada Anak Pra Sekolah: Peran Pola Asuh Orang Tua Indah Lusiana Ulfa; Roshinta Sony Anggari; Firdawsyi Nuzula
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.156

Abstract

Masalah gizi pada hakekatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, dan penyebabnya dipengaruhi oleh berbagai faktor yang terkait satu dengan yang lainnya. Saat anak memasuki periode usia dibawah lima tahun (balita), anak akan sangat membutuhkan kecukupan gizi yang berfungsi sebagai penunjang pertumbuhan dan perkembangan fisiknya. Pada usia tersebut, anak juga sangat bergantung pada orang tua/ibu yang memiliki peran penting dalam pengasuhan dan perawatan anak. Metode penelitian ini yang digunakan adalah analitik cross-sectional dengan total 53 sampel penelitian yang dipilih dalam purposive sampling selama periode Mei hingga Juli 2021. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengisian kuisioner terkait karakteristik keluarga, karakteristik anak, pola asuh orang tua, dan data pediatrik berupa IMT (berat badan dan tinggi badan). Hasil analisa Chi-Square variabel pola asuh orang tua dengan status gizi menurut berat badan (BB/U) dan tinggi badan (TB/U) menunjukkan nilai ρ value =0,014, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada anak pra sekolah. Kesimpulan pada penelitian ini orang tua/ibu anak disarankan untuk memperhatikan pola asuh dan gizi pada usia anak pra sekolah.
Analisis Kepatuhan Penggunaan Masker pada Siswa berdasarkan Pengetahuan tentang Covid-19 Sinta Qomariyah; Roshinta Sony Anggari; Sumarman Sumarman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 9 No 2 (2022): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v9i2.167

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh corona virus yang menjadikan pandemik di seluruh Negara Indonesia. Pencegahan Covid 19 diantaranya dengan pengetahuan dan kepatuhan dalam mengenakan masker. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan infeksi Covid-19 terhadap kepatuhan mengenakan masker pada siswa di salah satu SMA di Banyuwangi. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan rancanagan cross sectional menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah seluruh siswa SMAN 01 Glenmore dengan jumlah sampel 225 siswa. Menggunakan teknik random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil uji statistik dengan menggunakan Spearman Rank signifikansi p antara variabel bebas yaitu pengetahuan infeksi Covid-19 dengan variabel terikat kepatuhan mengenakan masker didapatkan nilai p value = 0,000 (P<0,05). Yang menandakan bahwa terdapat hubungan pengetahuan infeksi Covid-19 terhadap kepatuhan mengenakan masker pada siswa di SMAN 01 Glenmore Banyuwangi. Sebaiknya memberikan pendidikan tentang pengetahuan infeksi Covid-19 terhadap pentingnya kepatuhan mengenakan masker agar tidak terjadi penyebaran Covid 19.
Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja sebagai Dampak Penggunaan Sosial Media Wiga Ayu Putri Agustin; Roshinta Sony Anggari; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 2 (2023): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i2.182

Abstract

Akses media sosial saat ini menjadi suatu kebutuhan dan kebiasaan yang dilakukan oleh remaja setiap hari. Kemudahan penggunaan media sosial tanpa adanya upaya pengendalian yang tepat dapat memberikan dampak yang negatif bagi remaja, salah satunya perilaku seks bebas sebelum menikah. Perilaku seks bebas sebelum menikah cenderung dipengaruhi oleh hasrat seksual tanpa adanya ikatan pernikahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis adakah keterkaitan penggunaan media sosial pada perilaku seksual pranikah remaja melalui pendekatan cross sectional. Sejumlah 216 responden terpilih dengan teknik simple random sampling dari populasi seluruh siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Banyuwangi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument berupa kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 171 responden (79,2%) merupakan pengguna media sosial rendah dengan perilaku seksual yang baik, sedangkan 3 responden (1,4%) termasuk pada kategori pengguna media sosial tinggi dengan perilaku seksual pranikah tidak baik. Hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai p value=0,000 (P<0,05). Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan media sosial dengan baik atau tidaknya perilaku seksual pranikah pada remaja. Media sosial sangat perlu dikendalikan penggunaannya pada remaja. Pengendalian ini penting dilakukan oleh orang tua maupun pihak sekolah. Menggunakan media sosial secara bijak akan memberikan arahan pada remaja untuk memilih informasi yang positif, dengan demikian remaja dapat terhindar dari perilaku seksual yang tidak baik sebelum menikah.
The Influence of the Story DONI AND GIGINYA on Oral Hygiene Behavior in Preschool Children Banyuwangi Haswita, Haswita; Sholihah, Mila Mar’atus; Anggari, Roshinta Sony
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 4 No. 5 (2024): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v4i5.411

Abstract

Oral hygiene problems that cause damage to the oral cavity in children in Indonesia are still high, reaching 57.6%. So it is very important to pay attention because this is an important growth stage. Damaged teeth can cause delayed tooth development in later life. The method of oral hygiene that attracts the attention of preschool children is the storytelling method. The aim of this research is to determine the effect of stories on oral hygiene behavior in preschool children. This method is quantitative research using a quasi-experimental design (one group pre-test and posttest). The population consisted of 50 individuals, and the sampling technique used was total sampling, using an observation checklist sheet to measure how to brush teeth. Statistical tests use the Wilcoxon Test. The results of the research showed that after the story was given, there was an increase, namely 30 children behaved good, 18 children behaved enough, and 2 children behaved poorly. Wilcoxon Signed Rank Test results with a value of p=000<0.05, the analysis shows that the story "Doni and Giginya" influences the oral hygiene behavior of preschool children. The story "Doni and Giginya" has been proven to affect increasing children's oral hygiene knowledge and behavior. Therefore, parents or guardians of children can utilize audio-visual media in other forms that have moral messages so that children's knowledge and behavior regarding oral hygiene in particular and health, in general, can increase. Keywords: Stories, Oral Hygiene Behavior, Preschool
Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ-9 pada Remaja Haswita, Haswita; Nabila, Syahlung Virginia; Anggari, Roshinta Sony
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.881

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada remaja rentan terjadi karena dalam masa peralihan yang mengalami sejumlah perubahan baik fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketika remaja kesulitan mengatur emosionalnya, hal itu akan menimbulkan ketegangan sekaligus ketidaknyamanan yang dapat memicu terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen pola komunikasi keluarga dengan variabel dependen risiko depresi. Populasi pada penelitian 510 siswa di SMPN X Genteng Banyuwangi. Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ-9 dan pola komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah pluralistik (37,9%) dan lebih banyak responden memiliki risiko depresi ringan (41,1%). Hasil uji statistik Spearman’s rho diperoleh nilai p=0.000>0.05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Kesimpulan: Pola komunikasi keluarga sangat mempengaruhi remaja secara positif, terutama dalam kesehatan mental. Maka hasil penelitian ini diharapkan sekolah dapat memfasilitasi orang tua dan remaja (siswa) dalam keterampilan berkomunikasi yang baik sehingga mencegah risiko depresi berkelanjutan.
Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ-9 pada Remaja Haswita, Haswita; Nabila, Syahlung Virginia; Anggari, Roshinta Sony
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.881

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada remaja rentan terjadi karena dalam masa peralihan yang mengalami sejumlah perubahan baik fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketika remaja kesulitan mengatur emosionalnya, hal itu akan menimbulkan ketegangan sekaligus ketidaknyamanan yang dapat memicu terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen pola komunikasi keluarga dengan variabel dependen risiko depresi. Populasi pada penelitian 510 siswa di SMPN X Genteng Banyuwangi. Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ-9 dan pola komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah pluralistik (37,9%) dan lebih banyak responden memiliki risiko depresi ringan (41,1%). Hasil uji statistik Spearman’s rho diperoleh nilai p=0.000>0.05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Kesimpulan: Pola komunikasi keluarga sangat mempengaruhi remaja secara positif, terutama dalam kesehatan mental. Maka hasil penelitian ini diharapkan sekolah dapat memfasilitasi orang tua dan remaja (siswa) dalam keterampilan berkomunikasi yang baik sehingga mencegah risiko depresi berkelanjutan.
Relationship Between Stress Levels and Eating Disorders Among Adolescents A Cross-Sectional Study Diah Agustin, Eva; Anggari, Roshinta Sony; Maulida Nurfazriah
Jurnal Kesehatan Prima Vol. 19 No. 2 (2025): AUGUST
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jkp.v19i2.1783

Abstract

Stress is defined as a state of mental and emotional turmoil. Stress can lead to abnormal eating behaviors and eating disorders. An eating disorder is defined as an eating disorder caused by a person's anxiety. Reactions to stress can cause increased appetite or vice versa. The purpose of this study was to identify the relationship between stress levels and eating disorders in adolescents. The research method used was a cross-sectional study with a sample size of 224 respondents. The sample method used was random sampling, which was carried out in July 2023. Data were collected through the DASS-42 questionnaire and the EAT-26 questionnaire. The results of the Spearman's Rank correlation analysis show that p = 0.000 or smaller than α = 0.005, so it can be concluded that there is a relationship between stress levels and eating disorders in adolescents. Teenagers are expected to know how to manage stress and can consult with parents, teachers, or peers. Take time for a vacation to tourist attractions/entertainment, this is expected so that adolescents are not too stressed with practice preparation, many tasks, and personal problems.
Hubungan Persepsi dan Sikap Remaja tentang Vaksin Covid-19 dengan Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Naya, Rory Cinta; Anggari, Roshinta Sony; Haswita, Haswita
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.362

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah berusaha agar dapat menghentikan penularan serta mengurangi angka kesakitan dan kematian yang dikarenakan Covid-19 adalah dengan penerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 juga bisa menjadi hal yang dapat mempenagruhi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan banyaknya berita negatif tentang vaksin seperti faktor kehalalan dan keamanan vaksin Covid-19. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi dan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan protokol kesehatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen persepsi dan sikap dengan variabel dependen kepatuhan protokol kesehatan. Populasi sebanyak 203 dengan teknik pengambilan sampling yaitu total sampling dengan alat ukur kuesioner yaitu kuesioner persepsi, sikap, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat hubungan atau signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil uji statistik univairiat dengan menggunakan uji statistic deskriptive menghasilkan responden yang memiliki persepsi negatif sebanyak 144, sikap positif sebanyak 102, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebanyak 124 bersikap positif. Pada uji statistik bivariate dengan Spearman’s Rank diperoleh dari variabel persepsi yaitu p-value 0.180 > α 0.05 maka pada variabel persepsi tentang vaksin Covid-19 tidak ada hubungan dengan kepatuhan protokol kesehatan. Sedangkan pada variabel sikap memperoleh p-value 0.002 < α 0.05 menandakan bahwa terdapat hubungan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di SMPN X. Kesimpulan: Pentingnya meningkatkan persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan guru di sekolah agar remaja tidak memiliki persepsi yang buruk tentang vaksin dan bersedia untuk menerima vaksin tanpa mengurangi perilaku patuh terhadap protokol kesehatan.