Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS LEGALITAS PRODUK JAMU PELANGSING BERDASARKAN NOMOR REGISTRASI DARI BPOM PADA TOKO JAMU DI KECAMATAN CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN Vista Nurma Avista; Adila Edi Arief
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.17 KB) | DOI: 10.55093/herbapharma.v1i2.111

Abstract

Jamu merupakan obat tradisional Indonesia yang paling sering dikonsumsi karena dilihat dari banyaknya jamu yang saat ini beredar dipasaran dengan merek dan produsen tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui legalitas produk jamu pelangsing. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan cara pengambilan sampel mencatat nama produk jamu pelangsing dan mencatat nomor registrasi prodak jamu pelangsing. Hasil yang di dapat menunjukan bahwa jamu pelangsing ilegal 20%, sedangkan jamu pelangsing legal yang di dapat ialah 80%. Dari penelitian ini kesimpulan yang didapat bahwa jamu pelangsing yang ada dipasar ciawi kebanyakan jamu pelangsing yang legal.
FORMULASI SEDIAAN SAMPO DARI MINYAK ATSIRI AKAR WANGI (Vertiveria Zizaniodes) SEBAGAI ANTI KUTU Fuji Faujiah Firdaus; Adila Edi Arief
HERBAPHARMA : Journal of Herb Farmacological Vol 1 No 2 (2019): Volume 1 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.743 KB) | DOI: 10.55093/herbapharma.v1i2.112

Abstract

Tanaman akar wangi (Vertiveria Zizaniodes) memiliki kandungan senyawa terpenoid yaitu senyawa seskuiterpen, seskuiterpenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan sampo dari minyak atsiri akar wangi, dan dapat mengetahui standar kualitas sampo dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Metode penelitian yaitu membuat formulasi sediaan sampo dari minyak atsiri akar wangi dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Hasil dari pengamatan organoleptik untuk formula 1 didapat warna bening, bau khas, dan bentuk sediaan cair, formulasi 2, 3 dan, 4 memiliki warna coklat pekat, bau khas minyak atsiri akar wangi, dan bentuk sediaan cair. Uji pH pada formulasi 1 memiliki pH 7, formula 2, 3, dan 4 memiliki pH 6.Uji homogenitas, pada uji homogenitas untuk semua formulasi sediaan sampo mimiliki sediaan yang homogen dalam arti tercampurnya semua bahan. Uji bobot jenis pada formula 1 memiliki bobot jenis 1,02, formula 2 memiliki bobot jenis 0,96, formulasi 3 dan 4 memiliki formula 0,97 dan, 0,98. Uji tinggi busa untuk formulasi 1 memiliki tinggi busa 1,5 cm, formula 2 memiliki tinggi busa 2 cm, formulasi 3 dan 4 memiliki tinggi busa 4,5 cm dam 5 cm. Uji anti kutu untuk formulasi 1 memiliki waktu 42,33 detik, formulasi 2 memiliki waktu 33,14 detik, dan untuk formulasi 3 dan 4 memiliki waktu 31,35 detik dan 28,19 detik. Berdasarkan dari hasil semua penelitian menunjukan bahwa sediaan formula yang baik adalah formulasi 4 yang hampir memenuhi syarat ketentuan.