Dad Resiworo Jekti Sembodo
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFIKASI HERBISIDA PIKLORAM + 2,4 D TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Herry Susanto; Sugiatno Sugiatno; Dad Resiworo Jekti Sembodo; Khusni Ekky Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5629

Abstract

Efikasi  Herbisida  Pikloram  +  2,4  D  terhadap  Gulma  pada  Budidaya Tanaman  Tebu(Saccharum officinarum L.). Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida pikloram + 2,4 D yang efektif mengendalikan gulma di pertanaman tebu, mengetahui perubahan komposis gulma akibat aplikasi herbisida pikloram + 2,4 D, dan mengetahui apakah terjadi fitotoksisitas tanaman tebu setelah aplikasi herbisida pikloram + 2,4 D. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Unila Desa Muara Putih, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Univeritas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung dimulai pada bulan Desember 2017 hingga Maret 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan tujuh perlakuan yaitu dosis herbisida pikloram + 2,4-D 57,5 + 225 g/ha (P1), 86,25 + 337,5 g/ha (P2), 115 + 450 g/ha (P3), 143,75 + 562,5 g/ha (P4), 172,5 + 675 g/ha (P5), penyiangan mekanis (P6), dan tanpa pengendalian  atau  kontrol  (P7).  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  :  (1)  Herbisida pikloram + 2,4 D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha mampu mengendalikan pertumbuhan gulma total pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA), gulma golongan daun lebar serta gulma dominan Richardia brasiliensis dan Ludwigia octovalvis pada 4, 8, dan 12 MSA, namun herbisida pikloram + 2,4 D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha tidak mampu mengendalikan pertumbuhan gulma golongan rumput pada 4,8, serta 12 minggu setelah aplikasi (MSA), (2) Aplikasi hebisida pikloram + 2,4-D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma di pertamanan tebu, (3)  Herbisida  pikloram  +  2,4-D  dosis  (57,5+225)  g/ha  hingga  (172,5+675)  g/ha  tidak meracuni tanaman tebu.