p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotek Tropika
Herry Susanto
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

APLIKASI ATRAZIN 500 g/l PADA PERTANAMAN JAGUNG Hidayat Pujisiswanto; Niar Nurmauli; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 12, No 4 (2024): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 12, NOVEMBER 2024
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v12i4.9917

Abstract

Salah satu metode pengendalian gulma yang diminati oleh petani, adalah herbisida, karena lebih efektif dan efisien dalam mengendalikan gulma, herbisida yang dapat mengendalikan gulma pada pertanaman jagung antara lain adalah Atrazin. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan  Natar dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Universitas Lampung, bulan Agustus - November 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan diulang 4 kali. Perlakuan terdiri dari (1) kontrol (tanpa penyiangan), (2) Penyiangan manual menggunakan cangkul pada 14 HST, (3) Atrazin 500 g ha-1, (4) Atrazin 750 g ha-1, (5) Atrazin 100 g ha-1, (6) Atrazin 1250 g ha-1, dan Atrazin 1500 g ha-1. Masing-masing dosis formulasi setara 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; dan 3 liter ha-1.  Atrazin disemprotkan saat tanaman jagung berumur 14 HST hanya sekali dilakukan. Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan aditifitas data diuji dengan Uji Tukey, jika asumsi terpenuhi, maka dilanjutkan dengan analisis ragam, pengujian nilai tengah menggunakan orthogonal kontras dan orthogonal polynomial, semua pengamatan diuji pada taraf uji 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan: (1)  pengendalian gulma manual dan Atrazin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung lebih tinggi daripada tanpa pengendalian gulma, pada bobot kering brangkasan, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha).  (2) pengendalian gulma cara manual (cangkul) tidak berbeda dengan aplikasi herbisida Atrazin terhadap bobot kering brangkasan tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot 100 butir, dan hasil biji (t/ha), dan (3) Setiap penambahan 1 g Atrazin akan menekan pertumbuhan gulma sebesar 0,0106 g bobot kering gulma total dan setiap penambahan 1 g dosis Atrazin akan meningkatkan diameter tongkol jagung sebesar 0,0003 cm atau 0,03 mm.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN BENIH DALAM LARUTAN CaCO3 TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA MEDIA TANAM YANG BERBEDA Ericson Uli Lumban Gaol; Sugiatno Sugiatno; Akari Edy; Herry Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 11, No 2 (2023): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 11, Mei 2023
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v11i2.7194

Abstract

Pulp kakao mengandung kadar air dan gula yang tinggi sehingga menjadi media perkembangbiakan bagi mikroorganisme.  Hal ini dapat mempengaruhi penurunan daya berkecambah benih dan mempercepat kerusakan benih.  Oleh karena itu dilakukan penelitian lama perendaman benih kakao dalam larutan CaCO3 sebagai bahan peluruh pulp pada benih dan dikombinasi dengan komposisi media tanam yang berbeda.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman benih dalam larutan CaCO3 dan komposisi media tanam yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kakao.  Penelitian dilakukan pada September hingga Desember 2020 di rumah plastik Desa Labuhan Dalam, Kecamatan Tanjung Senang, Bandar lampung dan Laboratorium Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung.  Penelitian menggunakan rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS), pengelompokkan berdasarkan ukuran diameter buah.  Faktor pertama lama perendaman benih kakao dalam larutan CaCO3 yang terdiri atas tanpa perendaman, 30, 60, 120, dan 240 menit. Faktor kedua komposisi media tanam yang terdiri atas campuran arang sekam + pupuk kandang, pasir + pupuk kandang, dan pasir + arang sekam + pupuk kandang.  Homogenitas ragam diuji dengan uji Barlett, aditivitas data diuji dengan uji Tukey. Jika asumsi terpenuhi, data dianalisis ragam kemudian dilakukan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih kakao dalam larutan CaCO3 tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit, komposisi media tanam  pasir + arang sekam + pupuk kandang memberikan hasil terbaik pada semua peubah yang diamati, dan tidak terjadi interaksi antara komposisi media tanam dan lama perendaman benih kakao terhadap pertumbuhan bibit.
EFIKASI HERBISIDA PIKLORAM + 2,4 D TERHADAP GULMA PADA BUDIDAYA TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) Herry Susanto; Sugiatno Sugiatno; Dad Resiworo Jekti Sembodo; Khusni Ekky Susanto
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5629

Abstract

Efikasi  Herbisida  Pikloram  +  2,4  D  terhadap  Gulma  pada  Budidaya Tanaman  Tebu(Saccharum officinarum L.). Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis herbisida pikloram + 2,4 D yang efektif mengendalikan gulma di pertanaman tebu, mengetahui perubahan komposis gulma akibat aplikasi herbisida pikloram + 2,4 D, dan mengetahui apakah terjadi fitotoksisitas tanaman tebu setelah aplikasi herbisida pikloram + 2,4 D. Penelitian dilakukan di lahan percobaan Unila Desa Muara Putih, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan dan Laboratorium Gulma Fakultas Pertanian Univeritas Lampung, Gedong Meneng, Bandar Lampung dimulai pada bulan Desember 2017 hingga Maret 2018. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat ulangan dan tujuh perlakuan yaitu dosis herbisida pikloram + 2,4-D 57,5 + 225 g/ha (P1), 86,25 + 337,5 g/ha (P2), 115 + 450 g/ha (P3), 143,75 + 562,5 g/ha (P4), 172,5 + 675 g/ha (P5), penyiangan mekanis (P6), dan tanpa pengendalian  atau  kontrol  (P7).  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  :  (1)  Herbisida pikloram + 2,4 D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha mampu mengendalikan pertumbuhan gulma total pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA), gulma golongan daun lebar serta gulma dominan Richardia brasiliensis dan Ludwigia octovalvis pada 4, 8, dan 12 MSA, namun herbisida pikloram + 2,4 D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha tidak mampu mengendalikan pertumbuhan gulma golongan rumput pada 4,8, serta 12 minggu setelah aplikasi (MSA), (2) Aplikasi hebisida pikloram + 2,4-D dosis (57,5+225) g/ha hingga (172,5+675) g/ha menyebabkan terjadinya perubahan komposisi gulma di pertamanan tebu, (3)  Herbisida  pikloram  +  2,4-D  dosis  (57,5+225)  g/ha  hingga  (172,5+675)  g/ha  tidak meracuni tanaman tebu.