Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

KOMPARASI PEMBELAJARAN KIMIA MENGGUNAKAN METODE TEAMS-GAMES TOURNAMENT DAN TEAM-ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI AJAR TATA NAMA SENYAWA KELAS X SMA NEGERI 12 BANJARMASIN Siti Mahmudah; Fitrah Yuridka; Mohan Taufiq Mashuri
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 2, No 1 (2019): ( Mei ) Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v2i1.1995

Abstract

Penelitian  ini  dilaksanakan  di SMA Negeri  12  Banjarmasin  dengan tujuan  untuk  mengetahui  ada  tidaknya  perbedaan  hasil  belajar  menggunakan metode TGT (Teams Games Tournament) dan metode TAI (Team Assisted Individualization) pada materi tata nama senyawa. Penelitian ini merupakan penelitian   eksperimen   semu   (quasi-experimental   research).   Populasi   pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA di SMA Negeri 12 Banjarmasin yang terdiri dari 3 kelas yaitu kelas X MIA 1, X MIA 2, dan X MIA 3. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X MIA 2 sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas X MIA 3 sebagai kelas eksperimen 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes. Dari hasil analisis data dengan uji -t diperoleh nilai thitung (2,999) > ttabel (1,683), yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar menggunakan metode TGT dan metode TAI pada materi ajar tata nama senyawa, dimana rata-rata nilai hasil belajar kelas yang menggunakan metode TAI sebesar79,62 lebih tinggi daripada kelas metode TGT sebesar 72,45. Untuk meningkatkan hasil belajar kimia siswa, pembelajaran dengan menggunakan metode TGT dan TAI dapat  menjadi  bahan  pertimbangan  oleh guru-guru  kimia sebagai  variasi dalam melaksanakan pembelajaran kimia.This research was done in SMA Negeri 12 Banjarmasin by aiming to know if there was a difference between learning outcomes by using TGT (Teams- Games Tournament) and TAI (Team-Assisted Individualization) method on compounds nomenclature topic. It was a quasi-experimental research. The population  in this study  were  all students  of class  X MIA in  SMA Negeri  1 Banjarmasin consisting of 3 classes, namely class X MIA 1, X MIA 2, and X MIA 3. The samples in this study were class X MIA 2 as the experimental class 1 and class X MIA 3 as the experimental class 2. The data technique used in this study was a test. From the results of data analysis with t-test obtained tcount  (2.999) > ttable (1.683), which meant that there was difference in learning outcomes using the TGT and TAI methods on compound nomenclature, where the average learning outcomes of the TAI class was 79.62 which was higher than the TGT class, 72.45. In  order  to improve  student  learning  outcomes,  learning  using  TGT and  TAI methods can be taken into consideration by chemistry teachers as variations in learning.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2021 Dea Yulianda Watulingas; Norsita Agustina; Mahmudah Mahmudah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 1 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i1.7168

Abstract

Menurut Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dari 26 Puskesmas di Kota Banjarmasin, kasus diare tertinggi pada tahun 2020  yaitu berada pada Puskesmas Pekauman dengan total kasus sebanyak 159 kasus diare pada balita. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadan diare di wilayah kerja Puskesmas Pekauman. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan  rancangan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Populasi penelitian adalah semua ibu yang mempunyai balita Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman.Sampel 98 orang balita dengan teknik pengambilan sampel Purpose Sampling. Analisis bivariat  menggunakan uji statistic chi square. Hasil Penelitian di dapatkan dari 98 responden dari uji square faktor-faktor kejadian diare dengan tingkat kepercayaan 95 % , ASI Eklusif nilai P value 0,001< α 0,05, kondisi jamban keluarga nilai P value 0,002< α 0,05, kualitas air bersih nilai P value 0,000< α 0,05, kualitas air minum nilai P value 0,000< α 0,05. Kesimpulan Semua faktor kejadian diare (Ha) hipotesis diterima atau semua analisis faktor kejadian diare berhubungan
ANALISIS HYGIENE SANITASI PEDAGANG ES KELAPA MUDA DENGAN PEMERIKSAAN KANDUNGAN BAKTERI E.COLI DI KECAMATAN BANJARBARU UTARA Hilda Irianty; Mahmudah; Norsita Agustina
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.707 KB) | DOI: 10.31850/makes.v1i2.138

Abstract

Makanan dan minuman sangat penting bagi manusia karena merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidupnya dan di dalam makanan dan minuman tersebut terkandung senyawa. Tujuan penelitian mengetahui kandungan bakteri E.Coli pada minuman es kelapa muda di Kecamatan Banjarbaru Utara. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada pedagang es kelapa muda dengan cara pemeriksaan laboratorium terhadap es kelapa muda. Sampel penelitian sebanyak 25 pedagang es kelapa muda yang berada di Kecamatan Banjarbaru Utara.Hasil sebanyak 20 sampel es kelapa muda (80%) positif mengandung bakteri E.Coli; hanya 5 sampel (20%) yang negatif bakteri E.Coli.Temuan perilaku kurang higienis dari penjamah/pedagang es kelapa muda antara lain penggunaan air mentah untuk membuat es; tidak menggunakan celemek atau tutup kepala; tidak mencuci tangan terlebih dahulu sebelum pengolahan;serta peralatan yang kurang bersih.Kesimpulan: sebanyak 80% es kelapa muda di Kecamatan Banjarbaru Utara terkontaminasi bakteri E. Coli. Di sarankan untuk meningkatkan pengawasan dan bimbingan kepada para pedagang es kelapa muda agar menerapkan perilaku hygiene sanitasi dalam pengolahan dan penyajian es kelapa muda
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI, KEBIASAAN JAJAN DAN STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR, SISWA KELAS VIII SMPN 6 KOTA BANJARBARU Fibiyola Fibiyola; Eddy Rahman; Mahmudah Mahmudah
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 10, No 1 (2023): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v10i1.11046

Abstract

Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam sebuah Negara. Prestasi belajar siswa dianggap sebagai ukuran untuk menentukan tingkat keberhasilan proses pendidikan di Indonesia (UU RI Nomor 20 tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi, kebiasaan jajan, dan status gizi dengan prestasi belajar siswa Kelas VIII SMPN 6 Kota Banjarbaru. Penelitian ini merupakan survei analitik, dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 108 siswa kelas VIII SMPN 6 Kota Banjarbaru. Instrument menggunakan kuesioner ,timbangan injak dan mikrotoise, Data Sekunder diperoleh dari arsip sekolah. Analisis statistik Bivariat menggunakan Uji Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95% (0.05). Hasil ada sebanyak 89 siswa (82,4%)  mempunyai prestasi belajar baik, 99 siswa (91,7%) mempunyai kebiasaan sarapan pagi, 100 siswa (92,6%) mempunyai kebiasaan jajan dan 40 siswa (37%) mempunyai status gizi kurus. Analisis Bivariat diketahui ada hubungan kebiasaan sarapan pagi (p value = 0,000), kebiasaan jajan (p value 0,031) dan status gizi  (p value 0,019) dengan prestasi belajar siswa kelas VIII SMPN 6 Kota Banjarbaru. Disarankan agar SMPN 6 Kota Banjarbaru mempertahankan dan memantau prestasi belajar yang sudah baik. Melakukan pemeriksaan status gizi dan mengadakan kantin sekolah yang memenuhi standar gizi siswa.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES INTEGRATED HEALTH AT UPT PURUK CAHU HEALTH CENTER Fatimah Herlinawati; Achmad Rizal; Mahmudah Mahmudah; Eddy Rahman
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v10i1.10733

Abstract

To control non-communicable diseases, the NCD Posyandu (integrated service post) monitors and detects possible risk factors for non-communicable diseases in the community. This study used qualitative research methods with in-depth interview questionnaires for informants at the NCD Posyandu, UPT Puruk Cahu Health Center. The study’s results comparing the NCD Posyandu implementation standards for 2014 showed that the NCD Posyandu work area had good and competent cadres, with patients getting NCD services and counseling for free. Recommendations are needed to improve partnerships, funding support, and NCD Posyandu implementation tools, increase the number of cadres, and provide training to all NCD Posyandu cadres and meetings for the community on non-communicable diseases so that coordination among all parties in NCD Posyandu, including the community, runs optimally both in quality and quantity.
Peningkatan Perilaku Kesehatan Masyarakat terhadap Bahaya ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Alalak Tengah Kota Banjarmasin Mahmudah Mahmudah; Yeni Riza; M Bahrul Ilmi
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 2, No 3 (2020): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v2i3.131

Abstract

ISPA is a disease that often occurs with the arrival of the dry season and increasing forest and land fires. Various attempts were made to control ISPA, one of which was handling respiratory problems due to smog. In PuskesmasAlalak Tengah, ISPA is the first of 10 diseases in the last 2 years. In addition, some people still consider trivial diseases of ISPA and are not accustomed to wearing masks when doing activities and activities. Therefore, community service needs to be held to increase community awareness of ISPA. The aim of the activity is to increase public health knowledge and behavior towards the danger of ISPA. The target activity is the people in Alalak Tengah Village through counseling using leaflet and poster media. After being educated through counseling and evaluating the participants, an increase in public health behavior towards the danger of ISPA it appears from the motivation and enthusiasm of the participants to use masks, so that they are more aware of the risk of ISPA transmission
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi Pil di Wilayah Kerja Balai Penyuluh KB Kecamatan Jejangkit Tahun 2022 Fatma Amelia; Norfai Norfai; Mahmudah Mahmudah; Eddy Rahman
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v12i2.698

Abstract

Pil KB a hormonal contraceptives that aim to prevent the occurrence of pregnancy that is added to a woman’s body by taking (pills) the purpose of taking birth control pills regularly is to prevent, inhibit the occurrence of unwanted pregnancies. This study aims to analyze factors related to the use of contraceptive pills in the Working Area of the Jejangkit district KB Extension Center in 2022. This type of research is quantitative using a cross sectional approach. The sample size of 83 active KB participants was taken using the proportional random sampling technique. Data collection in this study used questionnaires. Based on the chi square statistical test, bivariate test results found that there was a significant relationship between maternal knowledge (p-value = 0.000), attitude (p-value = 0.012), husband support (p-value = 0.000) and the use of pill contraceptives in the Working Area of balai penyuluh KB district Jejangkit in 2022. There is on significant relationship between education level (p-value = 0.431) and parity (p-value = 0.100) with the use of pill contraceptives in the working area of balai penyuluh KB district Jejangkit in 2022. It is necessary to carry out intensive education, efforts to monitor and evaluate the campliance of the community to use cantraceptive pills to the more optimal and for mothers to be more disciplined using contraceptive pills.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN REMAJA MELALUI DIGITALISASI PEMANTAUAN JENTIK DAN PENDAMPINGAN PELAKSANAAN TRIAS USAHA KESEHATAN SEKOLAH Ahmad Hidayat; Nurul Hidayah; Bayu Nugraha; Mahmudah Mahmudah; Khoirun Nisa; Nur Aisha Fawwaz; Mahwa Izhariaqi; Febria Sera Darnefi; Muhammad Chusnul Yaqin Aminullah; Ahmad Faizin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27556

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pelatihan dan pendampingan bagi KKR, rendahnya pengetahuan dan keterampilan mereka, serta belum optimalnya manajemen Trias Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk pemeriksaan jentik yang masih manual dan tidak rutin. Program ini bertujuan memberdayakan Kader Kesehatan Remaja (KKR) di SMAN 1 Tamban untuk mengoptimalkan perannya dalam Trias UKS melalui teknologi digital. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, serta pendampingan untuk 15 kader. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi KKR. Evaluasi pre-test dan post-test mengungkap peningkatan pengetahuan sebesar 19,6% dan keterampilan sebesar 96,6% dalam pelaksanaan Trias UKS. Implementasi aplikasi pemantauan jentik berbasis web berhasil menggantikan metode manual dengan efektivitas 100% dalam penggunaannya. Pelatihan pendidikan kesehatan meningkatkan kemampuan komunikasi efektif KKR dengan peningkatan skor rata-rata 13,8%, sedangkan pelatihan pelayanan kesehatan menghasilkan peningkatan keterampilan pemeriksaan fisik hingga 33,6%. Dalam aspek lingkungan sehat, kemampuan KKR meningkat 13,9% setelah pelatihan pengelolaan lingkungan sekolah. Pendampingan program UKS juga memastikan KKR mampu menyusun dan menjalankan program dengan tingkat keberhasilan 100%. Luaran kegiatan meliputi aplikasi Smart Larvae Risk Predictor, media edukasi kesehatan digital, dan publikasi hasil program di berbagai platform. Program ini memberi manfaat bagi sekolah dan berkontribusi pada kesehatan remaja di wilayah tersebut.Abstract: This program was motivated by the lack of training and guidance for Youth Health Cadres (KKR), their low knowledge and skills, and the suboptimal management of the Trias School Health Efforts (UKS), including mosquito larvae inspection, which was still manual and irregular. The program aimed to empower KKR at SMAN 1 Tamban to optimize their roles in the Trias UKS using digital technology. Methods included socialization, training, workshops, and mentoring for 15 cadres. The results demonstrated significant improvements in KKR competencies. Evaluation through pre- and post-tests revealed a 19.6% increase in knowledge and a 96.6% improvement in skills for implementing the Trias UKS. The implementation of a web-based mosquito larvae monitoring application successfully replaced manual methods with 100% effectiveness. Health education training improved KKR's communication skills by an average of 13.8%, while health service training enhanced their physical examination skills by 33.6%. In the aspect of healthy environments, KKR’s ability increased by 13.9% after training in school environment management. Mentoring for the UKS program ensured that KKR could develop and execute the program with a 100% success rate. The program outputs included the Smart Larvae Risk Predictor application, digital health education media, and the publication of program results on various platforms. This initiative benefited the school and contributed to improving adolescent health in the region.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF NON-COMMUNICABLE DISEASES INTEGRATED HEALTH AT UPT PURUK CAHU HEALTH CENTER Fatimah Herlinawati; Achmad Rizal; Mahmudah Mahmudah; Eddy Rahman
AL ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v10i1.10733

Abstract

To control non-communicable diseases, the NCD Posyandu (integrated service post) monitors and detects possible risk factors for non-communicable diseases in the community. This study used qualitative research methods with in-depth interview questionnaires for informants at the NCD Posyandu, UPT Puruk Cahu Health Center. The study’s results comparing the NCD Posyandu implementation standards for 2014 showed that the NCD Posyandu work area had good and competent cadres, with patients getting NCD services and counseling for free. Recommendations are needed to improve partnerships, funding support, and NCD Posyandu implementation tools, increase the number of cadres, and provide training to all NCD Posyandu cadres and meetings for the community on non-communicable diseases so that coordination among all parties in NCD Posyandu, including the community, runs optimally both in quality and quantity.
Gerakan Anak Cerdas Memilih Jajanan Sehat Melalui Edukasi Di SDN 3 Sungai Besar Kota Banjarbaru Hilda Irianty; Fitri Novita Sari Widodo; Jesica Pretisia; Fransisco Leo Tasik; Sarah Zein; M. Rifki Andra Firdaus; Ridha Hayati; Mahmudah Mahmudah; Hikmah Yusida; Deni Suryanto
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1058

Abstract

Pendahuluan: Dilihat dari kegiatan pengabdian sebelumnya, program edukasi masih terbatas dan belum mampu meningkatkan pengetahuan anak, tetapi juga membentuk perilaku nyata anak dalam memilih jajanan sehat secara mandiri dan berkelanjutan. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, khususnya terkait pola konsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan siswa/i sekolah dasar melalui gerakan anak cerdas dalam memilih jajanan sehat melalui edukasi di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan tanya jawab, serta ada ice breaking  yang dilaksanakan di SDN 3 Sungai Besar, Kota Banjarbaru, dengan khalayak sasaran kelas VI B berjumlah 24 orang. Adapun metode pelaksanaan terdiri dari 3 tahapan, yaitu perizinan, perencanaan, dan pelaksanaan. Alat dan bahan yang digunakan berupa poster, PowerPoint untuk pemberian edukasi, LCD, spanduk, snack dan hadiah untuk siswa yang menjawab pertanyaan. Hasil : Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah pemberian edukasi tentang jajanan sehat, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa masih memiliki kebiasaan konsumsi yang kurang sehat. Banyak siswa menyatakan kurang menyukai sayuran dan lebih cenderung mengonsumsi jajanan kemasan. Simpulan: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman yang baik mengenai ciri-ciri jajanan yang sehat, aman, dan bergizi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai jajanan sehat masih perlu ditingkatkan melalui edukasi dan penyuluhan yang berkelanjutan.