Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Komponen Perilaku terhadap Pengunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja Pengelasan di PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) Makassar, Sulawesi Selatan: Relationship between the Behavioral Component and the Use of Personal Protective Equipment in Welding Workers at PT. Industri Kapal Indonesia, Makassar, South Sulawesi Uswantun Hasanah; Krisdayanti Krisdayanti; Andi Alim; Verawati Verawati
Journal of Health Vol. 10 No. 02 (2023): Journal of Health (JoH) - July
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v10n2.618

Abstract

The behaviour of workers in using PPE is relatively low which is caused by minimal knowledge, attitudes that consider PPE trivial, and actions that lack discipline. As a result, the emergence of the risk of accident hazards in the workplace. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge, attitudes and actions of using PPE for workers at PT. Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar, Tallo District, Makassar City, South Sulawesi Province. The type of research used is analytic research with a total sample of 49 people. The results showed that there was a relationship between knowledge and PPE users (p=0.05), there was a relationship between attitude and use of PPE (p=0.01), and there was a relationship between action and use of PPE (p=0.03). Based on the research findings, it is concluded that there is a relationship between knowledge, attitudes and actions with the use of PPE for welding workers. It is suggested to workers to always behave properly by using PPE and not using PPE half measures. The contribution of this research is to provide information on managing disciplinary behaviour in the use of PPE so that workers can avoid accidents that result in permanent disability or death.
Fenomena Skincare Viral dalam Perspektif Hukum: Risiko dan Perlindungan Konsumen Nurhidayah Taha; Alfina S; Verawati Verawati
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14559

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan fenomena skincare viral yang secara signifikan memengaruhi perilaku konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Produk skincare yang menjadi viral sering dipromosikan melalui influencer dan konten digital dengan klaim manfaat yang menarik, namun tidak selalu disertai informasi yang akurat mengenai keamanan, kualitas, dan legalitas produk. Kondisi ini menimbulkan berbagai risiko bagi konsumen, mulai dari risiko kesehatan akibat penggunaan produk yang tidak memenuhi standar, kerugian ekonomi, tekanan psikologis akibat standar kecantikan yang tidak realistis, hingga potensi sengketa hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena skincare viral dalam perspektif hukum perlindungan konsumen, khususnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan terkait kosmetik. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi yang ada telah memberikan dasar hukum yang kuat untuk melindungi konsumen, namun tantangan utama terletak pada lemahnya kesadaran hukum masyarakat dan pengawasan terhadap promosi digital yang masif. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi hukum konsumen, tanggung jawab pelaku usaha, serta penegakan hukum yang efektif guna meminimalkan risiko dan mewujudkan perlindungan konsumen yang optimal di era digital.