Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Dekstrin Dan Tween 80 Terhadap Sifat Fisik, Kimia Dan Organoleptik Bubuk Sari Buah Jambu Biji Merah (Psidium Guajava L.) Yang Dibuat Dengan Metode Foam-Mat Drying Ribut Suryanto
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.381 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.495

Abstract

Produk berbentuk bubuk merupakan salah satu cara pengolahan jambu biji merah (Psidium guajava L.) yang lebih praktis dalam penggunaan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dekstrin dan tween 80 terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik bubuk sari buah  jambu biji merah yang dibuat dengan metode foam-mat drying.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penambahan dekstrin dan tween 80 terhadap sifat fisik, kimia dan organoleptik bubuk sari buah  jambu biji merah yang dibuat dengan metode foam-mat drying (pengeringan busa) adalah  1) semakin tinggi konsentrasi dekstrin, rendemen bubuk sari buah jambu biji merah cenderung semakin tinggi; 2) penambahan dekstrin dan Tween 80 berpengaruh tidak nyata terhadap higroskopisitas bubuk sari buah jambu biji merah; 3)Penambahan dekstrin 10%, menghasilkan bubuk sari buah jambu biji yang kelarutannya paling rendah (waktu larut cepat, sedangkan penambahan konsentrasi Tween 80 berpengaruh tidak nyata terhadap kelarutan; 4) Tingkat kecerahan (L*) meningkat pada konsentrasi dekstrin yang meningkat dan Tween 80 yang sama; penambahan konsentrasi dekstrin 5% dan Tween 80 0,3% menghasilkan bubuk sari buah jambu biji merah yang berwarna lebih merah; dan  penambahan dekstrin 10% dan Tween 80 0,5% menghasilkan bubuk sari jambu biji merah yang berwarna sedikit kekuningan; 5) Penambahan dekstrin 5% dan Tween 80 0,5% menghasilkan kadar gula total bubuk sari buah jambu biji merah tertinggi; 6) Konsentrasi dekstrin dan Tween 80 berpengaruh tidak nyata terhadap vitamin C bubuk sari buah jambu biji merah; 7) Konsentrasi dekstrin dan Tween 80 berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah Volatile Reducing Substances (VRS) bubuk sari buah jambu biji merah; 8)Konsentrasi dekstrin 5% menghasilkan warna, rasa dan aroma  bubuk sari buah jambu biji merah yang paling disukai oleh panelis.
Pengaruh Tingkat Kematangan Buah Nangka terhadap Kualitas Fisik Kripik Nangka (Artocarpus Heterophylus L.) Ribut Suryanto
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 2 No. 1 (2018): Juli 2018 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kematangan buah nangka yang tepat untukmenghasilkan kripik nangka dengan kualiatas fisik terbaik; dengan hipotesis ”Tingkat kematanganbuah nangka berpengaruh terhadap rendemen dan organoleptik (warna, rasa dan tekstur) kripiknangka yang dihasilkan”.Penelitian ini menggunakan percobaan eksperimental, dengan RancanganAcak Kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 level dan 4 kali ulangan, dengan perlakuanN0 = Bahan Baku Nangka Masak Optimal 0 hari, N1 = Bahan Baku Nangka matang 1 hari setelahpemetikan, N2 = Bahan Baku Nangka matang 2 hari setelah pemetikan dan N3 = Bahan BakuNangka matang 3 hari setelah pemetikan.Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa rendemenkripik nangka yang dihasilkan dari bahan baku nangka matang 1 hari setelah pemetikan (N1)sebesar 23,96 %, tidak berbeda dengan rendemen kripik nangka dari bahan baku nangka masakoptimal 0 hari (N0) yang menghasilkan rendemen kripik nangka tertinggi sebesar 25,55%. Hasil UjiOrganoleptik (Uji Kesukaan) dengan menggunakan 34 orang panelis, kripik nagka yang dihasilkandari bahan baku nangka matang 1 hari setelah pemetikan (N1), memiliki nilai kesukaan ”warna,rasa dan tekstur/kerenyahan” tertingi, yaitu nilai kesukaan warna 3,71 (suka sampai sangat suka),rasa4,32(suka sampai amat sangat suka) dan tekstur/kerenyahan 3,91 (suka sampai sangat suka).
Pengaruh Tingkat Kematangan Buah Nangka terhadap Kualitas Fisik Kripik Nangka (Artocarpus Heterophylus L.) Ribut Suryanto
Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa Vol. 1 No. 2 (2017): Desember 2017 (AgroSainTa)
Publisher : Bidang Penyelenggaraan, Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan - Pusat Pelatihan Pertanian - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian - Kementerian Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kematangan buah nangka yangtepat untuk menghasilkan kripik nangka dengan kualiatas fisik terbaik;dengan hipotesis ”Tingkat kematangan buah nangka berpengaruh terhadaprendemen dan organoleptik (warna, rasa dan tekstur) kripik nangka yangdihasilkan”. Penelitian ini menggunakan percobaan eksperimental, denganRancanganAcak Kelompok (RAK) faktor tunggal, terdiri dari 4 level dan 4kali ulangan, dengan perlakuanN = Bahan BakuNangkaMasakOptimal 0hari,N =BahanBakuNangkamatang 1 hari setelah pemetikan,N =BahanBakuNangkamatang 2 hari setelah pemetikan danN =BahanBakuNangkamatang 3 hari setelah pemetikan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwarendemen kripik nangka yang dihasilkan dari bahan baku nangka matang 1hari setelahpemetikan(N ) sebesar 23,96%, denganrendemenkripik nangka dari bahan baku nangka masak optimal 0 hari (N ) yangmenghasilkan rendemen kripik nangka tertinggi sebesar 25,55%. Hasil UjiOrganoleptik (Uji Kesukaan) dengan menggunakan 34 orang panelis, kripiknagka yang dihasilkan dari bahan baku nangka matang 1 hari setelahpemetikan(N )memilikinilaikesukaan”warna, rasadantekstur/kerenyahan” tertinggi, yaitu nilai kesukaan warna 3,71 (suka sampai sangat suka), rasa 4,32 (suka sampai amat sangat suka) dan tekstur/kerenyahan 3,91 (suka sampai sangat suka)
INDEKS ADOPSI INOVASI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO JAGUNG HIBRIDA PADA LAHAN KERING Sudirman Sudirman; Ribut Suryanto
Journal TABARO Agriculture Science Vol 6, No 1: MEI 2022
Publisher : Universitas Andi Djemma Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tabaro.v6i1.1254

Abstract

Sistem tanam jajar legowo umumnya dilakukan pada tanaman padi, namun di Kabupaten Lombok Timur sistem tanam tersebut sudah dikembangkan pada komoditi jagung. Inovasi sistem jajar legowo jagung hibrida merupakan hasil penelitian dan pengkajian serta telah dikembangkan terutama pada lahan-lahan kering dan terbukti jarak tanam menggunakan jajar legowo pada jagung hibrida mampu meningkatkan hasil biji jagung, tapi belum banyak diterapkan oleh petani yang disebabkan oleh beberapa faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering. Lokasi Penelitian di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan menggunakan metode survei. Jumlah responden ditentukan sebanyak 73 orang yang dipilih secara random dari populasi petani jagung di lokasi penelitian yang ditentukan secara purposive dengan rumus Slovin. Data yang diamati terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer dianalisa menggunakan analisis faktor untuk mendapatkan indeks komposit adopsi inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks tingkat adopsi inovasi sistem tanam jajar legowo jagung hibrida pada lahan kering mencapai tingkat adopsi kategori tinggi (indeks di atas rata-rata 100) mencapai 70 persen dan indeks tingkat adopsi kategori rendah (indeks di bawah rata-rata 100) mencapai 30 persen