Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Code Switching in BIPA Classes: Teachers' and Students’ Attitudes Hanna Suteja; Christina Purwanti
Polyglot Vol 13, No 1 (2017): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v13i1.356

Abstract

The controversy of using L1 or L2 only in second language classes has been widely discussed in many studies. Some teachers, however, opt for the middle ground by employing the bilingual approach; they practice code switching to some extent to facilitate teaching learning process.  In the context of BIPA teaching and learning this issue has not been sufficiently addressed. Therefore, this study seeks to explore the teachers as well as the students’ attitude towards the practice of code-switching in BIPA classes, specifically in the basic level classes. The factors behind its practice will also be discussed in the light of its benefit and hindrance for teaching learning process. This study employed a quantitative research design by conducting a survey and a qualitative research design by interpreting the result of the interview with the teachers and students. In general the study indicates the need of code-switching to support teaching and learning process, especially for the beginner level classes.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Kontroversi penggunaan hanya bahasa pertama atau bahasa kedua dalam kelas bahasa kedua telah banyak dibahas dalam banyak penelitian. Meskipun demikian, sebagian pengajar memilih jalan tengah dengan menggunakan pendekatan dwi-bahasa; mereka menggunakan alih kode sampai kadar tertentu untuk memudahkan proses belajar mengajar. Dalam konteks belajar mengajar BIPA isu ini kurang banyak dibahas. Karena itu, studi ini ingin mengkaji sikap para pengajar maupun pelajar terhadap praktek alih kode di kelas BIPA, khususnya di kelas tingkat  dasar. Faktor-faktor di balik praktek tsb juga akan dibahas dalam perspektif kelebihan dan kekurangannya untuk proses belajar mengajar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan mengadakan survei dan juga kualitatif dengan melakukan intepretasi terhadap hasil wawancara dengan pengajar dan pelajarnya. Secara umum, studi ini mengindikasikan perlunya alih kode untuk mendukung proses belajar mengajar, khusunya untuk kelas tingkat dasar.
Pendampingan Kaum Remaja dalam Mengembangkan Identitas Diri dan Spiritualitas Hidup Thomas Tokan Pureklolon; Christina Purwanti; Hanna Suteja
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.826 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1183

Abstract

Pendidikan bagi kaum remaja merupakan masalah yang tetap aktual dan selalu menarik untuk dibahas saat ini. Banyak peristiwa dan kasus remaja yang terjadi di tengah masyarakat mengandung tuntutan akan pendampingan secara terus-menerus untuk mengenali identitas, gaya hidup, dan pengembangan sipritualitas mereka. Pendampingan terhadap para remaja di GBI Victoria Park Tangerang ini pun terus saja dilakukan secara rutin oleh orang-orang yang berkompeten dan mempunyai kepedulian secara langsung terhadap para remaja, yang nota benenya adalah generasi penerus bangsa. Peduli terhadap para remaja berarti secara langsung peduli terhadap bangsa. Oleh karena itu, pendampingan para remaja yang dijalankan ini bertujuan memberikan pembinaan kepada para remaja untuk lebih mengenal jati diri mereka, spiritualitas mereka dan memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat dan mampu berpikir secara kritis atas problem kehidupan yang dihadapi setiap hari; baik di rumah bersama anggota keluarga, maupun di sekolah dan di lingkungan bersama teman-temannya. Metode pelaksanaan pendampingan adalah dengan melakukan kegiatan pembinaan melalui webinar, yang meliputi tiga bagian utama yaitu dengan topik : ‘Remaja dan Karakternya’, ‘Spiritualitas Remaja’, ‘Belajar Bahasa Inggris Melalui Alkitab’. Dalam pelaksanaan untuk masing-masing bagiannya, selalu diawali dengan acara menjawab pertanyaan sebelum memulai pembinaan dan menjawab pertanyaan setelah pembinaan berlangsung. Hasil kegiatan pendampingan ini menunjukkan tiga hal utama yakni: Pertama, para remaja dapat memahami apa arti identitas mereka yang sedang tumbuh menjadi dewasa melalui tahap-tahap perkembangannya terutama pada masa transisi, dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan mengenali karakteristik mereka dengan segala perubahannya. Kedua, para remaja mampu menentukan spiritualitas hidup mereka sesuai tren, gaya, mode dan selera yang sedang dijalani dewasa ini. Ketiga, para remaja dapat menggunakan Alkitab yang berbahasa Inggris, bukan hanya menjadi sarana untuk mengenal Tuhan lewat firmanNya, tetapi juga dapat menjadi sarana pembelajaran bahasa asing. Kata kunci: Pendampingan, remaja, identitas, spiritualitas, karakter.
MITIGASI TINDAKAN PLAGIAT DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH DI SMK KATOLIK ST. MIKAEL SURAKARTA Jonter Pandapotan Sitorus; Christina Purwanti; Hanna Suteja; C.Kiky Puspita; Kusman Sudarja
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1479

Abstract

Plagiat merupakan salah satu tindakan malakademik yang berdampak buruk pada kualitas karya tulis yang dihasilkan. Di kalangan siswa plagiat seakan menjadi sebuah budaya atau kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan karena berbagai macam alasan. Fenomena plagiat terjadi di kalangan siswa SMK Katolik St.Mikael Surakarta. Oleh karena itu, diperlukan mitigasi dini dan tindakan konkret agar plagiat dapat diminimalisasi. Oleh karena itu, tujuan PkM ini adalah memberikan wawasan kepada siswa SMK Katolik St. Mikael Surakarta dengan memberikan webinar tentang pengenalan dan pembelajaran tentang hal-hal yang mendasari suatu tindakan plagiat sehingga para siswa menyadari praktik akademik yang baik dan cara yang tepat untuk menghindari plagiat. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini antara lain (1) siswa mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang plagiat yang terbukti dari perbedaan hasil pretes dan postes yang diberikan, (2) siswa semakin mengenal jenis kutipan yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung serta mengetahui prinsip dan model-model sitasi yang tepat, (3) siswa mendapatkan pemahaman yang utuh tentang prinsip dan teknis melakukan parafrasa, dan (4) siswa mendapatkan cara lain untuk meminimalisasi tindakan plagiat dengan cara OCIE (Observation, Citation, Interpretation, Evaluation) Kata Kunci: Karya Tulis Ilmiah, Plagiat, SMK Katolik St. Mikael Surakarta
PENERAPAN SOFT SKILLS DALAM KEHIDUPAN DI KOMUNITAS JEMAAT GBI VICTORIA PARK TANGERANG Christina Purwanti; Thomas Tokan Pureklolon; Hanna Suteja
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1481

Abstract

Keterampilan lunak (soft skills) adalah keterampilan yang berhubungan dengan interaksi bersama orang lain. Yang termasuk keterampilan lunak antara lain komunikasi, keterampilan pengenalan diri sendiri dan memahami orang lain, serta keterampilan berpikir kritis. Semua keterampilan ini dipandang sebagai sesuatu yang penting dan dibutuhkan dewasa ini karena kecenderungan saat ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk secara kritis, menyadari disposisi pribadi maupun orang lain, serta keterampilan untuk mengevaluasi secara kritis informasi yang tertulis maupun lisan, semakin dibutuhkan dalam menghadapi tantangan di beragam wilayah kehidupan. Keterampilan lunak ini juga dibutuhkan dalam komunitas jemaat Victoria Park agar jemaat dapat berpartisipasi di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu kegiatan yang dijalankan di komunitas ini bertujuan memberikan wawasan kepada jemaat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman umum mengenai keterampilan untuk memahami disposisi pribadi maupun orang lain, agar jemaat mampu mempergunakannya dengan bijak dan kompeten di komunitas. Metode pelaksanaan dengan melakukan kegiatan webinar, yang meliputi dua bagian utama yaitu dengan topik “ pengenalan diri; soft skills, dan aplikasinya dalam kehidupan.” Hasil kegiatan ini menunjukkan dua hal utama yakni: Pertama, jemaat GBI Victoria Park semakin ‘mengenal diri sendiri’. Kedua, jemaat mendapatkan pemahaman lebih jelas tentang soft skills dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Fostering reading interest through digital storytelling for young learners in the early childhood Siane Indriani; Hanna Suteja
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 17, No 2: May 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v17i2.18372

Abstract

Children in the digital era are exposed to the advancement of information technology and multimedia that might bring both positive and negative influence toward their development. During early childhood, children are using mostly their senses to explore the world around them, including learning some values from the story books exposed to them. However, parents or family do not give optimal support in the children’s learning process. Therefore, it is a challenge for English language teaching (ELT) pre-service teachers in implementing a digital storytelling to engage the children with the learning material and creative ways to optimally utilize technology, but at the same time give a comprehensive support for children to improve their English skills as well as the embedded values within the stories. The present study aims to reveal the opportunities and challenges in fostering a child’s reading interest through digital storytelling. All the details were recorded through observations, responses from the children while they were watching the digital story, and a daily journal written by ELT pre-service teacher. From the result, it was found that through their interactions with the stories, children were exposed by the values embedded, furthermore, their reading interest is developing where more optimal support from the parents or caregivers is urgently needed.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI YANG MENYENANGKAN DI RUMAH BELAJAR VICTORIA, GBI VICTORIA PARK-TANGERANG Christina Purwanti; Thomas Pureklolon; Year Rezeki Patricia Tantu; Hanna Suteja; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2600

Abstract

Pembelajaran merupakan proses yang kompleks dan dinamis yang melibatkan interaksi antara peserta didik, pendidik, metode, strategi, serta sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar yang dirancang secara sistematis. Dalam konteks pendidikan, pembelajaran berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan afektif peserta didik dari berbagai jenjang. Salah satu bentuk kompetensi penting yang krusial untuk ditanamkan sejak dini hingga remaja adalah numerasi. Numerasi tidak hanya mencakup keterampilan berhitung, tetapi juga kemampuan untuk menggunakan pengetahuan matematika dalam menyelesaikan persoalan nyata. Untuk menjawab tantangan pembelajaran yang semakin beragam, strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat diterapkan guna menyesuaikan pengajaran dengan kesiapan, minat, dan gaua belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi melalui pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang dikemas dalam suasana menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Belajar Victoria, dengan melibatkan mahasiswa TC UPH sebagai tutor dan peserta didik dari jenjang SD hingga SMA. Strategi pembelajaran dirancang melalui permainan edukatif, proyek numerasi tematik, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman numerasi peserta didik, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar serta memperkuat kapasitas pedagogis para tutor.
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK TK DAN SD DI GKNS TAMAN UBUD Hanna Suteja; Atalya Agustin; Meicky Shoreamanis
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 8 (2025): Penguatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Ekologis untuk Mencapai Keberlanjutan Menuju Ind
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v8i0.2823

Abstract

In this era of globalization, English language skills are becoming increasingly important as a means of coping with global dynamics. Early mastery, especially at the kindergarten and elementary school levels, plays a major role in preparing children for the future. However, in reality, English lessons are considered difficult because the teaching methods are not tailored to the characteristics of the students. This program is designed to strengthen children's English skills through a culturally responsive teaching approach that emphasizes cultural relevance in the learning process. In this way, learning does not only focus on linguistic aspects, but also relates the material to the life experiences and cultural identities of the students. The main strategies used in this program are Total Physical Response (TPR) and gamification, which enable children to learn actively, enjoyably, and in accordance with their developmental needs. Adapting the methods to the cultural context helps children feel closer to the material, so that the foreign language does not seem unfamiliar or separate from their daily lives. This English language improvement program is held at the Nafiri Sion Christian Church in Taman Ubud, Tangerang. Although located in a church, this activity is inclusive because it is also attended by children from outside the church community, so that its benefits reach a wider audience.