Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Ukuran Partikel Bentonit Alam Teraktivasi Pada Penurunan Limbah Cair Sarung Tenun Samarinda Mustafa Mustafa; Marinda Rahim; Muh. Irwan; Desi Purnama Sari
MEDIA PERSPEKTIF : Journal of Technology Vol 12, No 1 (2020): MEDIA PERSPEKTIF
Publisher : Politeknik Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.282 KB) | DOI: 10.46964/jtmp.v12i1.376

Abstract

One industry that needs attention is Samarinda's woven sarong business. This industry produces liquid waste that is produced from the coloring process using De Congo Red which is an organic dye. Discussing the business of Samarinda's woven sarong industry discharges its waste directly into the Mahakam River around the house or weaving location which will cause a harmful impact on the environment. The main process in this research is adsorption with active bentonite to determine differences in activated bentonite particles in the adsorption process. The performance of the adsorption process through the parameters of BOD, COD, TSS and, pH of the liquid waste. The adsorption process was carried out by mixing active bentonite and Samarinda waste woven gloves with 0.25 grams: 1 mL. The mixture is then stirred for 1 hour at a rotational speed of 468 rpm. The size of the active bentonite was varied by 210, 230, 270, 310, 330, 370 and 400 mesh. The results of this study have proven that active bentonite has 400 mesh more than the BOD, COD, TSS and pH values according to the standard requirements according to the Decree of the Governor of East Kalimantan No. 26/2002. Also involved were 34.5 mg / L, 64 mg / L, 168 mg / L and pH 8.
EFFECT OF MICROWAVE IRRADIATION TIME TO DEACETYLATION PROCESS OF CHITIN FROM SHRIMP SHELLS Arief Adhiksana; Wahyudi Wahyudi; Zainal Arifin; Muh Irwan
Jurnal Kimia Riset Vol. 8 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Airlangga, Campus C Mulyorejo, Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkr.v8i1.40222

Abstract

Microwaves have been used in various organic synthesis applications. The use of microwaves provides many advantages, including relatively short start-up and heating times, energy efficiency and process costs, easy and precise process control, selective heating, better final product quality, and improved dry material quality. Microwaves were used in this study to convert chitin into chitosan and to determine the effect of deacetylation time on the degree of deacetylation of chitosan, which was in accordance with the Indonesian National Standard (SNI 7949:2013). The chitin deacetylation process was carried out by varying the heating time to 5, 7, 11, and 15 minutes with a power of 350 W. Two grams of chitin were mixed with 40 mL of 70% NaOH solution in a beaker. The mixture was put in a microwave at a constant temperature of 70 °C. Chitosan was washed until neutral and then dried in an oven. The degree of deacetylation (DD) was analyzed using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy. The results showed that A deacetylation degree of 79.96% was achieved at a reaction time of 15 min. The water content of chitosan was determined to be 9.15%.
Pengaruh Jenis Bahan Pengendap Pada Alat Sedimentasi Termodifikasi Secara Batch Skala Laboratorium Mustafa; Masing; Ramli; Muh. Irwan
Majalah Teknik Industri Vol 27 No 2 (2019): Majalah Teknik Industri Desember 2019
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedimentasi merupakan salah satu cara yang paling ekonomis untuk memisahkan padatan dari suspensi, bubur atau slurry. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat menjelaskan bagaimana hubungan antara waktu, tinggi pengendapan dan konsentrasi padatan berbagai bahan pengendap dengan laju sedimentasi. Dalam menunjang penelitian ini maka metode yang digunakan adalah eksprimen dan analisis. Bahan pengendap yang digunakan bervariasi antara lain: 50 gram, 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan 250 gram, kemudian dimasukkan ke dalam tabung pengendap. Sedangkan hasilnya dapat diperoleh dari data visualisasi yang didasarkan pada data pengamatan dan data pengukuran. Bardasarkan persamaan empiris maka diperoleh efisiensi laju pengendapan pada berbagai bahan pengendap sebesar 89,61% dari kinerja alat. Hasil yang didapatkan dari berbagai bahan pengendap maka kecepatan pengendapan untuk bahan pengendap CaCO3 tanpa flokulan dan dengan flokulan adalah 4.43 cm/menit dan 3,86 cm/menit. Untuk kecepatan pengendapan bahan pengendap tepung tapioka tanpa flokulan dan dengan flokulan adalah 23.64 cm/menit dan 23,47 cm/menit. Dan untuk kecepatan pengendapan bahan pengendap tanah kering tanpa flokulan dan dengan flokulan adalah 18,60 cm/menit dan 15,10 cm/menit serta untuk kecepatan pengendapan bahan pengendap karbon aktif tanpa flokulan dan dengan flokulan adalah 7,76 cm/menit dan 7,05 cm/menit.
Pengaruh Waktu Ekstraksi terhadap Kualitas Gelatin dari Tulang Ikan Tenggiri dengan Berbantukan Ultrasonik Mustafa; Masing; Ramli; Muh. Irwan
Majalah Teknik Industri Vol 28 No 2 (2020): Majalah Teknik Industri Desember 2020
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Samarinda terkenal dengan makanan olahan yang berasal dari ikan, seperti Kerupuk (amplang). Ikan yang banyak digunakan dalam makanan olahan tersebut ialah ikan tenggiri. Ikan tenggiri berpotensi digunakan dalam pembuatan gelatin karena ikan tenggiri jenis ikan bertulang keras yang mengandung kolagen kurang lebih 49,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu ekstraksi terhadap kualitas gelatin dari tulang ikan tenggiri, mengetahui jumlah rendemen tertinggi terhadap kualitas gelatin dari tulang ikan tenggiri dan mengetahui perbandingan karakteristik gelatin tulang ikan tenggiri dengan standar gelatin komersial. Pembuatan gelatin dimulai dengan membersihkan dan merebus 100g ptotongan 2-4cm tulang ikan tenggiri pada suhu 60ºC selama 30 menit. Kemudian merendam tulang dalam larutan HCl 5% selama 2 hari sampai terbentuk ossein. Ossein lalu dicuci dengan air sampai pH nya netral (6-7), setelah itu mengekstraksi ossein pada suhu 60 ºC dalam variasi 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam menggunakan gelombang ultrasonik 20 kHz, 700 watt dan kemudian mengeringkan gelatin dalam oven pada suhu 50ºC selama 24 jam. Penelitian ini mendapatkan gelatin optimum pada konsentrasi HCl 5% dan waktu ekstraksi 5 jam dengan rendemen 10,35%. Gelatin optimum memiliki hasil analisa warna kuning pucat, bau normal, pH 5,59, kadar air 11,18%, dan kadar abu 1,08% yang masih sesuai standar gelatin komersial.
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI LENGKUAS MERAH (ALPINIA PURPURATA) BERBANTUKAN GELOMBANG MIKRO: PENGARUH PERBANDINGAN BAHAN DAN PELARUT Adhiksana, Arief; Linthin, Agnesia Pulung; Wahyudi, Wahyudi; Rahayu, Ibnu Eka; Nadir, Mardhiyah; Irwan, Muh; Thahir, Ramli
Jurnal Teknik Kimia Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419

Abstract

Minyak atsiri merupakan hasil ekstraksi alami tumbuhan yang dapat berasal dari berbagai bagianbagian tumbuhan. Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yaitu lengkuas merah. Lengkuas merah mengandung minyak atsiri yang terkandung dalam rimpang atau akarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio bahan dengan pelarut air terhadap hasil rendemen minyak atsiri lengkuas merah dengan menggunakan metode ekstraksi microwave assisted extraction (MAE). Metode MAE memiliki kelebihan dibandingkan konvensional dalam mempercepat proses dan meningkatkan rendemen. Proses ekstraksi menggunakan 100 gram rimpang lengkuas merah kering yang ditambahkan pelarut air dengan variasi rasio bahan dengan pelarut 1:6, 1:7, 1:8, 1:9 dan 1:10 lalu diekstraksi selama 1 jam dengan daya microwave sebesar 180 Watt. Hasil ekstraksi minyak atsiri yang diperoleh dianalisa rendemen, berat jenis dan indeks biasnya. Hasil terbaik diperoleh pada variasi rasio bahan dengan pelarut air 1:9 yaitu rendemen minyak atsiri sebesar 0,3201%, berat jenis sebesar 0,9289 g/mL dan indeks bias sebesar 1,525. Hasil analisa GC-MS menunjukkan 15 senyawa kimia yang terkandung dalam minyak atsiri lengkuas merah dengan senyawa dominan antara lain metilcinnamate (68,13%), beta-granial (7,79%) dan eucalyptol (5,44%). DOI: https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v18i2.4419
PENGARUH JENIS KATALIS PADA PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH Dian Ramadhani Putri; Muh. Irwan; Mardhiyah Nadir
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v7i2.15158

Abstract

Penggunaan minyak goreng  merupakan salah satu kebutuhan pokok pada kehidupan masyarakat yang sangat dibutuhkan setiap hari. Minyak goreng yang tidak bisa dipakai akan menghasilkan limbah berupa minyak bekas (jelantah). Salah satu upaya untuk mengurangi limbah minyak jelantah yaitu dengan pembuatan biodiesel. Pada Pengerjaan biodiesel dapat melakukan analisa transesterifikasi minyak dan metanol dengan bantuan katalis homogen seperti katalis KOH, NaOH dan NaOCH3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis katalis KOH 1%, NaOH 1% dan NaOCH3 1%. Minyak jelantah dan metanol perbandingan (1:9) ditransesterifikasi pada suhu 65°C dan waktu reaksi transesterifikasi 120 menit dengan menggunakan 0,896 gram katalis KOH, NaOH dan NaOCH3. Hasil biodiesel terbaik pada katalis NaOCH3 dengan yield terbanyak 78,67%, densitas 40°C 875,4 kg/m3, viskositas kinematik 40°C 5,68 cSt, kadar air 0,049 %, bilangan asam 0,727 mgKOH/g dan kadar metil ester 51,19%. Semua parameter biodiesel telah memenuhi SNI 7182:2015, kecuali untuk kadar metil ester belum memenuhi SNI 7182:2015.