Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

REKONSTRUKSI TAFSIR PEREMPUAN: MEMBANGUN TAFSIR BERKEADILAN GENDER (Studi Kritis Atas Pemikiran Asghar Ali Engineer, Fatima Mernissi dan Amina Wadud Muhshin tentang Perempuan dalam Islam) Ismail, Nurjannah
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v1i1.778

Abstract

Artikel ini berasal dari hasil penelitian yang memfokuskan pada kajian pemikiran Asghar Ali Engineer, Fatima Mernisi, Rifaat Hasan, Aminan Wadud Muhsin tentang perempuan dalam Islam. Pemikiran para tokoh itu dihadapkan dengan realitas teks-teks fiqh klasih yang cenderung diskriminatif terhadap perempuan. Salah satu tema utama sekaligus prinsip pokok dalam ajaran Islam adalah persamaan antara manusia, baik antar laki-laki dan wanita maupun antar bangsa, suku dan keturunan. Perbedaan yang digarisbawahi dan yang kemudian meninggikan atau merendahkan seseorang hanyalah pengabdian dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Banyak ayat al-Qur‟an telah menunjukkan bahwa laki-laki dan wanita adalah semartabat sebagai manusia, terutama secara spiritual (Al-Qur‟an, 9:112, 66:5). Sebagai sebuah penelitian pustaka (library research), penelitian ini bersifat diskriptif-analitis-eksplanatoris. Yakni berusaha memaparkan bangunan pemikiran fiqih klasik yang diskriminatif terhadap perempuan sebelum akhirnya dideskripsikan kerangka pemikiran tokoh yang diteliti. Data-data akan dianalisis secara kwalitatif dengan menggunakan instrumen analisis deduktif dan komparatif. Dan pendekatan yang dipakai adalah historis sosiologis, hermeneutika sosial, dan normatif. Akhirnya penelitian ini menyimpulkan bahwa fiqh yang disusun dalam masyarakat yang dominan laki-laki (male dominated society), seperti di kawasan Timur Tengah ketika imam madzab masih hidup dan kitab-kitab fiqh dirumuskan, melahirkan fiqh bercorak patriarkhi. Fiqh yang bercorak demikian bersifat diskriminatif dan penuh ketidakadilan. Pemikiran Asghar Ali Engineer, Fatima Mernissi dan Amina Wadud Muhshin merekonstruksi fiqh diskriminatif dan menawarkan pemikiran baru yang lebih adil.
Integrating Qur'anic Recitation in Local Traditions: A Study of the Kenduri Opat Pekara in Bahgie Bertona Village, Gayo-Aceh Ismail, Nurjannah; Mulyani, Sri
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 18, No 1 (2024)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v18i1.41020

Abstract

This study aims to explore the application of Surah Al-Mu'awwidzatain within the kenduri opat pekara tradition in Bahagie Bertona Village, Aceh, to understand its ceremonial practices and spiritual significance. The research investigates how the Surah is integrated into local customs, highlighting its role in providing protection and blessings during community rituals. The study employs a qualitative descriptive methodology with a phenomenological approach, focusing on field research. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with religious leaders and community members, and document analysis. Triangulation was used to enhance the validity and reliability of the findings. Results indicate that the kenduri opat pekara tradition involves specific preparations believed to appease ancestral spirits, coupled with the recitation of Surah Al-Mu'awwidzatain to invoke divine protection and blessings. The community exhibits diverse interpretations of the Surah's significance, reflecting a complex interplay between Islamic teachings and local cultural practices. The conclusion suggests that the tradition goes beyond the normative use of the Qur'an, integrating it into local customs to strengthen social cohesion and cultural heritage within the Gayo community.