This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geomine
Ginting Jalu Kusuma
Program Studi Rekayasa Pertambangan, Institut Teknologi Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Simulasi Pengolahan Air Asam Tambang Menggunakan Open Limestone Channel Skala Laboratorium Nurfasiha Abd Djawad; Ginting Jalu Kusuma
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.045 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.418

Abstract

Air asam tambang merupakan air yang mempunyai tingkat keasaman dan logam terlarut yang relatif tinggi, terbentuk dari hasil oksidasi mineral pirit, oleh oksigen dan air. Untuk memperoleh kualitas air yang sesuai dengan standar baku, maka harus dilakukan pengolahan. Salah satu teknologi pengolahan air asam tambang yaitu Open limestone channel. Open limestone channel dirancang untuk menetralkan keasaman menggunakan batugamping sebagai bahan penetral. Untuk mengetahui kemampuan open limestone channel dalam menetralkan air asam tambang maka dilakukanlah penelitian pada skala laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja/performa open limestone channel dalam meningkatkan kualitas air asam tambang. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air dengan debit air Q1Q2Q3, kenaikan nilai pH rata-rata pada outlet untuk ukuran butir besar (C50 = 11 mm) yaitu 3,40 pada Q1, 2,93 pada Q2 dan 3,22 pada Q3. Untuk ukuran butir sedang (C50 = 7,12 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,53 untuk Q1, 5,72 untuk Q2 dan 5,99 untuk Q3. Sedangkan untuk ukuran butir kecil (C50 = 4,05 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,51 untuk Q1, 6,25 untuk Q2 dan 6,26 untuk Q3. Dari hasil pengujian kualitas air tersebut dapat diketahui bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja open limestone channel (OLC) diantaranya yaitu luas permukaan batugamping dan waktu tinggal. Semakin luas permukaan batugamping maka kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik dan semakin lama waktu tinggal maka waktu (kecepatan) reaksi antara batugamping dengan air asam tambang akan semakin lama sehingga kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik pula.