Baderi Baderi
STIKes Insan Cendekia Medika Jombang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Isna Rahayu Fitriana; Farach Khanifah; Baderi Baderi
Jurnal Insan Cendekia Vol 6 No 2, Septemb (2019): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Buah sawo merupakan buah potensial sebagai alternatif obat-obatan herbal dengan kandungan vitamin C sebesar 21 mg/100 gram. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, dan melindungi lensa akibat radiasi. Penyimpanan buah sawo selama lima dan sepuluh hari pada suhu kamar setelah dipanen dapat mempengaruhi kualitas sawo. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari dan 10 hari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode puposive sampling dengan sampel buah sawo yang memenuhi kriteria. Variabel pada penelitian ini vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan menggunakan metode pemeriksaan titrasi iodimetri. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Hasil: Kadar vitamin C pada buah sawo dengan penyimpanan 0 hari sebesar 5,9 mg/100 gram, pada penyimpanan 5 hari sebesar 3,2 mg/100 gram, sedangkan pada penyimpanan 10 hari didapatkan hasil 2,7 mg/100 gram. Kesimpulan: Buah sawo yang baik untuk dikonsumsi adalah pada penyimpanan 5 hari dengan kadar vitamin C sebesar 3,2 mg/100 gram yang masih rendah dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C pada tubuh. Saran: bagi dosen Prodi Analis STIKes ICMe Jombang beserta mahasiswa melaksanakan pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan atau konseling tentang kandungan Vitamin C buah Sawo Kepada Masyarakat. Dan pada masyarakat agar memanfaatkan buah sawo yang disimpan sebelum 10 hari karena kadar vitamin C yang semakin menurun
ANALISIS KANDUNGAN VITAMIN C PADA BUAH SAWO (Achras zapota) BERDASARKAN LAMA PENYIMPANAN Isna Rahayu Fitriana; Farach Khanifah; Baderi Baderi
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 1, Maret (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Buah sawo merupakan buah potensial sebagai alternatif obat-obatan herbal dengan kandungan vitamin C sebesar 21 mg/100 gram. Vitamin C merupakan salah satu zat gizi yang berperan sebagai antioksidan dan efektif mengatasi radikal bebas yang dapat merusak sel atau jaringan, dan melindungi lensa akibat radiasi. Penyimpanan buah sawo selama lima dan sepuluh hari pada suhu kamar setelah dipanen dapat mempengaruhi kualitas sawo. Tujuan: Mengetahui kadar vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan 0 hari, 5 hari dan 10 hari. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif dengan teknik sampling yang digunakan adalah metode puposive sampling dengan sampel buah sawo yang memenuhi kriteria. Variabel pada penelitian ini vitamin C pada buah sawo berdasarkan lama penyimpanan menggunakan metode pemeriksaan titrasi iodimetri. Pengolahan data menggunakan coding dan tabulating. Hasil: Kadar vitamin C pada buah sawo dengan penyimpanan 0 hari sebesar 5,9 mg/100 gram, pada penyimpanan 5 hari sebesar 3,2 mg/100 gram, sedangkan pada penyimpanan 10 hari didapatkan hasil 2,7 mg/100 gram. Kesimpulan: Buah sawo yang baik untuk dikonsumsi adalah pada penyimpanan 5 hari dengan kadar vitamin C sebesar 3,2 mg/100 gram yang masih rendah dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C pada tubuh. Saran: bagi dosen Prodi Analis STIKes ICMe Jombang beserta mahasiswa melaksanakan pengabdian Masyarakat dalam bentuk memberikan penyuluhan atau konseling tentang kandungan Vitamin C buah Sawo Kepada Masyarakat. Dan pada masyarakat agar memanfaatkan buah sawo yang disimpan sebelum 10 hari karena kadar vitamin C yang semakin menurun.
HUBUNGAN GADGET ADDICTION TERHADAP EMOSI DAN PERILAKU REMAJA Baderi Baderi; Dessy Ekawati
Jurnal Insan Cendekia Vol 7 No 2, Septemb (2020): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan. Masalah emosi dan perilaku pada remaja merupakan masalah yang cukup serius, selain memiliki dampak terhadap perkembangan, gangguan emosi dan perilaku pada remaja juga dapat menurunkan produktivitas serta kualitas hidup mereka (Sari Pediatri, 2017). Masalah ini dapat disebabkan oleh salah satu faktor yakni kehidupan di kota besar yang penuh dengan tuntutan dan tekanan bagi perkembangan dan pertumbuhan remaja (Sari Pediatri, 2017). Tuntutan tersebut bisa didapatkan dari gaya hidup yang berubah seiring dengan kemajuan teknologi sebagai contoh yaitu gadget. Tujuan Penelitian. Menganalisis hubungan Gadget Addiction terhadap emosi dan perilaku remaja kelas VIII SMP Negeri 1 Peterongan, Jombang. Metode Penelitian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dengan metode kuantitatif, dan desain penelitian yang digunakan adalah Croos-sectional. Variabel dependen adalah emosi dan perilaku sedangkan variabel independennya adalah gadget addiction. Dengan jumlah populasi semua siswa kelas VIII yang menggunakan gadgaet di SMP Negeri 1 Peterongan, Jombang sejumlah 210 siswa. Teknik Sampling yang digunakan Purposive sampling. Data responden yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 84 responden. Uji Analisa data dilakukan dengan Uji Spearman Rho. Hasil Penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mengalami gadget addiction tinggi dengan emosi dan perilaku abnormal sejumlah 41 responden (48,9%) Berdasarkan hasil uji statistik Spearman Rho menunjukkan nilai (р=0,000) hal ini menunjukkan bahwa (р<0.05) yang menunjukkan ada hubungan gadget addiction terhadap emosi dan perilaku remaja. Kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang cukup tinggi antara gadget addiction terhadap emosi dan perilaku remaja di kelas VIII SMPN 1 Peterongan Jombang dimana sebagian besar responden mengalami gadget addiction tinggi hal ini yang menyebabakan emosi dan perilaku responden sebagian besar responden dalam kategori borderline. Saran. Menggurangi penggunaan gadget yang berlebihan sehingga menggunakan gadget sebijak mungkin dalam belajar, dan dapat memusatkan pikiran. Kata kunci : gadget addiction, emosi dan perilaku, remaja