Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

The Effect of Dhikr Relaxation Techniques on Stress Level in Hypertension Patients Literature Review Taufik Septiawan; Muhammad Tarmidzi Idris
Proceedings of the International Conference on Nursing and Health Sciences Vol 2 No 2 (2021): July-December 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/picnhs.v2i2.930

Abstract

Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolik blood pressure of more than 90 mmHg. People with hypertension is easy to have stress. If people with hypertension feel stress so long, it will be causing complications. So to manage stress, relaxation techniques can be made, one of which is spiritual relaxation, namely dhikr relaxation. The purpose of the study is to determine the effect of dhikr relaxation techniques on stress level in hypertension sufferers. The purpose of this study was to determine the effect of dhikr relaxation techniques on stress levels in patients with hypertension. The purpose of the study is to determine the effect of dhikr relaxation techniques on stress level in hypertension sufferers. This research used literature review design with traditional review. As for totally of journal reviewed is 15 journal contain of 5th national journal and 10th international journal. The results of hypothesis testing in 15 journals with any test of hypothesis we got result if there is a significant effect of spiritual relaxation techniques : dzikr on stress level in hypertension sufferers. Dhikr relaxation techniques decrease stress level, the stress level from high to moderate and the level of stressmoderate become light after doing dhikr relaxation techniques. Th result of journal analysys could be suggest to additional courses on complementary therapy and add knowledge to nursing student about dhikr techniques and also could be applied as nursing implementation.
Efektivitas Terapi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) pada Titik ST 36 terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pasien DM Tipe 2 Taufik Septiawan; Arief Budiman
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 3 (2022): Jurnal Keperawatan: September 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.883 KB)

Abstract

Pada tahun 2030 diperkirakan sebanyak 21.3 juta penduduk indonesia menderita diabetes. Diabetes menjadi penyebab kematian tertinggi ke 3 di Indonesia. Gula darah yang terkontrol menjadi salah satu tujuan dari terapi untuk mencegah komplikasi pada pasien diabetes. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes yaitu menggunakan terapi transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS). Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas dari terapi TENS dalam menurunkan gula darah sewaktu pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimen pretest-posttest control group. Sampel pada penelitian terdiri dari 30 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan perlakukan berupa terapi TENS dan kelompok kontrol diberikan terapi relaksasi nafas dalam. Teknik pengambilan data menggunakan accidental sampling. Frekuensi intervensi diberikan dalam single session, terapi TENS dan Relaksasi Nafas dalam dilakukan selama 30 menit dan pengukuran gula darah di lakukan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Analisa data menggunakan uji Paried T Test dan Independent T Test. Hasil uji Paried T Test untuk kelompok intervensi didapatkan P Value 0.000 dan kelompok kontrol 0.004 yang berarti terdapat perubahan kadar gula darah sewaktu setelah diberikan intervensi. Hasil uji statisik Independent T Test didapatkan P Value 0.000 yang artinya ada perbedaan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol, yang mana disimpulkan terapi TENS lebih efektif dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu pada pasien DMT Tipe 2. Saran penelitian ini terapi TENS dapat dijadikan sebagai salah satu terapi untuk membantu mengontrol kada gula darah pada penderita DM tipe 2
Efektivitas Terapi Oksigen terhadap Penyelamatan Miokard pada Pasien Infark Miokard dengan Elevasi St: Literatur Review Dorkas Agustina; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Ellysa Rahma Diana; Arifudin Riyadi
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.913 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.776

Abstract

ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) atau infark miokard disebabkan oleh arteri koroner mengalami aterosklerotik atau penyebab lain yang dapat membuat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen di miokard. Iskemia miokard terjadi pada kondisi awal, tetapi jika tidak segera diambil tindakan hal itu menyebabkan nekrosis jantung yang irreversible. Salah satu tindakan yang dapat membantu melindungi otot jantung adalah memberikan terapi oksigen Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi oksigen untuk penyelamatan miokard pada pasien infark miokard dengan elevasi ST. Metode penelitian ini menggunakan literatur  review dengan melakukan telaah jurnal nasional dan internasional tentang pengaruh terapi oksigen terhadap penyelamatan miokard pada pasien infark miokard dengan segmen elevasi ST. Terapi oksigen hanya boleh diberikan pada pasien terduga Acute Coronary Sindrom (ACS) dengan kondisi normoxia menurut AHA 2015, Selain itu kondisi hyperoxia justru dapat menyebabkan cidera lebih luas pada miokard. Beberapa penelitian menyatakan jika terapi oksigen dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki status haemodinamik pada pasien dengan infark miokard.
The Effect of Electroacupunctur on Blood Pressure, Mean Arterial Pressure and Pulse Pressure in Hypertensive Patients: Literature Review Taufik Septiawan; Muhammad Kamil; Hamsih Hamsih; Dinda Ayu Framaisella
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 3 No 2 (2021): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.646 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v3i2.427

Abstract

A person who has uncontrolled hypertension has seven times greater risk to have a stroke and three times greater risk to have a heart attack. Electroacupuncture therapy is one of the non-pharmacological therapies that can be used as a solution to control blood pressure values ​​in hypertensive patients. This research was conducted to analyze the effect of electroacupuncture therapy on the values ​​of blood pressure, Mean Arterial Pressure, and Pulse Pressure in hypertensive patients. This research used a Literature Review design with journal searches using Science Direct, PubMed, and Google Schoolar published in 2009-2020. Among the 17944 articles obtained, 15 articles were taken for analysis. Furthermore, the Journal Reviews was done by employing the Duffy 2005 Research Apraisal Critical Format. The results of this study found that 9 journals of electroacupuncture and 6 journals of acupuncture showed positive results in which there was an effect of electroacupuncture therapy on the value of blood pressure, mean artery pressure and pulse pressure in hypertensive patients. The researchers concluded that Electroacupuncture therapy affects the value of blood pressure, mean artery pressure, and pulse pressure in hypertensive patients.
The Relationship between Stress Level, Physical Activity Level and Dietery Habit with Hypertension Incidence Taufik Septiawan; Nunung Herlina; Devi Ariani Ardy; Indrawan Kholistiyanto; Firda Ummi
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 4 No 3 (2022): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.76 KB) | DOI: 10.37287/ijghr.v4i3.1277

Abstract

Hypertension is a major risk factor for death in the world. Hypertension is strongly influenced by the way and habits of a person's life which is often referred to as the killer disease because people with hypertension do not know if they have hypertension There are many risk factors for the incidence of hypertension, including consuming foods that contain a lot of salt and fat, not eating enough fruits and vegetables, consuming excessive alcohol, lack of physical activity, and poor stress management. researchers are interested in conducting research on the relationship between stress levels, physical activity and dietery habits with hypertension Incidence. The research design used quantitative analytic with a cross-sectional approach. Instruments for measuring blood pressure using a digital sphygmomanometer, measuring stress levels using the standard DASS (Depression Anxiety Stress Scale), measuring activity levels using the standard IPAQ (International Physical Activity Questionnaire), and measuring Dietery Habits or eating pattern using a diet questionnaire that has been modified and has been tested for validity, reliability, and normality. Data analysis using the Chi-square test. The Result Showed that there was a relationship between Stress level, Phsycal Activity, and dietery habit with hypertension Incidence.
Pelatihan Perseptorship Model Approach di RSUD Taman Husada Bontang Enok Sureskiarti; Rusni Masnina; Moh Afandi; Fatma Zulaikha; Taufik Septiawan; Ni Wayan Wiwin; Pipit Fitriani; Muhammad Bachtiar; Nunung Herlina
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Peduli Masyarakat, Juni 2021
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v3i2.500

Abstract

Pendidikan tinggi keperawatan merupakan pendidikan professional yang dilaksanakan melalui pendidikan akademik dan profesi. Pelaksanaan pembelajaran klinik merupakan pengalaman real bagi mahasiswa keperawatan untuk mempelajari profesionalisme. Sehingga untuk mendukung proses tersebut diperlukan manajemen pengelolaan pendidikan profesi yang komprehensif. Pelatihan perseptorship ini sangat diharapkan mampu untuk mempersempit kesenjangan pembelajaran di akademi dan diklinik. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu mengaplikasikan dan merancang model bimbingan klinik dengan pendekatan perceptorship. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah berupa pelatihan yang diadakan selama 3 hari pada tanggal 9-11 Juni 2021. Peserta pelatihan ini adalah sejumlah 30 perawat RSUD Taman Husada Bontang. Dalam Pelatihan ini diadakan Pre dan Post Test terlebih dahulu untuk mengetahui pengetahuan dan Skill dari peserta dalam mengaplikasikan ilmu perseptorship. Pelatihan ini dirancang untuk pembimbing klinik dengan pendekatan preseptorship model Approach baik yang sudah pengalaman ataupun yang belum banyak pengalaman namun memiliki ketertarikan menjadi preseptor klinik yang berkualitas. Dalam pelatihan ini peserta belajar: Memahami kurikulum pendidikan Klinik, Konsep preseptorship model, Merancang kegiatan bimbingan klinik berdasarkan kondisi yang dihadapi, Pembinaan hubungan kooperatif dan kolaboratif antara preseptor dan peserta didik, Ketrampilan memberikan feedback, Menilai kemampuan peserta didik dan memahami tugas dan fungsi preseptor klinik yang professional. Pelatihan disampaikan dalam format kuliah didaktif, role play, dan latihan ketrampilan.
Terapi Bermain Puzzle Suatu Distraksi Nyeri pada Pasien Kanker Anak di Rumah Singgah Kanker Kota Balikpapan Fatma Zulaikha; Enok Sureskiarti; Taufik Septiawan; Deswita Puspa Sari; Ismi Nurina
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri merupakan salah satu tanda gejala yang muncul pada pasien kanker, termasuk pada pasien kanker anak. Terapi bermain merupakan salah satu solusi untuk penanganan nyeri anak, terapi bermain puzzle juga terbukti dapat menurunkan kecemasan dan tingkat nyeri post kemoterapi pasien kanker anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu mengurangi nyeri pada pasien kanker anak. Metode yang digunakan yaitu mendampingi mereka bermain puzzle secara berkelompok selama setengah hingga 1 jam selama 2 hari, diikuti oleh 5 anak penderita kanker yang berada di rumah singgah kanker Kota Balikapapan. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa para pasien anak kanker tersebut merasa senang dan dapat melupakan nyeri yang muncul.
Upaya Pencegahan Diabetes Mellitus dengan Pemeriksaan Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Taufik Septiawan; Irvan Efendi; Enok Sureskiarti; Thomas Ari Wibowo; Siti Khoiroh; Slamet Purnomo; Taharuddin Taharuddin; Anggun Ferani; Fatimah Fatimah; Nahdiyati Nur Rahmi; Nurwindawati Nurwindawati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya terus meningkat dari tahun ke tahun. Di samarinda sendiri penyakit Diabetes mellitus menduduki peringkat 3 kasus yang paling tinggi. Upaya pencegahan penyakit diabetes mellitus menjadi salah satu cara untuk mengurangi kejadian penyakit ini di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema upaya pencegahan diabetes mellitus dengan pemeriksaan kesehatan dan pendidikan kesehatan di RT.IV Jalan Khairun Nafsi Gg. Darusalam Loa Janan Ilir menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dari meningkatkanya kasus DM yang ada diwilayah samarinda. Kegiatan Pengabmas ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan selama masa pandemi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan jika tidak ada peserta yang mengalami Hiperglikemi dan terdiagnosa DM. Selain itu setelah diberikan pendidikan kesehatan pada warga didapatkan terjadi peningkatan pengetahuan dibuktikan dari perbandingan skor pre test sebesar 77.7 menjadi 97.7 setelah dilakukan post test.