Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Discourse Analysis Minimalism Lifestyle trough YouTube Nara Garini Ayuningrum

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.023 KB)

Abstract

The rise of consumerism in society gave rise to resistance movements, one of which was the lifestyle of minimalism. The term minimalism previously used in the field of art and building, which is synonymous with modesty, is now adopted into a lifestyle. With the concept of œliving with less adherents of this lifestyle practice a sufficient style, where minimalist only have things they really need. Trough YouTube, minimalist not only promote, but also form a discourse among minimalist and their audience. Using a phenomenological approach, researches get discourse formed not only as resistance movements, but also become an identity, prestige and mark social privilege for their adherents. This lifestyle is no longer a resistance, but just another form of consuming system.
ANALISIS STRATEGI MENINGKATKAN BRAND IMAGE PT KENCANA MAJU BERSAMA MELALUI MEDIA SOSIAL: (Studi Pada Instagram Kencana Indonesia) Brigita Aristya Eka Safitri Carmen; Vawqa Aviva Shania; Nara Garini Ayuningrum
RELASI Vol 3 No 01 (2023): ILMU KOMUNIKASI
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi mempengaruhi semua bidang kehidupan, termasuk bidang konstruksi. Kini di dunia konstruksi telah berevolusi dari kayu bersubstitusi pada penggunaan baja ringan. Perkembangan teknologi juga mendorong munculnya media sosial sebagai sarana komunikasi dan, dari waktu ke waktu, sebagai media periklanan/komersial yang diadopsi secara luas oleh perusahaan/pemilik bisnis. PT. Kencana Maju Bersama membangun citra merek dengan menggunakan Instagram sebagai media komunikasi untuk membangun kembali kepercayaan konsumen yang disebabkan oleh kemunduran yang disebabkan oleh citra produk Kencana yang kurang dikenal masyarakat.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh PT. Kencana Maju Bersama untuk membangun dan memperkuat citra mereknya menggunakan Instagram. Konsep teoritis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penggunaan teori komunikasi pemasaran Belch and Belch's yang menyatakan bahwa untuk menciptakan strategi komunikasi pemasaran, paling tidak harus melalui beberapa tahapan yaitu dari tahap perencanaan hingga tahap kontrol. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Instagram terbukti efektif dalam menarik perhatian dan membangun kepercayaan konsumen, yang didukung oleh konsistensi dalam mengunggah konten dan merespon konsumen di Instagram.
Communicative Leadership in Digital Organizations: Rethinking Management Principles in the Age of Social Media Rahmawati Novaria; Nara Garini Ayuningrum; Ana Nahdiah Irfani; Beta Puspitaning Ayodiya
INDONESIAN JOURNAL OF SOCIAL POLITIC AND POLICY STUDIES Vol. 2 No. 01 (2025): Social, Politic and Policy Studies
Publisher : KELOMPOK KOMUNITAS LABORATORIUM PENELITIAN-COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/ijspps.v2i01.2752

Abstract

The rapid expansion of digital technologies and social media has fundamentally transformed organizational communication and managerial practices. Traditional management principles—particularly those related to leadership, coordination, and decision-making—are increasingly challenged by decentralized, networked, and participatory communication environments. This study explores how communicative leadership is redefined within digital organizations, emphasizing the role of interaction, discourse, and mediated communication in shaping managerial authority. Drawing on organizational communication theory and leadership studies, particularly the work of Henry Mintzberg and Manuel Castells, this research employs a qualitative approach through discourse analysis of digital organizational practices and communication patterns on social media platforms. The findings reveal that leadership is no longer centered on hierarchical control but is increasingly constructed through communicative engagement, visibility, and responsiveness. The study argues that communicative leadership in digital contexts requires a shift from command-based authority to relational and dialogic practices, where meaning-making and influence emerge through continuous interaction. This research contributes to the rethinking of foundational management concepts by situating them within the dynamics of digital communication and networked organizational structures.
Optimalisasi Produksi Konten Kreatif Media Sosial sebagai Sarana Promosi Kampung Adat Segunung Carangwulung Jombang Fransisca Benedicta Avira Citra Paramita; Nara Garini Ayuningrum; Rival Bramasta Arista Putra; Almira Amadea
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 2 No 1 (2023): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v2i1.1903

Abstract

Desa Carangwulung memiliki potensi wisata yang sangat banyak mulai dari eduwisata tentang kopi,peras susu sapi , hingga eco wisata karena mata air yang melimpah. Sebagai desa yang memiliki potensi berkembangnya ekonomi kreatif, terdapat salah satu dusun yang menjadi dusun dengan produk yang cukup banyak mulai dari produksi kopi, produk makanan, batik, penginapan, hingga wisata alam yang ditawarkan oleh wisatawan yang hadir. Dusun tersebut adalah Dusun Segunung yang juga terletak di Desa Carangwulung yang kemudian menjadi mitra pada kegiatan pengabdian ini. Namun, terdapat permasalahan yang dialami oleh Dusun tersebut adalah pengembangan dari konten media sosial yang dimiliki. Sedangkan, konten yang dikemas secara kreatif dapat menunjang promosi dan penghasilan dari masyarakat. Dusun Segunung memiliki berbagai media sosial mulai dari Instagram, Facebook, YouTube, dan Tik Tok. Permasalahan selanjutnya adalah kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang penggunaan dan pembuatan konten kreatif berupa (foto dan desain) melalui alat tersebut masih sangat perlu ditingkatkan dan dipelajari oleh masyarakat Kampung. Solusi yang yang dilakukan oleh pengusul adalah membuat sosialisasi, pelatihan serta penadmpingan mulai dari bagaimana memanage sebuah konten, bagaimana memicu ide kreatif, bagaimana memproduk konten mulai dari foto dan desain. Target luaran dalam kegiatan ini adalah pemakalah seminar nasional,artikel media massa, video produk, dan produk digital pada media sosial berupa foto produk dan template design.