Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kontribusi Penting Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan Perikanan di Rawa Lebak Pampangan Dina Muthmainnah; Ni Komang Suryati; Khusnul Khotimah
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal “Smart Farming yang Berwawasan Lingkungan untuk Ke
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.848 KB)

Abstract

Muthmainnah D, Suryati NK, Khotimah K.  2019. Important contribution of stakeholder for fisheries management of pampangan swamp. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019, Palembang 4-5 September 2019. pp. 221-227. Palembang: Unsri Press. Stakeholders are the individuals, groups, or institutions with interest in natural resources at a location, or the person who has the potential to influence activities and provide benefits or losses in the changing conditions. The study aimed to determine the role of stakeholders in the fisheries sector through an ecosystem approach as a component of fisheries management in the Pampangan swamp of Ogan Komering Ilir Regency. This research was conducted in 2016 by collecting the primary data in the field and secondary data from relevant agencies. The research location was Pampangan swamp of Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province. There were about ten samples in 10 villages using an opened questionnaire. Data were analyzed by tabulating the stakeholders’ interests and roles. The results showed that the stakeholders were the fishers, fish collector, traders, the government officer, and fish cultivators. Local government plays an important role in determining the management policy for inland fisheries.Keywords: fisheries, management, Pampangan swamp, stakeholder
Evaluasi Efektivitas Pemberlakuan Efisiensi APBN 2025 dan Dampak Pengakhiran Work From Anywhere (WFA) terhadap Realisasi Anggaran BRPPUPP Dina Muthmainnah; Nurwanti, Nurwanti; Ni Komang Suryati; Melfa Marini; Rully Ismanto; Rezki Antoni
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.633

Abstract

Tulisan ini menganalisis efektivitas kebijakan efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025 di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP), dengan fokus pada penerapan dan penghentian skema Work from Anywhere (WFA) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden tentang efisiensi belanja negara, dengan tujuan menekan biaya operasional tanpa mengurangi kinerja aparatur sipil negara. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, termasuk evaluasi dokumen kebijakan serta analisis data konsumsi listrik selama periode WFA. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan WFA memberikan penghematan listrik yang terukur namun relatif kecil dan tidak signifikan terhadap total anggaran operasional BRPPUPP. Sebaliknya, penghentian WFA berdampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan tugas, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan koordinasi internal dan eksternal, serta optimalisasi pemanfaatan laboratorium dan fasilitas lainnya. Meskipun terjadi peningkatan biaya operasional pasca-penghentian WFA, manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas dan konsistensi pelaksanaan tugas dinilai lebih besar dibandingkan penghematan energi jangka pendek. Oleh karena itu, laporan ini menyimpulkan bahwa kebijakan pengakhiran WFA merupakan langkah yang tepat untuk mendukung efisiensi APBN 2025 secara berkelanjutan melalui peningkatan kinerja dan tata kelola organisasi.