Nurwahidah Alimuddin
UIN Datokarama Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membentuk Karakter Anak Dari Sudut Pandang Konseling Person Centered (PC) dan Al-Qur’an Siti Rahmi Rahmi Rahmi; Nurwahidah Alimuddin
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v5i2.1392

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi non-experiment, yaitu untuk mengetahui mengenai perbandingan dua variabel dalam kondisi yang berbeda tanpa adanya pemberian perlakuan terhadap variabel yang hendak diteliti. Adapun hasil penelitiannya adalah Pembinaan mental dan moral agama anak, bukanlah suatu proses yang dapat terjadi dengan cepat dan dipaksakan, akan tetapi haruslah secara berangsur-angsur, secara wajar, sehat, dan sesuai dengan pertumbuhan, kemampuan dan keistemawaan umur yang sedang dilalui. Disini orang tua harus mampu menangkap kecendrungan positif dari perkembangan anak menjadi sangat penting. Kewajiban orang tua memotivasi dan mengarahkan anak ke perkembangan positif, walaupun kecendrungannya tidak sesuai dengan keinginan pribadi orang tua. Hal ini, Islam mengajarkan agar dalam mengasuh anak tidak membeda-bedakan anak, baik laki-laki atau perempuan, anak sulung atau bungsu, anak yang normal atau tidak normal, orang tua tetap memberi kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan pendidikan yang sesuai dengan potensi, bakat, dan minat masing-masing anak.
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM (BKI) DALAM MENANGANI DAMPAK PSIKOLOGIS REMAJA AKIBAT PERCERAIAN Nurwahidah Alimuddin; Siti Rahmi
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.502 KB) | DOI: 10.31602/jmbkan.v7i3.5806

Abstract

Idealnya, keluarga merupakan suatu lingkungan pertama bagi anak dan tempat untuk membimbing anak serta untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik kebutuhan fisik maupun psikis, maka orang tua harus memberikan suasana keluarga yang harmonis, sehingga anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Namun, terkadang apa yang terjadi dalam kehidupan perkawinan orang tuanya tak bisa semulus apa yang diharapkan. Berbagai masalah dan perselisihan yang tak bisa terselesaikan pada akhirnya bisa mengarah pada sebuah perceraian. Bagi sebagian pasangan, perceraian dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar terbaik agar bisa keluar dari masalah pelik yang dihadapi. Padahal, akibat suatu perceraian, tahun pertama perceraian merupakan masa krisis yang paling sulit. Pada tataran inilah secara langsung maupun tidak langsung anak-anak, terutama anak yang sedang memasuki masa remaja dalam keluarga tersebut akan merasakan dampak dari perceraian yang terjadi. Adapun hasil dari penelitian dalah peran orang tua melakukan komunikasi intensif dengan anak, memberikan suluhan kepada pihak keluarga agar terus berusaha untuk memenuhi kesedihan anak-anak, memberikan suluhan kepada pengasuh agar siap menjawab alasan perceraian apabila anak-anak, disarankan agar sebaiknya orang tua memberikan waktu dan dukungan kepada anak-anak untuk menyampaikan perasaannya, serta selalu diingatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt