Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASANGAN USIA SUBUR TENTANG PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) DI PKM JUMPANDANG BARU Ismawati Ismawati; Sri Wahyuni
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Volume 2 Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v2i2.933

Abstract

Pasangan Usia Subur diharapkan menggunakan metode kontrasepsi untuk menekan jumlah populasi penduduk. Anjuran pemakaian metode kontrasepsi ini sudah diterapkan dibeberapa negara. Jumlah pengguna kontrasepsi modern bertambah 2 juta orang dalam rentang waktu tiga tahun terakhir. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey deskriptif, dengan tujuan untuk memperoleh Gambaran Pengetahuan dan Sikap Pasangan Usia Subur tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur yang menggunakan AKDR di PKM Jumpandang Baru dengan jumlah populasi 42 ibu. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang menggunakan AKDR dan bersedia untuk menjadi responden di PKM Jumpandang Baru sebanyak 30 responden dan telah ditentukan jumlahnya Tekhnik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang ditentukan penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan angket atau daftar pertanyaan (kuisioner) yang berisi tentang pengetahuan dan sikap pasangan usia subur terhadap penggunaan AKDR. Dari 30 pasangan usia subur yang bersedia menjadi responden didapatkan Pengetahuan Pasangan Usia Subur tentang AKDR di PKM Jumpandang dari 30 responden terdapat 13 responden (43.33%) yang tahu tentang penggunaan AKDR dan 17 responden (56.6%) yang tidak tahu tentang penggunaan AKDR dan sikap Pasangan Usia Subur tentang Penggunaan Alat Kontrasepsi dalam Rahim (AKDR) di PKM Jumpandang Baru Tahun 2018 dari 30 responden terdapat 11 responden (36,67%) yang mempunyai sikap baik dan 19 responden (63,33%) yang mempunyai sikap kurang baik.Diharapkan kepada pemerintah dalam hal ini petugas BKKBN agar lebih intensif memberikan penyuluhan tentang IUD.
Comparison Of Consumption Patterns Of Moringa Leaf With Haemoglobin Levels Of Pregnant Women In Rumbia District Jeneponto Riswan Riswan; Ismawati Ismawati; Rosmiati Rosmiati
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1097

Abstract

Daun kelor merupakan salah satu jenis pangan yang banyak tumbuh di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Jeneponto. Kelor mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Berbagai hasil penelitian menunjukkan khasiat dari daun kelor diantaranya sebagai hepatoprotektor (pelindung hati), antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus bagi penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker. Cara mengkonsumsi kelor sebaiknya selagi hangat, sebab efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi daun kelor dengan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rumbia, dan manfaatnya adalah 1) Sebagai sumber informasi bagi pihak Puskesmas Rumbia dalam upaya penanggulangan masalah anemia gizi. 2) Sebagai sumber informasi bagi ibu hamil agar lebih memperbaiki pola konsumsi pangan selama masa kehamilan.3) Bagi peneliti merupakan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu dan praktik berkaitan dengan metode penelitian dan masalah gizi ibu hamil. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Bergantung pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3%. Gejala awal anemia berupa badan lemah, kurang nafsu makan, kurang energi, konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, mata berkunang-kunang, selain itu kelopak mata, bibir, dan kuku tampak pucat. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta peningkatan kualitas makanan sehari-hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat. Daun kelor merupakan salah satu jenis pangan yang banyak tumbuh di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Jeneponto. Kelor mengandung zat gizi yang baik untuk kesehatan tubuh. Berbagai hasil penelitian menunjukkan khasiat dari daun kelor diantaranya sebagai hepatoprotektor (pelindung hati), antioksidan yang sangat tinggi dan sangat bagus bagi penyakit yang berhubungan dengan masalah pencernaan, cocok untuk mengatasi penyakit dengan energi panas atau kelebihan energi seperti radang atau kanker. Cara mengkonsumsi kelor sebaiknya selagi hangat, sebab efek antioksidan masih kuat dalam keadaan hangat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi daun kelor dengan kadar hemoglobin ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Rumbia, dan manfaatnya adalah 1) Sebagai sumber informasi bagi pihak Puskesmas Rumbia dalam upaya penanggulangan masalah anemia gizi. 2) Sebagai sumber informasi bagi ibu hamil agar lebih memperbaiki pola konsumsi pangan selama masa kehamilan.3) Bagi peneliti merupakan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu dan praktik berkaitan dengan metode penelitian dan masalah gizi ibu hamil. Kandungan hemoglobin yang rendah dengan demikian mengindikasikan anemia. Bergantung pada metode yang digunakan, nilai hemoglobin menjadi akurat sampai 2-3%. Gejala awal anemia berupa badan lemah, kurang nafsu makan, kurang energi, konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, mata berkunang-kunang, selain itu kelopak mata, bibir, dan kuku tampak pucat. Penanggulangan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan cara pemberian tablet besi serta peningkatan kualitas makanan sehari-hari. Ibu hamil biasanya tidak hanya mendapatkan preparat besi tetapi juga asam folat.
The Relationship Between Lactation And Post Partum Depression In Post Partum Mothers In RSKD Pertiwi Makassar Ismawati Ismawati; Riswan Riswan; Fitriani Fitriani
Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jkkm.v3i1.1099

Abstract

Depresi postpartum merupakan salah satu gangguan adaptasi psikologi pada ibu postpartum yang dapat menyebabkan ibu tidak bisa merawat diri dan bayinya. Jenis penelitian ini adalah “cross sectional”, populasinya adalah seluruh ibu menyusui di RSKD Ibu dan Anak Pertiwi Makassar 119 orang, teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 50 responden. Data primer dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner sedangkan data sekunder menggunakan data dari rekam medik untuk mengetahui jumlah responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah Chi –Squere untuk mengetahui variabel hubungan.Hasil penelitian menunjukkan dari 30 ibu yang menyusui sesuai kreteria 28 diantaranya mengalami depresi, sedangkan dari 20 ibu yang tidak menyusui sesuai kreteria 13 diantaranya mengalami depresi. Jadi, antara laktasi dan depresi terdapat hubungan yang signifikan.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN INVASIF DI RUANG PERAWATAN PUSKESMAS TOTIKUM SELATAN Nur Qamariyah; Nursyamsiah Nursyamsiah; Sri Wahyuni; Asmaul Husna; Ismawati Ismawati
Public Health And Medicine Journal Vol. 2 No. 1 (2024): PAMA Edisi Februari 2024
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59583/pama.v2i1.94

Abstract

Universal precautions merupakan upaya pencegahan infeksi yang telah mengalami perjalanan panjang, dimulai dikenalnya infeksi nosokomial (infeksi yang timbul dari tindakan medis) yang terus memerus Ancaman bagi petugas kesehatan dan pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perawat tentang kewaspadaan umum (Universal Precaution) dalam melakukan tindakan invasif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Totikum Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan Total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang yang keseluruhannya adalah Semua perawat yang ada di ruang perawatan Puskesmas Totikum Selatan. Pengambilan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan dengan Universal Precaution dengan hasil X2 9,34 (p=0,000), ada pengaruh pengaruh sifat dengan Universal Precaution X2 36,08 (p=0,000) dan pengaruh motivasi dengan Universal Precaution X2 5,091 (p=0,000). Hasil analisis bivariat, Chi-Square p (asymp.Sig)= < 0,05, yang berarti signifikan. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Diharapkan kepada perawat lebih memotivasi diri untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan khususnya tentang kewaspadaan universal (universal precaution) untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
Pendampingan Pembuatan Birth Plan kepada Ibu Hamil sebagai Upaya Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan di Lapangan Simpati Perumnas Antang Blok 1 Kota Makassar April Artinanda; Ismawati Ismawati; Zulhaedah Zulhaedah
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is a period characterized by various physical and psychological changes, including anxiety related to childbirth. High levels of anxiety may negatively affect maternal and fetal health and influence labor outcomes. One strategy to improve childbirth preparedness is the development of a birth plan. A birth plan helps pregnant women and their families understand delivery needs, recognize danger signs, determine the place of delivery, and prepare support systems during childbirth. This Community Service Program aimed to improve pregnant women's knowledge regarding birth plans and reduce anxiety in preparation for childbirth. The program was conducted at simPATI Field, Perumnas Antang Block 1, Makassar City, through health education, birth plan assistance, interactive discussions, and evaluations using pre-tests and post-tests. A total of 30 pregnant women participated in the program. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from 59.7 before the intervention to 87.9 after the intervention. In addition, participants’ anxiety levels decreased from moderate to mild categories following birth plan assistance. These findings indicate that birth plan assistance is effective in improving childbirth preparedness and reducing anxiety among pregnant women. Keywords: Pregnant Women, Birth Plan, Anxiety, Childbirth ABSTRAK Kehamilan merupakan periode yang disertai berbagai perubahan fisik dan psikologis, termasuk munculnya kecemasan menjelang persalinan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak pada kesehatan ibu dan janin serta memengaruhi proses persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu ibu hamil mempersiapkan persalinan adalah melalui penyusunan birth plan atau rencana persalinan. Birth plan membantu ibu hamil dan keluarga memahami kebutuhan persalinan, mengenali tanda bahaya, menentukan tempat persalinan, serta mempersiapkan dukungan selama proses persalinan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang birth plan serta menurunkan tingkat kecemasan dalam menghadapi persalinan. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan simPATI Perumnas Antang Blok 1 Kota Makassar dengan metode edukasi kesehatan, pendampingan penyusunan birth plan, diskusi interaktif, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 30 ibu hamil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 59,7 menjadi 87,9 setelah edukasi. Selain itu, terjadi penurunan tingkat kecemasan peserta dari kategori sedang menjadi kategori ringan setelah dilakukan pendampingan penyusunan birth plan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan birth plan efektif meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta membantu mengurangi kecemasan selama masa kehamilan. Kata Kunci: Ibu Hamil, Birth Plan, Kecemasan, Persalinan