Nur Qamariyah
Universitas Indonesia Timur

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN INVASIF DI RUANG PERAWATAN PUSKESMAS TOTIKUM SELATAN Nursyamsiah syamsiah; Nur Qamariyah; Sri Wahyuni; Asmaul Husna; Ismawati
Public Health And Medicine Journal Vol. 2 No. 1 (2024): PAMA Edisi Februari 2024
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universal precautions merupakan upaya pencegahan infeksi yang telah mengalami perjalanan panjang, dimulai dikenalnya infeksi nosokomial (infeksi yang timbul dari tindakan medis) yang terus memerus Ancaman bagi petugas kesehatan dan pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perawat tentang kewaspadaan umum (Universal Precaution) dalam melakukan tindakan invasif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Totikum Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan Total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang yang keseluruhannya adalah Semua perawat yang ada di ruang perawatan Puskesmas Totikum Selatan. Pengambilan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan dengan Universal Precaution dengan hasil X2 9,34 (p=0,000), ada pengaruh sifat dengan Universal Precaution X 2 36,08 (p=0,000) dan pengaruh motivasi dengan Universal Precaution X 2 5,091 (p=0,000). Hasil analisis bivariat, Chi-Square p (asymp.Sig)= < 0,05, yang berarti signifikan. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Diharapkan kepada perawat lebih memotivasi diri untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan khususnya tentang kewaspadaan universal (universal precaution) untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNIVERSAL PRECAUTION PADA PERAWAT DALAM MELAKUKAN TINDAKAN INVASIF DI RUANG PERAWATAN PUSKESMAS TOTIKUM SELATAN Nur Qamariyah; Nursyamsiah Nursyamsiah; Sri Wahyuni; Asmaul Husna; Ismawati Ismawati
Public Health And Medicine Journal Vol. 2 No. 1 (2024): PAMA Edisi Februari 2024
Publisher : ILRSCentre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59583/pama.v2i1.94

Abstract

Universal precautions merupakan upaya pencegahan infeksi yang telah mengalami perjalanan panjang, dimulai dikenalnya infeksi nosokomial (infeksi yang timbul dari tindakan medis) yang terus memerus Ancaman bagi petugas kesehatan dan pasien. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pengetahuan perawat tentang kewaspadaan umum (Universal Precaution) dalam melakukan tindakan invasif. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Totikum Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan Total sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang yang keseluruhannya adalah Semua perawat yang ada di ruang perawatan Puskesmas Totikum Selatan. Pengambilan data melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Dari hasil penelitian dapat menunjukkan bahwa ada pengaruh pengetahuan dengan Universal Precaution dengan hasil X2 9,34 (p=0,000), ada pengaruh pengaruh sifat dengan Universal Precaution X2 36,08 (p=0,000) dan pengaruh motivasi dengan Universal Precaution X2 5,091 (p=0,000). Hasil analisis bivariat, Chi-Square p (asymp.Sig)= < 0,05, yang berarti signifikan. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Diharapkan kepada perawat lebih memotivasi diri untuk mengembangkan diri melalui pendidikan dan pelatihan khususnya tentang kewaspadaan universal (universal precaution) untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial.
Pengaruh Peran Perawat sebagai Edukator terhadap Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di Poliklinik Rumah Sakit Primaya Asmaul Husnah; Nur Qamariyah; Nursyamsiyah Nursyamsiyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v5i1.6814

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease that can nonetheless lead to death. One of the essential factors in achieving therapeutic effectiveness and improving patients' quality of life is medication adherence. Conversely, non-adherence to prescribed medication is one of the main causes of treatment failure. Nurses play a critical role as educators by helping patients gain knowledge about medical care and treatment procedures, thereby providing the necessary information to improve adherence to hypertension medications. The objective of this study was to analyze the effect of the nurse's role as an educator on treatment adherence among hypertensive patients. This research employed a cross-sectional approach involving 60 hypertensive respondents at the outpatient clinic of Primaya Hospital. Data were collected using validated questionnaires assessing both the nurse's role and patient medication adherence, and analyzed using the Mann-Whitney test. The results showed that the nurse's role as an educator was rated as “good” by 34 respondents (56.7%), and that medication adherence among hypertensive patients at Dinoyo Health Center was “high” in 43 respondents (71.7%). The statistical analysis revealed a significant relationship between the nurse's educational role and medication adherence, with a p-value of 0.000. It can be concluded that there is a significant effect of the nurse's role as an educator on treatment adherence. The better the nurse performs their role as an educator, the higher the patient's adherence to antihypertensive medication.