Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Forming a Paradigm of Prophetic Law from the Perspective of Arkanul Bai’ah Romi Saputra
Journal of Transcendental Law Volume 3, No 1, 2021
Publisher : Law Doctoral Program Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jtl.v3i1.15224

Abstract

The rational paradigm has long dominated the thinking of mankind in law, not to mention Indonesian legal experts and jurists. By basing a truth on the ratio, the rational paradigm assumes that reason is the only means to arrive at the goals and objectives in law. So it is not surprising that the rational paradigm brings out secularism, pluralism, liberalism, and even to atheism, because with the spirit of ratio it tries to penetrate the walls of sacredness (something that is fixed, holy, and permanent) in religion under the pretext of being critical. Therefore, a new paradigm is needed to balance this rational paradigm by developing a prophetic or transcendental paradigm. The prophetic/transcendental thought has also been developed by Kuntowijoyo, and his studies have been expanded by Indonesian scientists such as Prof. Abosori and Dr. Kelik Wardiono from Universitas Muhammadiyah Surakarta The prophetic paradigm as a new paradigm is still very possible to be studied and explored, so in this paper we will try to build a prophetic paradigm from the perspective of Arkanul Bai’ah which was initiated by Imam Hasan Al Bana as a charismatic ulema and recognized by the world for his knowledge. The problem in this paper is what is the form of the paradigm of prophetic law from the perspective of Arkanul Bai’ah? The research method used of research is descriptive analytical qualitative research, the approach used is a conceptual approach, while the data collection techniques come from the literature or this research is also called library research. The results of this study: ontology of prophetic law from the perspective of Arkanul Ba’iah is that the meaning of the law refers to the substance of Allah SWT (Allah Himself), so in understanding legal issues, it is obligatory to be guided by the Qur’an and Sunnah and use them as a benchmark in weighing the truth. Epistemologically, prophetic law views science and revelation as a unity that cannot be separated (integrated), when there is a conflict between revelation and reason, revelation must take precedence. Then in scientific development, it is necessary to pay attention to the framework that is tsawabit and mutaghayirat so that shari’ah and reason work according to the designation of their respective territories. And axiologically, prophetic law is useful in presenting benefit, justice, grace and wisdom.Keyword: Paradigm, Prophetic Law, arkanul bai’ah
SOSIALISASI PENYELENGGARAAN JENAZAH BAGI JAMAAH MASJID NURUL FALAH BERDASARKAN PUTUSAN TARJIH MUHAMMADIYAH Romi Saputra; Firdaus Firdaus; Desminar Desminar; Khoiriah Khoiriah; Andi Irawan; Sri Rahayu Nengsih
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.57 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i2.827

Abstract

The decision of the Tarjih Muhammadiyah Assembly in various aspects to date has not been socialized to the wider community properly, so how the decision of the Muhammadiyah tarjih assembly is not actualized in people's lives, without exception related to the implementation of bodies. This activity is designed in the form of socialization, to facilitate the achievement of the purpose of this activity involves lecturers and students of the Faculty of Islamic Religion and the target community is the congregation nurul Falah Mosque. The results of this activity was declared valuable because it was seen that the understanding of nurul falah mosque worshippers is increasing in practicing the decision of the tarjih assembly in the field of proper implementation of the body, this conclusion is based on the ability of the pilgrims in practicing the implementation of the body ranging from facing the sacratul death, arranging the position of the corpse before the implementation of fardhu kifayah, bathing the body, praying, smoothing up to mengkafani. The results of the activities were proven by the cognitive ability of the target object that they obtained through socialization in the form of the dissemination of sheets containing materials and lectures, as well as their practical abilities obtained through demonstrations.
Perempuan Bekerja dalam Pemenuhan Nafkah Keluarga Firdaus Firdaus; Romi Saputra; Pori Susanti; Desminar Desminar; Nur Azizah
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3, No. 2 Desember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v3i2.2327

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya perempuan yang ikut berperan serta dalam memenuhi nafkah keluarga. Hal ini yang tentunya sangat tidak relefan dengan Undang-Undang Perkawinan yang ada pada saat ini, yang mana nafkah tersebut merupakan kewajiban dari seorang suami kepada keluarganya. Mengingat banyaknya fenomena suami yang melalaikan kewajibannya memberi nafkah kepada keluarganya. Berdasarkan masalah tersebut muncul beberapa rumusan masalah yang akan diteliti dan dibahas pertama apakah faktor-faktor yang menyebabkan perempuan sebagai pencari nafkah dalam keluarga. Kedua bagaimanakah pendapat para perempuan terhadap keterlibatannya dalam memberi nafkah untuk keluarga. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian studi kasus. Dari hasil penelitian dapat dilihat faktor yang menyebabkan perempuan sebagai pencari nafkah dalam keluarga faktor ekonomi yaitu faktor di mana kebutuhan ekonomi yang kurang, pada zaman semakin maju dan serba mahal tentu tidak cukup jika mengandalkan penghasilan dari suami saja yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga mengharuskan mereka untuk bekerja dan ikut serta dalam memenuhi ekonomi keluarga. Pendapat para perempuan terhadap keterlibatannya dalam memberi nafkah untuk keluarga dapat disimpulkan bahwasannya para perempuan ikhlas membantu suami dalam memenuhi nafkah keluarga agar terwujudnya rumah tangga yang sejahtera sesuai dengan yang diinginkan. Di dalam Hukum Islam tidak dilarang kepada perempuan untuk membantu suaminya dalam mencari nafkah, akan tetapi mereka harus berpegang teguh kepada kodratnya sebagai seorang perempuan, sebagai perempuan dari suami dan sebagai pendidik dari anak-anak demi terciptanya keluarga ideal. Kata Kunci: perempuan, Nafkah, Keluarga
Darul Ahdi Wa Syahadah: Meneguhkan Negara Pancasila Dan Mengantisipasi Tindakan Radikalisme Di Indonesia Romi Saputra; Desminar Desminar; Ahmad Firdaus
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 20, No 2 (2026): Vol 20 No. 02 JANUARI 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v20i2.7634

Abstract

Sebagai negara yang berdasarkan kepada Pancasila bertujuan membawa bangsa dan negara Indonesia menjadi negara dan bangsa yang aman, sejahtera, cerdas dan ikut berpartisipasi dalam pergaulan internasional, namun dalam usaha pencapaian tujuan tersebut tantangan radikalisme menjadi tantangan yang nyata dan terang baik dalam bentuk separatisme, terorisme, ekstrimisme ataupun kekerasam dalam dunia digital melalui konten-konten di media sosial. Untuk itu diperlukan satu konsep guna diterjemahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Muhammadiyah menawarkan konsep darul ahdi wa syahadah yang meneguhkan negara kesatuan republic Indonesia dan menegaskan bahwa Pancasila sudah sesuai dengan nilai-nilai islam.Keyword: Darul Ahdi Wa  Syahadah, Radikalisme, Negara Pancasila   
Online Gambling, Maintenance Neglect, and Marital Breakdown: A Maqasid al-Shariah Analysis of Islamic Court Decision Number. 304/Pdt.G/2025/PA.SJJ Desminar Desminar; Mursal Mursal; Romi Saputra; Sri Wedari
Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies Vol 8 No 1 (2026): Lentera: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Program Pascasarjana IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/lentera.v8i1.14399

Abstract

The rise of online gambling in the digital era has created new challenges to household stability, particularly when it causes the neglect of alimony obligations within marriage. This study aims to analyze the divorce decision in Case Number 304/Pdt.G/2025/PA.SJJ by examining the relationship between alimony neglect, online gambling, and marital breakdown from normative legal and maqasid al-shariah perspectives. This research employs a qualitative case study approach using primary data obtained through interviews with the plaintiff, defendant, presiding judge, and an Islamic law scholar. Secondary data were collected from court decisions, statutory regulations, and relevant literature. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model combined with case interpretation. The findings show that online gambling became a catalyst for the misuse of household financial resources, resulting in neglected alimony obligations and prolonged domestic conflict. Normatively, these conditions fulfill the legal grounds for divorce under Law Number 1 of 1974 and Kompilasi Hukum Islam (KHI). From the maqasid al-shariah perspective, such behavior violates the protection of life (hifz al-nafs), property (hifz al-mal), intellect (hifz al-aql), and offspring (hifz al-nasl). Therefore, the court's decision reflects the principle of preventing greater harm within the household. Consequently, the study contributes to the development of maqasid-based legal interpretation in contemporary divorce cases, particularly those arising from emerging digital social problems such as online gambling.
Pembinaan Tim Penyelenggara Jenazah Sebagai Upaya Penguatan Manajemen Masjid Inayah Kota Padang Desminar Desminar; Rosdialena Rosdialena; Romi Saputra; Aulia Rahmi; Maryam Eka Putri
Al Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al Khidma Vol. 6 No. 2 April - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/ak.v6i2.5851

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembinaan serta menganalisis kontribusinya terhadap penguatan manajemen Masjid Inayah di Kota Padang. Metode yang digunakan adalah participatory action research yang dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, peserta kongsi sosial memperoleh pelatihan komprehensif mengenai penyelenggaraan jenazah yang mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari talqin, memandikan, mengkafani, menyalatkan, menguburkan, hingga pelaksanaan takziah. Selain itu, kegiatan pengabdian juga mencakup observasi dan wawancara awal untuk memetakan kebutuhan pelatihan serta memperkuat koordinasi antar peserta dalam rangka membentuk tim penyelenggara jenazah yang solid, terampil, dan profesional. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta, sebagai mitra pelatihan, mampu memahami dan mempraktikkan seluruh materi yang diberikan secara baik sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan agar pembinaan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk estafet keilmuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan jenazah yang berorientasi pada prinsip manajemen masjid yang efektif dan sesuai dengan ketentuan syariah.