Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PERBEDAAN PSAK 50 & PSAK 55 DAN SAK ETAP PADA LAPORAN KEUANGAN PT.BPR PHIDECTAMA ABEPURA (Studi Kasus: PT. BPR Phidectama Abepura) Nelly Austin Fonataba; Paulus Allo Layuk; Cornelia D. Matani
JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 16, No 1 (2021): Mei
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.776 KB) | DOI: 10.52062/jakd.v16i1.1854

Abstract

There is a change in financial reporting from the policy before, namely PSAK 50 and 55 and the policy after, namely SAK ETAP (Financial Accounting Standards for Entities Without Public Accountability). This study aims to identify and analyze differences in financial reporting at PT. BPR Phidectama Abepura according to the policy before and after using SAK ETAP. The analytical method used is descriptive qualitative analysis, namely analyzing the results of the study using several lists of interview questions to the President Director of PT. BPR Phidectama Abepura is related to the preparation and changes to the financial statement accounts of the balance sheet and profit and loss section of the policies before and after, and then described in accordance with the literature that has been obtained. The results of this study indicate that the preparation of the balance sheet and profit and loss at PT. BPR Phidectama Abepura in 2008 and 2010 still did not experience many changes, it can be said that the financial statements as of December 2010 had not fully implemented SAK ETAP in accordance with the circulating BI letter, therefore the account that changed was only in the income statement. In contrast to the preparation of the balance sheet and profit and loss in 2011, where the preparation of the 2011 financial statements has fully used SAK ETAP. Therefore, there are significant account changes in accordance with applicable policies and in accordance with the characteristics of the BPR.
IMPLEMENTASI DIGITALISASI AKUNTANSI PADA PELAPORAN KEUANGAN KOPERASI SIMPAN PINJAM SEBAGAI PENGUATAN EKONOMI KERAKYATAN Nelly Austin Fonataba; Syari Rukmana Wahab
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 9 No 3 (2025): Edisi September - Desember 2025
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v9i3.6505

Abstract

Koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan, namun tantangan besar masih ditemui pada aspek pelaporan keuangan yang cenderung dilakukan secara manual. Penelitian ini dilakukan di Koperasi Wanita Mamberamo, Kota Jayapura, Papua, yang masih menggunakan pencatatan transaksi berbasis buku kas. Sistem manual ini menimbulkan beberapa kendala, di antaranya keterlambatan pelaporan, risiko kesalahan pencatatan, keterbatasan sumber daya manusia, serta ketergantungan pada tenaga eksternal untuk menyusun laporan tahunan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini merancang sebuah sistem akuntansi sederhana berbasis Microsoft Excel dengan dukungan Visual Basic for Applications (VBA). Sistem yang dinamakan Sistem Koperasi Wanita Mamberamo (SiKomar) memiliki berbagai menu, seperti input data anggota, saldo awal, simpanan, pinjaman, angsuran, biaya operasional, hingga laporan keuangan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kemandirian dalam pelaporan keuangan koperasi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis kebutuhan, kemudian diterapkan dalam rancangan sistem digital sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi akuntansi dengan basis aplikasi sederhana dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan tata kelola koperasi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal. Temuan ini memperkuat argumen bahwa adopsi teknologi, meskipun sederhana, dapat menjadi strategi transformatif dalam meningkatkan kepercayaan anggota, memperkuat posisi koperasi, serta mendukung regulasi terbaru terkait Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).