Dewi Kartika Wulandari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Kompres Tepid Water Sponge dan Pemberian Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Demam di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Ibnu Rifaldi; Dewi Kartika Wulandari
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v5i2.247

Abstract

Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang kesehatan yang saat ini menjadiprioritas di Indonesia. Salah satu gejala yang sering sekali terjadi pada anak adalah demam. Peningkatan suhutubuh banyak terjadi pada anak karena sistem pertahanan tubuhnya masih lemah, rentan terpapar bakteri atau virussehingga mudah terkena demam. Demam dapat membahayakan keselamatan anak jika tidak ditangani dengancepat dan tepat, serta dapat menimbulkan komplikasi lain seperti, hipertermi, kejang dan penurunan kesadaran.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan pemberian intervensi untuk mengurangi demam pada anak,yaitu dengan Tepif Water Sponge dan Kompres Bawang Merah. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-Testdengan rancangan Two group Pre test-Post test dengan sampel sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkanada perbedaan efektifitas antara kompres tepid water sponge dengan kompres bawang merah. Kompres tepidwater sponge bernilai mean sesudah perlakuan 36,65 oC sedangkan kompres bawang merah bernilai mean sesudahperlakuan 37,15 oC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian kompres Tepid Water Sponge ternyata lebihefektif untuk menurunkan suhu tubuh dibandingkan dengan kompres bawang merah. Disarankan kepada orangtua untuk melakukan kompres Tepid Water Sponge terhadap anak demam sebelum menuju ke pelayanankesehatan lebih lanjut. Kata kunci: Demam, Kompres Bawang Merah, Kompres Tepid Water Sponge, Suhu Tubuh
Hypertension gymnastics as a non-pharmacological intervention in lowering blood pressure Hairul Ahmad; Nor Isna Tauhidah; Dewi Kartika Wulandari; Pauria; Rusadi; Hafizatul Auliya Az Zahrah; Mahdiyina Sesariani
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.230

Abstract

Hypertension is a global health issue with a high prevalence, including in Indonesia. South Kalimantan has the highest rate at 44.1% among adults aged ≥18 and above. Most individuals with hypertension remain undiagnosed and untreated. Non-pharmacological interventions, such as hypertension exercise (senam hipertensi), effectively reduce blood pressure through relaxation and improved circulation. This community service program aimed to raise awareness and lower blood pressure among Anjir Serapat Muara 1 Village residents through health screening and hypertension exercise. The methods included an initial health survey, blood pressure measurements before and after the intervention, and several sessions of hypertension exercise. A total of 22 female participants were involved in this activity. Results showed that most participants experienced decreased blood pressure after the intervention. For instance, Mrs. S's blood pressure decreased from 159/103 mmHg to 148/100 mmHg, and Mrs. A's from 149/96 mmHg to 126/81 mmHg. Participants also showed high enthusiasm for the activity. In conclusion, the community well-accepted hypertension exercise as a non-pharmacological approach and effectively helps reduce blood pressure, demonstrating potential for sustainable implementation at the community level