Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Stunting Prevention Education on Balanced Nutrition for Pregnant Women Nor Isna Tauhidah
Borneo Community Development Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UMBanjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi yang memberikan dampak buruk bagi anak. Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memperbaiki nutrisi anak serta memperhatikan status ibu selama kehamilan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pada ibu hamil sehingga dapat memperbaiki status gizi dengan meningkatkan asupan nutrisi sesuai dengan standar gizi. Kegiatan ini diikuti oleh 6 orang ibu hamil. Metode yang digunakan adalah focus grup discussion dengan ceramah tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini didapatkan bahwa peserta lebih memahami dan akan berusaha untuk memenuhi nutrisi yang baik selama kehamilan dengan harapan anak yang dilahirkan nanti pertumbuhan dan perkembangannya tidak terganggu.
Hypertension gymnastics as a non-pharmacological intervention in lowering blood pressure Hairul Ahmad; Nor Isna Tauhidah; Dewi Kartika Wulandari; Pauria; Rusadi; Hafizatul Auliya Az Zahrah; Mahdiyina Sesariani
Abdimas Polsaka Vol. 4 No. 2 (2025): Abdimas Polsaka: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/abdimaspolsaka.v4i2.230

Abstract

Hypertension is a global health issue with a high prevalence, including in Indonesia. South Kalimantan has the highest rate at 44.1% among adults aged ≥18 and above. Most individuals with hypertension remain undiagnosed and untreated. Non-pharmacological interventions, such as hypertension exercise (senam hipertensi), effectively reduce blood pressure through relaxation and improved circulation. This community service program aimed to raise awareness and lower blood pressure among Anjir Serapat Muara 1 Village residents through health screening and hypertension exercise. The methods included an initial health survey, blood pressure measurements before and after the intervention, and several sessions of hypertension exercise. A total of 22 female participants were involved in this activity. Results showed that most participants experienced decreased blood pressure after the intervention. For instance, Mrs. S's blood pressure decreased from 159/103 mmHg to 148/100 mmHg, and Mrs. A's from 149/96 mmHg to 126/81 mmHg. Participants also showed high enthusiasm for the activity. In conclusion, the community well-accepted hypertension exercise as a non-pharmacological approach and effectively helps reduce blood pressure, demonstrating potential for sustainable implementation at the community level
HUBUNGAN SCREEN TIME DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 10 KOTA BANJARMASIN Khairunnisa; Evy Noorhasanah; Nor Isna Tauhidah; Lukman Harun
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1822

Abstract

Screen time yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah sering dikaitkan dengan masalah status gizi pada remaja, tercermin dari prevalensi obesitas usia 13–15 tahun di Kalimantan Selatan sebesar 3,91% dengan angka tertinggi di Kota Banjarmasin yaitu 8,38%, yang melampaui rata-rata provinsi dan mendekati target nasional RAN-PG dan SDGs (<15%). Perubahan gaya hidup akibat penggunaan gawai dan kurangnya aktivitas fisik berpotensi memengaruhi keseimbangan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen time dan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 101 siswa dengan sampel sebanyak 81 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran screen time dilakukan menggunakan QueST, aktivitas fisik diukur dengan IPAQ-SF, sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki screen time kategori tinggi sebanyak 61 siswa (75,3%), hampir setengah responden memiliki aktivitas fisik rendah sebanyak 41 siswa (50,6%), dan sebagian besar responden memiliki status gizi kategori baik sebanyak 31 siswa (38,3%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara screen time dengan status gizi (p value=0,622; r=-0,056) maupun antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value=0,427; r=0,090). Pendekatan kesehatan yang komprehensif perlu diperkuat untuk mendukung pemeliharaan status gizi remaja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal serta mempertimbangkan faktor lain, seperti pola makan dan penyakit guna memperoleh gambaran hubungan yang lebih komprehensif.