Fandy Adpen Lazzavietamsi
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Civic Competence Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Negeri 2 Sungai Penuh Rafzan Rafzan; Fandy Adpen Lazzavietamsi; Ahmad Izzul Ito
RONTAL: Jurnal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk melihat kompetensi kewarganegaraan dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Desain penelitian bersifat kualitatif menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian dipilih melalui snowball sampling yang melibatkan guru-guru pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan di sekolah itu, koordinator kurikulum sekolah dan siswa SMA Negeri 2 Sungai Penuh. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Teknik triangulasi digunakan untuk uji validitas data. Setelah data dikumpulkan, analisis dilakukan menggunakan teknik analisis interaktif. Temuan ini mengungkapkan bahwa kompetensi sipil di SMA Negeri 2 Sungai Penuh belum sepenuhnya dilaksanakan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi kompetensi kewarganegaraan belum terpenuhi, pertama; Kurangnya minat siswa terhadap investasi diri d dalam proses pembelajaran seperti terlalu enggan terlibat dalam diskusi kelompok dan ketidakmauan untuk menghargai pendapat orang lain, kedua; kurangnya pengetahuan guru dalam memahami karakteristik siswa sehingga guru luput membantu dan sering tidak terkontrol selama proses pembelajaran berlansung, ketiga; kurangnya pengetahuan guru dalam memahami potensi siswa yang mengakibatkan metode mengajar guru satu arah.
Pertanian sebagai basis budaya bangsa Indonesia (Pemahaman pertanian kepada murid sebagai aspek fundamental keterampilan kewarganegaraan) fandy adpen lazzavietamsi
Jurnal Rontal Keilmuan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/a

Abstract

Through agriculture, the independence of the Indonesian nation can be achieved, of course it must be supported by the use of agricultural technology and the use of agricultural products by all elements of society. Agriculture is very fundamental for the Indonesian people, and must be cultivated for the next generation of the nation. The civilizing effort is through civic education which has three development domains, namely civic knowledge, civic skills, and civic character. Among the three domains, citizenship skills are the right means for agricultural civilisation. Agriculture as a fundamental basis of citizenship skills is the ability of every young generation of the Indonesian nation to identify and describe, explain and analyze, evaluate, determine and maintain attitudes or opinions regarding public issues in a holistic manner that is useful not only for the survival of Indonesian people but also for the sake of survival. ecology in Indonesia. The strategy of agricultural culture as a cultural basis for citizenship skills must be implemented through various levels and educational pathways by utilizing the concept of green education.
LITERASI TEKNOLOGI DALAM PENYELESAIAN TUGAS AKHIR MAHASISWA PROGRAM STUDI HUKUM TATANEGARA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN MAULANA HASANUDDIN fandy adpen lazzavietamsi
Al Qisthas: Jurnal Hukum dan Politik Ketatanegaraan Vol. 12 No. 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk tujuan mengkaji literasi teknologi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir di 3 perguruan tinggi yaitu di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin, fenomena pemanfatan teknologi dalam penyelesaian tugas akhir tersebut dikaji dengan menggunakan metode penelitian studi kasus dengan sumber data dari mahasiswa semester 7 dan ketua program studi. Dari data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis yang sistematis dan diuji validitas menggunakan triangulasi data, waktu, dan teknik. Pada akhirnya penelitian ini berkesimpulan bahwa Kebijakan perguruan tinggi baik tingkat institusi maupun tingkat program studi merupakan fondasi dari daya dukung utama literasi teknologi bagi mahasiswa dalam proses penyelesaian tugas akhir, untuk itu sekalipun dalam pedoman skripsi dan pedoman penulisan tugas akhir tidak tercantum kewajiban mahasiswa untuk menggunakan aplikasi tertentu, namun pembiasaan mahasiswa untuk menggunakan aplikasi seperti mendeley, zotero dan vosviewer sedari awal studi harus dilakukan secara berkesinambungan dan dievaluasi. Pada akhirnya hambatan dan tantangan dalam implementasi pemanfaatan teknologi tersebut akan dapat diselesaikan secara terukur.