Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Masker Medika

EFEKTIVITAS METODE ONE MINUTE PRECEPTOR TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK MAHASISWA D III KEPERAWATAN Triwijayanti, Renny
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran klinik terkait erat dengan peran dosen/pembimbing klinik pada lingkungan klinik yang bertujuan mendorong kemandirian dan kepercayaan diri mahasiswa. Kemampuan mahasiswa selama pembelajaran di klinik sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan pengalaman preceptor. Salah satu pembelajaran yang efektif dengan metode preceptor. Adapun metode yang dapat digunakan adalah one minute preceptor. Systematic review dilaksanakan dengan penelusuran artikel terhadap populasi yaitu mahasiswa praktik klinik, menggunakan intervensi Metode one minute preceptor dengan pembanding metode konvensional dan mengukur dampak dari metode terhadap kepuasan mengajar dan umpan balik dari mahasiswa. Penelusuran dilakukan menggunakan MEDLINE, Googlesearch, dan EBSCO dengan kata kunci yang dipilih dan dibatasi pada artikel terbitan 2000-2014 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf. Artikel yang sesuai dianalisis menggunakan critical appraisal tool yang sesuai dengan hasil penelitian RCT dan eksperimen untuk menilai kualitas penelitian. Data diekstraksi dari artikel yang berkualitas kemudian dikelompokkan, dibahas dan ditarik kesimpulan. Hasil : Temuan berupa 4 buah artikel dengan rincian 2 baik dan sisanya sedang. Hasil pembahasan menunjukan bahwa metode one minute preceptor ini efektif untuk meningkatkan kepuasan guru/dosen pengajar. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa penalaran klinis dalam melakukan praktik klinik. Kesimpulan : metode one minute preceptor baik digunakan pada pendidikan klinik mahasiswa kesehatan. Dengan metode ini dapat meningkatkan penalaran klinis pada mahasiswa.
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DENGAN APLIKASI MODUL TERHADAP BURNOUT PERAWAT Triwijayanti, Renny; Ningrum, Windy Astuti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat yang bertugas di rumah sakit memiliki peranan cukup penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang. Semakin banyak tuntutan terhadap perawat membuat beban kerja perawat menjadi lebih tinggi yang dapat menyebabkan perawat mengalami Burnout (kejenuhan kerja), burnout dapat mengakibatkan lebih tinggi pergantian staf, cuti sakit yang berlebihan, mengurangi produktivitas dan efisiensi yang berdampak pada memburuknya kualitas pelayanan kesehatan sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengatasi kejenuhan kerja dengan isi pikiran yang positif yang akan mempengaruhi perasaan dan perilaku yang positif (normal) dimana salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan terapi berupa Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy dengan aplikasi modul terhadap burnout perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini juga merupakan penelitian Quasy-Experiment dengan rancangan One-Group Pre-Post test Design dengan pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling: proportionate stratified random (teknik proporsional berlapis), sampel penelititan ini berjumlah 30 remponden. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan CBT pada perawat menunjukkan nilai rata-rata burnout sebelum intervensi sebesar 64,33 dan setelah diberikan intervensi sebesar 58,30 dengan nilai p value 0,007 (p value < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa terapi CBT yang diberikan kepada perawat secara signifikan mampu menurunkan nilai rata-rata burnout. Intervensi ini dapat dilakukan secara berkala kepada perawat dan seluruh pegawai yang ada di lingkungan rumah sakit guna meningkatkan mutu layanan rumah sakit Nurses who serve in hospitals have an important role in providing health services to patients who come. The more demands on nurses make the workload of nurses to be higher which can cause nurses to experience Burnout (burnout), burnout can lead to higher staff turnover, excessive sick leave, reduced productivity and efficiency which results in deteriorating quality of health care efforts to overcome the saturation of work with positive content that will affect positive (normal) feelings and behavior where one of the interventions that can be done is to provide Cognitive Behavior Therapy (CBT) therapy. This study aims to determine the effect of Cognitive Behavior Therapy with application modules on burnout nurses in inpatient rooms. This research is also a Quasy-Experiment study with the design of One-Group Pre-Post test Design with sampling using probability sampling method: proportionate stratified random (proportional layered technique), this research sample amounted to 30 districts. This study found that the implementation of CBT on nurses showed that the average value of burnout before intervention was 64.33 and after intervention was 58.30 with a p value of 0.007 (p value <0.05). Based on the results of the study it can be said that CBT therapy given to nurses was significantly able to reduce the average burnout value. This intervention can be done regularly to nurses and all employees in the hospital to improve the quality of hospital services.
GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT DAN WAKTU TANGGAP PELAYANAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MENURUT PERSEPSI PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKI TMUHAMMADIYAH PALEMBANG Triwijayanti, Renny
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Peningkatan kualitas pelayanan tentu akan mempengaruhi kerja dari tiap pemberijasa pelayanan. Umpan balik dan informasi merupakan elemen yang penting dalam membangunsistem pemberian pelayanan yang efektif, termasuk kualitas pelayanan. Semakin tinggi kualitaspelayanan yang ingin diberikan kepada pelanggan maka semakin besar pula waktu kerja yang harus disediakan oleh pemberi pelayanan agar dapat meninjau harapan dari pelanggan. Hal initentu dapat menambah beban kerja yang harus ditanggung oleh pemberi pelayanan. Tujuan :untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat dan waktu tanggap pelayanan keperawatangawat darurat menurut persepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang .Metode : Penelitian ini dilakukan di ruang IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional sertamenggunakan instrument kuesioner untuk beban kerja dan observasi untuk waktu tanggap,dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden perawat dengan menggunakan teknik samplingjenuh dan 50 responden pasien menggunakan teknik purposive sampling. Hasil :Gambaran bebankerja perawat di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu berat dengan prosentase66.6 % (12 responden). Gambaran waktu tanggap pelayanan keperawatan gawat darurat menurutpersepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu baik dengan prosentase84 % (42 responden). Saran :dapat disarankan kepada kepala ruangan untuk menghitung kembalikebutuhan tenaga perawat di Unit IGD agar sesuai dengan beban kerja untuk setiap shift nya demimeningkatkan kinerja perawat tersebut. Background:P quality of service will certainly affect the work of each service provider. Feedbackand information are important elements in establishing an effective service delivery system,including quality of service. The higher the quality of service that wants to be given to thecustomer, the greater the working time should be provided by the service provider in order toreview expectations from customers. This can certainly add to the workload that must be borne bythe service provider. Objectives: To know the overview of nurse's workload and time of nursingcare service according to patient's perception in IGD hospital Muhammadiyah Palembang.Method: This research is conducted in the IGD room of Muhammadiyah hospital Palembang.This research uses a descriptive survey method with a cross sectional approach as well as usinginstrument questionnaires for workload and observation for response time, with a number of.
ANALISIS KEPUASAN STAKEHOLDER TERHADAP KINERJA PERAWAT LULUSAN PRODI D III KEPERAWATAN Triwijayanti, Renny; Rahmania, Annisa
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persepsi user terhadap kinerja lulusan merupakan tolak ukur untuk meningkatkan kualitan pendidikan, yang pada akhirnya akan membentuk kepuasan user. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Analisis Kepuasan Stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian berdasarkan tujuan penelitiannya adalah dekriptif untuk melihat evaluasi studi. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional berdasarkan cara pengumpulan data penelitian ini merupakan penelitian survei karena pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, penelitian ini tidak melakukan perlakuan, tetapi meneliti keadaan yang sudah ada. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepuasan stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan yang dibuktikan dengan nilai p value 0,025 yang memiliki nilai sig < 0,05. Kesimpulan: Persepsi stakeholder terhadap kinerja perawat lulusan Prodi D III Keperawatan dalam kategori yang sangat baik. Background: User perceptions of graduate performance is a benchmark to improve the quality of education, which in turn will shape user satisfaction. Research Objectives: The aim of this study is to know stakeholder satisfaction analysis of the d nursing study program diploma graduates. Research Methods: The research design based on the research objectives is descriptive to see the evaluation of the study. This study with a cross sectional approach based on the way the data was collected was a survey research because the data collection used a questionnaire, this study did not conduct treatment, but examined the existing conditions. Research Results: the results showed that there was a relationship between stakeholder satisfaction with the performance of Nursing Study Program D III graduates as evidenced by the p value of 0.007 which had a sig value < 0.05. Conclusion: Stakeholders' perceptions of the performance of nurses graduating from D III Nursing Program in the excellent category.
EFEKTIVITAS METODE ONE MINUTE PRECEPTOR TERHADAP KEMAMPUAN PRAKTIK MAHASISWA D III KEPERAWATAN Renny Triwijayanti
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran klinik terkait erat dengan peran dosen/pembimbing klinik pada lingkungan klinik yang bertujuan mendorong kemandirian dan kepercayaan diri mahasiswa. Kemampuan mahasiswa selama pembelajaran di klinik sangat dipengaruhi oleh kemampuan dan pengalaman preceptor. Salah satu pembelajaran yang efektif dengan metode preceptor. Adapun metode yang dapat digunakan adalah one minute preceptor. Systematic review dilaksanakan dengan penelusuran artikel terhadap populasi yaitu mahasiswa praktik klinik, menggunakan intervensi Metode one minute preceptor dengan pembanding metode konvensional dan mengukur dampak dari metode terhadap kepuasan mengajar dan umpan balik dari mahasiswa. Penelusuran dilakukan menggunakan MEDLINE, Googlesearch, dan EBSCO dengan kata kunci yang dipilih dan dibatasi pada artikel terbitan 2000-2014 yang dapat diakses fulltext dalam format pdf. Artikel yang sesuai dianalisis menggunakan critical appraisal tool yang sesuai dengan hasil penelitian RCT dan eksperimen untuk menilai kualitas penelitian. Data diekstraksi dari artikel yang berkualitas kemudian dikelompokkan, dibahas dan ditarik kesimpulan. Hasil : Temuan berupa 4 buah artikel dengan rincian 2 baik dan sisanya sedang. Hasil pembahasan menunjukan bahwa metode one minute preceptor ini efektif untuk meningkatkan kepuasan guru/dosen pengajar. Metode ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa penalaran klinis dalam melakukan praktik klinik. Kesimpulan : metode one minute preceptor baik digunakan pada pendidikan klinik mahasiswa kesehatan. Dengan metode ini dapat meningkatkan penalaran klinis pada mahasiswa.
PENGARUH COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY (CBT) DENGAN APLIKASI MODUL TERHADAP BURNOUT PERAWAT Renny Triwijayanti; Windy Astuti Ningrum
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawat yang bertugas di rumah sakit memiliki peranan cukup penting dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien yang datang. Semakin banyak tuntutan terhadap perawat membuat beban kerja perawat menjadi lebih tinggi yang dapat menyebabkan perawat mengalami Burnout (kejenuhan kerja), burnout dapat mengakibatkan lebih tinggi pergantian staf, cuti sakit yang berlebihan, mengurangi produktivitas dan efisiensi yang berdampak pada memburuknya kualitas pelayanan kesehatan sehingga diperlukan suatu upaya untuk mengatasi kejenuhan kerja dengan isi pikiran yang positif yang akan mempengaruhi perasaan dan perilaku yang positif (normal) dimana salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan terapi berupa Cognitive Behavior Therapy (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Cognitive Behavior Therapy dengan aplikasi modul terhadap burnout perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini juga merupakan penelitian Quasy-Experiment dengan rancangan One-Group Pre-Post test Design dengan pengambilan sampel menggunakan metode probability sampling: proportionate stratified random (teknik proporsional berlapis), sampel penelititan ini berjumlah 30 remponden. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pelaksanaan CBT pada perawat menunjukkan nilai rata-rata burnout sebelum intervensi sebesar 64,33 dan setelah diberikan intervensi sebesar 58,30 dengan nilai p value 0,007 (p value < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan bahwa terapi CBT yang diberikan kepada perawat secara signifikan mampu menurunkan nilai rata-rata burnout. Intervensi ini dapat dilakukan secara berkala kepada perawat dan seluruh pegawai yang ada di lingkungan rumah sakit guna meningkatkan mutu layanan rumah sakit Nurses who serve in hospitals have an important role in providing health services to patients who come. The more demands on nurses make the workload of nurses to be higher which can cause nurses to experience Burnout (burnout), burnout can lead to higher staff turnover, excessive sick leave, reduced productivity and efficiency which results in deteriorating quality of health care efforts to overcome the saturation of work with positive content that will affect positive (normal) feelings and behavior where one of the interventions that can be done is to provide Cognitive Behavior Therapy (CBT) therapy. This study aims to determine the effect of Cognitive Behavior Therapy with application modules on burnout nurses in inpatient rooms. This research is also a Quasy-Experiment study with the design of One-Group Pre-Post test Design with sampling using probability sampling method: proportionate stratified random (proportional layered technique), this research sample amounted to 30 districts. This study found that the implementation of CBT on nurses showed that the average value of burnout before intervention was 64.33 and after intervention was 58.30 with a p value of 0.007 (p value <0.05). Based on the results of the study it can be said that CBT therapy given to nurses was significantly able to reduce the average burnout value. This intervention can be done regularly to nurses and all employees in the hospital to improve the quality of hospital services.
GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT DAN WAKTU TANGGAP PELAYANAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT MENURUT PERSEPSI PASIEN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKI TMUHAMMADIYAH PALEMBANG Renny Triwijayanti
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Peningkatan kualitas pelayanan tentu akan mempengaruhi kerja dari tiap pemberijasa pelayanan. Umpan balik dan informasi merupakan elemen yang penting dalam membangunsistem pemberian pelayanan yang efektif, termasuk kualitas pelayanan. Semakin tinggi kualitaspelayanan yang ingin diberikan kepada pelanggan maka semakin besar pula waktu kerja yang harus disediakan oleh pemberi pelayanan agar dapat meninjau harapan dari pelanggan. Hal initentu dapat menambah beban kerja yang harus ditanggung oleh pemberi pelayanan. Tujuan :untuk mengetahui gambaran beban kerja perawat dan waktu tanggap pelayanan keperawatangawat darurat menurut persepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang .Metode : Penelitian ini dilakukan di ruang IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan cross sectional sertamenggunakan instrument kuesioner untuk beban kerja dan observasi untuk waktu tanggap,dengan jumlah sampel sebanyak 18 responden perawat dengan menggunakan teknik samplingjenuh dan 50 responden pasien menggunakan teknik purposive sampling. Hasil :Gambaran bebankerja perawat di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu berat dengan prosentase66.6 % (12 responden). Gambaran waktu tanggap pelayanan keperawatan gawat darurat menurutpersepsi pasien di IGD Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang yaitu baik dengan prosentase84 % (42 responden). Saran :dapat disarankan kepada kepala ruangan untuk menghitung kembalikebutuhan tenaga perawat di Unit IGD agar sesuai dengan beban kerja untuk setiap shift nya demimeningkatkan kinerja perawat tersebut. Background:P quality of service will certainly affect the work of each service provider. Feedbackand information are important elements in establishing an effective service delivery system,including quality of service. The higher the quality of service that wants to be given to thecustomer, the greater the working time should be provided by the service provider in order toreview expectations from customers. This can certainly add to the workload that must be borne bythe service provider. Objectives: To know the overview of nurse's workload and time of nursingcare service according to patient's perception in IGD hospital Muhammadiyah Palembang.Method: This research is conducted in the IGD room of Muhammadiyah hospital Palembang.This research uses a descriptive survey method with a cross sectional approach as well as usinginstrument questionnaires for workload and observation for response time, with a number of.
ANALISIS KEPUASAN STAKEHOLDER TERHADAP KINERJA PERAWAT LULUSAN PRODI D III KEPERAWATAN Renny Triwijayanti; Annisa Rahmania
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Persepsi user terhadap kinerja lulusan merupakan tolak ukur untuk meningkatkan kualitan pendidikan, yang pada akhirnya akan membentuk kepuasan user. Tujuan penelitian: Untuk Mengetahui Analisis Kepuasan Stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan. Metode Penelitian: Rancangan penelitian berdasarkan tujuan penelitiannya adalah dekriptif untuk melihat evaluasi studi. Penelitian ini dengan pendekatan cross sectional berdasarkan cara pengumpulan data penelitian ini merupakan penelitian survei karena pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, penelitian ini tidak melakukan perlakuan, tetapi meneliti keadaan yang sudah ada. Hasil Penelitian: hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara kepuasan stakeholder terhadap kinerja lulusan Prodi D III Keperawatan yang dibuktikan dengan nilai p value 0,025 yang memiliki nilai sig < 0,05. Kesimpulan: Persepsi stakeholder terhadap kinerja perawat lulusan Prodi D III Keperawatan dalam kategori yang sangat baik. Background: User perceptions of graduate performance is a benchmark to improve the quality of education, which in turn will shape user satisfaction. Research Objectives: The aim of this study is to know stakeholder satisfaction analysis of the d nursing study program diploma graduates. Research Methods: The research design based on the research objectives is descriptive to see the evaluation of the study. This study with a cross sectional approach based on the way the data was collected was a survey research because the data collection used a questionnaire, this study did not conduct treatment, but examined the existing conditions. Research Results: the results showed that there was a relationship between stakeholder satisfaction with the performance of Nursing Study Program D III graduates as evidenced by the p value of 0.007 which had a sig value < 0.05. Conclusion: Stakeholders' perceptions of the performance of nurses graduating from D III Nursing Program in the excellent category.