Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Performa Film Pendek Mahasiswa Digital Cinematography Universitas Multimedia Nusantara Pada Online Platform Viddsee Edelin Sari Wangsa; Kemal Hassan
ULTIMART Jurnal Komunikasi Visual Vol 8 No 2 (2015): Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.296 KB) | DOI: 10.31937/ultimart.v8i2.463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas performa film pendek karya mahasiswa pada media ekshibisi dalam jaringan. Subjek penelitian dipersempit pada 1) film mahasiswa Digital Cinematography Universitas Multimedia Nusantara produksi tahun 2009 hingga 2015, 2) film yang sudah melalui tahap arsip dan kuratorial, 3) film yang ditayangkan pada media ekshibisi dalam jaringan, Viddsee. Film-film tersebut diteliti dengan metode kualitatif-deskriptif melalui triangulasi hasil pengumpulan data wawancara, observasi, studi literatur, dan dokumen audiovisual. Hasil penelitian menunjukan analisis karakter Viddsee sebagai ekshibitor, perbandingan karakter tersebut dengan film UMN, dan analisis indikator keberhasilan film UMN pada Viddsee. Keywords : film pendek mahasiswa UMN, online platform distribusi, ekshibisi, arsip, kuratorial, Viddsee
VARIABILITAS REGIONAL DALAM KONSUMSI FILM DI INDONESIA: TINJAUAN KINERJA FILM “PASUTRI GAJE” Kus Sudarsono; Edelin Sari Wangsa
Sense: Journal of Film and Television Studies Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/sense.v9i1.19717

Abstract

Penelitian ini bertujuan menawarkan pendekatan alternatif untuk memahami audiens film secara geografis di Indonesia dengan melampaui keterbatasan data box office agregat. Metode penelitian menggunakan data web-crawling atas performa harian film yang kemudian dirujuksilangkan dengan data demografis. Analisis didasarkan pada data empiris 166.874 penonton di 51 kota, 178 bioskop, dan 29 hari penayangan teatrikal (7 Februari–6 Maret 2024). Hasil penelitian menunjukkan adanya ketimpangan regional yang signifikan dalam keterlibatan penonton, tingkat okupansi, dan penetrasi pasar. Pulau Jawa mendominasi 75,3% total penonton meskipun hanya merepresentasikan 49% kota yang diamati, sedangkan Maluku dan Papua hanya menyumbang 0,9% audiens. Wilayah metropolitan Jabodetabek sendiri mencakup 48,2% penonton nasional, menandakan konsentrasi geografis yang sangat tinggi. Tingkat okupansi juga bervariasi, dari 34,5% di Maluku dan Papua hingga 64,3% di Kalimantan, yang mengindikasikan perbedaan kematangan pasar dan kapasitas infrastruktur. Secara temporal, 87,4% pendapatan diperoleh dalam dua minggu pertama penayangan. Penelitian ini merekomendasikan agar pemasar film dan distributor menyusun strategi promosi yang lebih terarah secara regional, sementara studi lanjutan dapat mengembangkan pendekatan ini untuk riset audiens film yang lebih komprehensif.